1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Dead as a Dodo

 large_extinctanimals_dodo.jpg

Jika kita bicara soal kepunahan mahluk hidup dari muka bumi akibat ulah manusia, maka nama burung Dodo selalu muncul. Dodo (Raphus cucullatus) adalah spesies burung yang tidak dapat terbang dan endemik Pulau Mauritius (di dunia, burung ini hanya ada di Pulau Mauritius). Dodo yang masih berkerabat dekat dengan merpati dan juga pemakan buah-buahan ini kemudian punah pada penghujung abad ke 17 (tahun pastinya tidak diketahui, mungkin antara tahun 1689 - 1693).

Continue Reading 24 Comments

Jangan Lupa Pulang Mas

mas.jpg

Pada saat si Mas, anak sulung saya itu, diterima di perguruan tinggi pilihannya, saya bertanya apakah dia akan pergi pulang dari Bogor ke Depok atau mau kos saja di Depok? Dia memilih yang kedua dan saya senang. Paling tidak dia harus belajar hidup mandiri, lepas dari ketiak orang tuanya. Begitu pikir saya sembari girang. Saya sendiri toh sudah mulai hidup terpisah dari orang tua sejak memasuki jenjang sekolah menengah. Istri saya yang pada awalnya gundah gulana, coba saya tenangkan. Si Mas akan baik-baik saja.

Continue Reading 42 Comments

Dahulu

omah-sendok.jpg

Rentang ingatan saya itu pendek, bahkan terlalu pendek bagi banyak kawan. “Masih muda kok pikun!” begitu ujar mereka. Santai saja, dianggap muda itu saya anggap pujian dan pikun itu bukan hinaan, karena begitulah adanya. Di acara reuni, bisa saja saya dengan mudahnya menjadi bahan olok-olok karena secara spontan saya mengucapkan kata tersohor yang lantas diwikikan di wiki gemblung itu “Weeee…Apa kabar … senang sekali bisa ketemu lagi. Kamu siapa?”

Continue Reading 24 Comments

Topeng

penari3.jpg

“Malam ini saya akan menikmati bulan separuh, bintang dan ombak” begitu pikir saya. Sebentar nanti memang akan ada pertunjukan seni anak-anak sekolah menengah di bale pesandekan pura di Pantai Atuh, Nusa Penida. Saya tidak begitu tertarik. Cerita jadi lain ketika awan mulai datang menutupi pemandangan langit, dan saya yang nyaris tanpa pilihan lantas duduk bersandar pada tiang menyaksikan pertunjukan seni. Menghibur, tetapi tidak ada yang istimewa, hingga nyaris di ujung acara. Semua berubah ketika tarian yang bercerita tentang murka alam dengan tujuh matahari dan sembilan mata angin itu ditampilkan.

Continue Reading 29 Comments

Masih

Saya masih menulis di blog kok dan ini buktinya.

Continue Reading 26 Comments

Ndobosan lama |