Ndase Pecah

Hajinguk, ketan bosok, kadal buntung, jaran mendem, … setelah secara sok tahu kakehan cangkem, menasehati, berpetuah, sok tuwek, sok maju dan sok-sok-an lainnya dengan Nana (dan kawan kewan) agar yang diceramahi pindah rumah, jadi yang diceramahi habis-habisan ternyata sambil mingkem itu sedang senyum-senyum simpul nggilani toh?!!

Begitulah pisuhan yang mengawali kegiatan saya di pagi ini, pisuhan yang lebih tepat dimaknai sebagai ungkapan kegembiraan, kesenangan yang berbuncah-buncah walaupun harus diakui saya merasa dikadali secara bersahaja oleh seorang yang saya hormati.


Apalagi yang bisa saya lakukan selain menjura dengan takzim sambil berkata “master … your kung fu is better than mine … have some wine“. Ndoro Kakung Pecas Ndahe ternyata sudah pindah rumah dari situ ke sini. Ngedot com, begitu saya mengistilahinya. Ya wis lah, selamat saja Ndoro.

Ndoro Kakung adalah orang yang pertama mengenalkan saya pada blog. Tidak hanya mengenalkan, dia juga yang bertanggung jawab membetot saya agar ikut memiliki blog yang ujung-ujungnya merusak irama kerja saya dalam arti yang positif. Saya dahulu pernah bertanya kepada Ndoro, “bagaimana caranya menulis?” dan dia hanya bilang, “ya … menulis saja, ora usah kakehan cangkem“.

Sekarang saya sudah mulai menulis, mencoba berdisiplin dengan menulis, walaupun kakehan cangkemnya masih jalan terus, ndobos ra karu-karuan. Ndoro juga yang menuntun saya untuk tidak malu-malu menyapa orang lain, walaupun yang namanya malu itu kok rasanya saya hanya punya sedikit.

Apalagi yang harus saya katakan? menjura saja, sambil berucap selamat buat Ndoro. Saya ndak berani nagih makan-makan, karena saya sudah belajar untuk tidak memintanya …. dia sudah tahu itu.

Join the Conversation

13 Comments

  1. exactly how i feel! kita dikadalin. mosok kadal *oops* dikadalin. pokoknya ndak mau tauuuu pizza 3 loyang *eh ini bukan blognya ndoro ya?*

    hihihi

    terkadali tenan je, tapi sebagai umat yang baik saya ndak berani misuhin (secara lsg dan terbuka) terhadap junjungan saya si ndoro kakung cap kadal itu. makanya disini saja. ndak papa toh?

    ayo sir, belajar induksi dan deduksi lagi!

  2. Ndoro juga yang menuntun saya untuk tidak malu-malu (yang ini pasti salah ketik kan? sejenis fitnah gitu kan?)

    saya itu pasti bukan sir! lha mosok malu2, hadoh. atau kurang in?

  3. Nderek ndobos ndoro..
    Nderek bingah atas pindahan rumahnya. Semoga rumah yang baru membawa berkah dan kebahagian bagi tuan rumah maupun tetamunya dan semakin lancar ndobosnya

  4. kadal kok dikadalin hahahahaha ancen ngguaya kuabeh..wis ojo kakehan cangkem..ndang ngundang mangan ngono lho :p [errr..ra usah dijaluk yo??]

    lha dalah…sampeyan kok ngerti lek shio ku babi …duh terharu akyuu :p

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *