Trulek jawa

Seribu Intan nomer 8

Inilah burung yang nasibnya masih ndak jelas, masih ada atau sudah punah. Gilanya lagi burung ini di dunia hanya diketahui ada di Pulau Jawa. Trulek jawa (Vanelus macropterus). Soal apakah sayapnya benar-benar besar (maropterus) says ndak tahu, saya belum pernah lihat burung hidupnya, yang saya pernah lihat hanya spesimennya (awetannya) saja di Museum Zoologi, Cibinong. Hingga sekarangpun saya bersama beberapa teman masih “terobsesi” berat untuk mencari kembali burung ini. Dalam status keterancama burung dunia, burung ini dimasukan dalam kategori keterancaman tertingggi, Kritis (Critically Endangered).

Burung ini terakhir tercatat keberadaannya pada tahun 1940 di Delta Sungai Citarum, tetapi karena belum semua habitatnya disurvei ulang, dan masih ada laporan-laporan keberadaan jenis ini dari penduduk setempat, maka belum ada yang berani menyebutnya sebagai jenis yang telah punah. Selain itu ada pula laporan yang belum pernah dikonfirmasi dan diragukan akan keberadaan jenis ini di Sumatera dan Pulau Timor.


Laporan-laporan terdahulu dan spesimen yang ada menunjukan burung ini terdapat di Jawa Barat (pantai Utara) dan Jawa Timur (pantai Selatan). Ada dua spesimen di Museum Bogor yang didapat dari Bogor dan dari Rejotangan di Jawa Timur yang letaknya tidak di daerah pantai. Adanya dua spesimen dari daerah yang bukan pantai begini membuka peluang keberadaan Trulek jawa di hampir semua lahan basah yang masih tersisa di Pulau Jawa.

Burung ini termasuk burung kemlinthi, makanannya banyak terdapat di tempat-tempat becek, seperti kumbang air, siput, larva serangga dan biji-bijian tumbuhan air, tapi kok ya burung ini ndak terlalu suka juga dengan air. Mereka dahulu sering terlihat justru sedang nangkring di tempat kering di lahan basah. Di daertah Maleman misalnya, mereka sering terlihat di rerumputan dan gumuk-gumuk pasir.

Pada survey yang dilakukan oleh beberapa teman di daerah Lumajang Selatan, Jawa Timur, penduduk setempat masih mengenali jenis ini dan menamainya plirik, seperti bunyi suaranya. Ada pula penduduk setempat yang entah bercanda atau tidak menyebut burung ini sebagai mahluk keramat karena ada keris di sayapnya. Trulek jawa memang memiliki taji di sayapnya yang digunakan untuk menyerang musuhnya.

Selain memiliki taji di sayapnya, satu hal yang khas dari burung ini adalah gelambir kuning yang nangkring secara elok di atas paruhnya. Entah apa guna gelambir itu.

Pencarian Trulek jawa saat ini masih terus dilakukan. Dengar-dengar sih dalam waktu dekat akan ada ekspedisi lumayan besar yang digelar untuk mencari jenis ini di seluruh Pulau Jawa dan tentunya dengan melibatkan banyak pengamat burung (birdwatchers) yang ada di Jawa, begitu rencananya.

Lha sekarang, apa sampeyan ada yang tertarik buat membantu? Datangi saja blog para orang-orang burung tersebut di blog SBI-InFo. Sementara keseharian anggota tim survei pada ekspedisi terdahulu dapat dilihat di blog Trulek jawa yang saat ini sedang tidur dulu menunggu diselenggarakannya ekspedisi besar nanti.

Mudah-mudahan burung ini masih hidup di sebuah pojok di Pulau Jawa. Ndak enak rasanya melaporkan ada burung yang punah di jaman sekarang ini.

Gambar diambil dari sini.

Join the Conversation

6 Comments

  1. apa beda burung trulek Jawa sama anjing? burung trulek jawa, saya nggak begitu paham dhe masalah burung burung langka.. tapi kalo mau nyari burung yang aneh aneh kalo nggak ke gunung ya ke alas bakau.. yang sekiranya di pantura tinggal tinggal dikit.. tak cuma burung burung aneh yang bisa ditemukan disana, ulo, klabang, lintah, laler, uget uget dan lemut justru lebih banyak..
    kalo anjing? mamalia yang terkenal di dunia penuh dosa itu adalah keycode (wajib) saya buat komen.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *