1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Bangau stormi

Seribu Intan nomer 11

Jika minggu lalu saya sudah ndobos soal mentok paling langka di dunia, maka bintang minggu ini adalah … eng ing eng, bangau paling langka di dunia. Tidak sebagaimana biasanya jenis bangau lainnya, Bangau stormi (Ciconia stormi) tidak hanya sekedar bergantung hidupnya pada tempat-tempat basah dan becek, bangau satu ini mensyaratkan tempat-tempat tersebut harus ada di hutan. Bagi saya inilah bangau paling elok dandanannya dari segala bangau yang ada.

Tengoklah rias wajahnya, berparuh merah terang, berkacamata kuning menyala dan bertopi hitam. Kontras dengan lehernya yang putih dan badannya yang berwarna gelap serta kaki-kaki jenjangnya yang berwarna merah. Seekor mahluk yang rupawan.


Hanya empat negara di dunia yang beruntung terpilih sebagai tempat hidup dari mahluk cantik ini, Thailand, Malaysia, Brunei dan Indonesia. Hanya saja, burung ini mungkin sudah punah di Thailand. Indonesia sendiri tampaknya menjadi tempat di mana burung ini paling banyak terdapat. Di Indonesia, burung ini diketahui hidup di Pulau Kalimantan, Sumatera, Siberut dan Pagai Utara. Walaupun pernah ada satu catatan dari tahun 1920 akan keberadaan burung ini di Jawa Barat.

Tidak banyak jumlahnya yang tersisa di Indonesia. Perkiraan optimisnya adalah 300an ekor dan beberapa ahli berkeyakinan jumlah yang hanya sedikit itupun merupakan perkiraan yang terlalu optimis. Tak heran jika burung ini lantas dimasukan ke dalam daftar jenis hewan terancam punah dengan status Genting (Endangered).

Hutan-hutan dataran rendah yang basah menjadi tempat hidup bangau cantik ini. Mereka nyaris hidup menyendiri, walaupun di tempatnya beristirahat mereka mengelompok di pohon-pohon besar. Makananya adalah cacing yang terdapat di pinggir sungai, ikan, serangga dan mungkin juga kepiting.

Tidak banyak yang diketahui mengenai perilaku bersarangnya. Dari informasi yang ada diketahui burung ini membangun sarang secara berpasangan dan sarangnya tidaklah berdekatan dengan sarang pasangan lain. Pasangan yang berbahagia ini biasanya bisa mempunyai hingga dua anak dalam satu kali bersarang. Masa berbiak begini bisa menghabiskan waktu selama 3 bulan.

Apakah kecantikannya yang menyebabkannya terancam punah. Tampaknya tidak, walaupun ini tidak berarti tak ada permintaan pasar untuk burung ini dijadikan peliharaan. Rusaknya habitat burung inilah yang menjadi ancaman terbesar kelangsungan hidupnya. Pohon-pohon besar di hutan dataran rendah merupakan sasaran utama untuk ditebang. Rawa-rawa hutan juga “sangat menarik” untuk dikeringkan dan dijadikan lahan perkebunan.

Lantas bagaimana dengan perburuan. Memang ada laporan mengenai perburuan burung ini, tetapi tampaknya hanya bersifat “opportunistic” semata, tidak menjadi target khusus. Lha bagaimana mau dijadikan sasaran utama, wong jumlahnya saja sedikit. Jadi pemburu hanya menembak/menangkapnya jika kebetulan bertemu saja. Kok ditembak? Bangau ini badannya bongsor dan ini bisa menggoda selera santap para pemburu lapar protein.

Apa enak rasanya? Wah, ndak tahu saya, wong saya belum pernah ngicipi rasa daging burung ini, dan mudah-mudahan tidak akan pernah mencicipinya. Tapi kalau sampeyan penasaran ingin tahu apa rasa dagingnya, ndak usah lantas genit-genitan ikut memburu atau coba cari-cari di pasar. Tanyakan saja pada yang pernah menyantapnya … ini dia orangnya.

Photo © James Eaton/Birdtour Asia diambil dari sini.

14 orang ikut ndobos

1

Gravatar

22 December 2006 02:57:13

NoY

deu…apene komen tapi bingung…nek gak komen yo eman gak iso ninggalno jejak…

nek crito cewek palingo rodok iso nyambung aku om…tapi nek wes crito manukkk…ya wadoh saja deh…bingung pisan…

aku kudu yo opo pas nek ngene om ?

untung ora pertamax   :D

2

Gravatar

22 December 2006 04:03:28

tito

tumben komen saya keduluan orang! Wooo..paklik pernah maem bangau? POLDA METROJAYA, tolong orang itu ditangkap :p

gak bisa, wong ndak dilindungi kok

3

Gravatar

22 December 2006 10:16:18

kenny

halah..ayu an aku (jare ojobku loh!!)

bojo diacungi golok budhe?

4

Gravatar

22 December 2006 10:35:40

escoret

di smping bulunya baguss…..dan enak di liat….
apa dagingnya juga enak di santap..hehhehehe
kaboooorrrr..!!!!!

tanyakanlah pada penyantap satu itu

5

Gravatar

22 December 2006 12:04:51

venus

wah, lali. ini jumat ya? soal manuk. ra mudheng. prei komen :D

tumben sampeyan ra mudeng soal manuk …

6

Gravatar

22 December 2006 12:40:50

kikie

senangnya, ada yang posting soal burung beneran di blognya :) burungnya cantik.

lho…saya selalu beneran kok, ndak pernah bikin gosip  ;)

7

Gravatar

22 December 2006 13:48:51

pitik

lho..lho..mister zumux pernah makan blekok(eh blekok sama bangau sama kan?) tho?wah…lha kok ga bagi2..

nggragas dia itu

8

Gravatar

22 December 2006 17:33:08

De'Tiz

Nanya Mas Mbilung, ndobosan burung dikasih judul ‘Seribu Intan’ itu knapa ya? Apa ntar ada 1000 ndobosan soal burung? Pengen tak print trus tak jilid kayaknya lucu juga…. sapa tau kapan2 bisa ikut bird watching….. hiks :(

lucu????!!!!!! huh

9

Gravatar

22 December 2006 20:00:14

bebek

giliran’e bebek paling langka kapan diposting kang/pak/om ??

tunggu ijin dari bebeknya dulu  :D

10

Gravatar

23 December 2006 05:12:28

fitri mohan

aku kalau pake kacamata warna kuning yo jadinya cantik lho pakde.

berkacamata kuning, bertopi hitam dan bergincu merah ya mbak?

11

Gravatar

23 December 2006 11:16:52

kawula alit

wah yen pakdhe hapsoro aku percoyo.. jokno mung iwak blekok.. anak jalanan neng HI wae howo howone pingin disembeleh..

makanya lemu

12

Gravatar

23 December 2006 12:05:19

joni

wah ada yang pernah makannya juga ya?? *bingung*
binatang langka ko’ dimakan selain ada juga penjualnya or berburu??
apa kabar jepun pak??
udah dingin?? :D

percayalah.
Jepun? ha wong saya lagi di Jogja kok

13

Gravatar

23 December 2006 16:39:38

pancaradis

Waduh… ayame keren tenan….

sudah diitik-itik ya?

14

Gravatar

23 December 2006 16:40:07

pancaradis

wow keren

yang gelian (keren) itu siapa?

Ikutan Ndobos

Ndobosan sebelumnya | Ndobosan selanjutnya