1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Tekan Sepuasnya

Sering dengar begini yang begini? “selamat datang di AAAAA (nama perusahaan atau organisasi), silahkan tekan extension yang anda tuju atau tekan 0 untuk bantuan operator“. Kalau orang yang hendak dihubungi itu bekerja ditempat yang nginternasional, biasanya pesan awalnya dalam Bahasa Inggris lantas penelpon diminta untuk menekan angka yang sesuai dengan pilihan bahasa, “press 1 for English, press 2 for Bahasa Indonesia or press 0 for operator“.


Pada beberapa perusahaan penyedia layanan jasa, pencet-pencet tombol mengikuti petunjuk mesin penjawab ini bisa panjang urusannya, apalagi jika pilihannya amat banyak, sementara kita tidak tahu apa maksud pilihan-pilihan itu. Biasanya, jika sudah mulai “tersesat” dalam keribetan pilihan itu saya langsung mencet 0 dengan harapan ada manusia sungguhan yang menjawab panggilan telepon saya. Jika 0 gagal, saya tutup saja, ulang lagi dan langsung pencet 0.

Mesin penjawab banyak dipakai karena dirasa mampu mengurangi beban kerja sang juru jawab telepon. Perkara yang menelpon lantas “tersesat” seperti saya, itu salahnya yang menelpon …. nelpon kok bodo. Suara dari mesin penjawab biasanya diisi suara perempuan, mungkin karena suara perempuan dianggap lebih empuk dan layak dengar dibandingkan suara laki-laki. Kalau di kantor tidak ada perempuan yang bersuara indah untuk direkam suaranya, ya sewa orang saja dan biasanya perempuan juga. Ada ketidak seimbangan gender di sini.

Saya sendiri sebetulnya emoh panggilan telepon saya dijawab oleh mesin, selain karena soal tersesat tadi juga karena cara begini bisa menyedot pulsa lumayan banyak, begitu mesin menjawab pulsa sudah mulai dihitung. Kalau akhirnya orang yang dituju bisa diajak ngomong, ndak terlalu masalah, lha kalau dianya ndak ada? Ngomong ndak, bayar iya, keringetan juga iya karena bingung mencet apa di awal.

Tadinya telepon genggam saya itu saya pasangi pesan pribadi “pria ngganteng pol yang anda cari sedang sibuk, tinggalkan saja pesan nanti kalau dia mood kan pasti ditelpon balik“. Ada beberapa yang meninggalkan pesan, tetapi semua dimulai dengan pisuhan/caci maki. Akhirnya pesan pribadi itu saya hapus, agar pesan yang ditinggalkan lebih ramah terhadap saya. Susah memang jika hendak jujur tentang diri sendiri.

Ada ndak ya mesin penjawab yang bunyinya begini “untuk Bahasa Indonesia tekan 1, untuk Bahasa Inggris tekan 2, untuk bahasa tubuh tekan sepuasnya“.

Gambar diambil dari sini.

12 orang ikut ndobos

1

30 November 2006 16:51:25

fitri mohan

beberapa kali ketiban nasib nelpon dengan suruhan tekan menekan yang puaaaaaaaaannnjaang dan laaaaaaaaaaaamma. puas enggak, keringeten iya. keki dan mangkel pokoknya.

keycode kali ini: kambing.

2

30 November 2006 17:18:06

andi

Klo yang model beginian nyedot pulsa, tapi ada yang gratis. Telp Call Center. Klo lagi iseng daripada mlongo gak ada kerjaan coba telp ke Call Center kan gratis tuh .. lumayan pencet2x sepuasnya gratis lagi :D

3

30 November 2006 17:29:12

Om Sulis

wekekekek, ganteng to pakdhe??
iku le liat di endonesa n njenengan di jepun sono nggih? :D

4

30 November 2006 18:32:42

bangsari

ada satu masakapai penerbangan yang katanya salah satu terbaik didunia menggunkan “tekan-tekan” ini. hasilnya, HRD kantor kami selalu misuh-misuh tiap kali menelepon itu maskapai. :D

5

30 November 2006 18:53:32

kawula alit

saya juga pernah dhe.. ini memang saya niru teman saya gara gara nggonduk tapi kepengen.. mailbox hp ditinggali pesan awal gini:
“halo…. halo… piye ono opo..? ……..oo……woo………. mm……ngono to.. heh….. heh.. sik sik..aku tak ngomong sik.. heh.. hape iki mati.. tinggal pesen ya..”
banyak sih yang ninggal pesen.. tapi tidak jauh jauh dari cel**g dan *su..

6

30 November 2006 19:42:28

nananias

“pria ngganteng pol yang anda cari sedang sibuk, tinggalkan saja pesan nanti kalau dia mood kan pasti ditelpon balik“.

heran deh. beberapa hari terakhir makin akut saja (narsisnya). lagi krisis sir? :p

7

30 November 2006 22:44:18

mariskova

Berdasarkan pengalaman saya seminggu terakhir, pencet2 begituan bakal ampuh kalo kita berkata, “dalam waktu 1×24 jam gak ada tanggapan, akan saya tulis di surat pembaca ya!”

8

01 December 2006 04:26:03

Hedi

setiap telpon ada mesin penjawab, langsung saya tutup…lha wong kene kepingin ngomong karo menungso je, lapo karo mesin :p

9

01 December 2006 10:14:16

snydez

ada suara
“kalo udah ‘tersesat’, silahkan tutup telponnya..”

heheh :P

10

01 December 2006 10:46:55

didi

nggak mau komen. cuma mau ngambil keycodenya aja. monyet je! tapi kutambahi tanda seru kok nggak mau ya??

11

01 December 2006 11:08:11

tabah

sudah pencet sana pencet sini, pas terakhir dibilang “operator kami sedang sibuk, telponlah beberapa saat lagi…”

12

11 December 2006 10:53:24

vino

suruh mencet aja ngedumel
gimana kalo yang dipencet….

Ikutan Ndobos

|