Dec 18 2006 - 15:02
Saya sering mendendangkan lagunya A. Rafiq, Jangan Samakan, paling tidak di dalam hati jika sedang mengemudi. Hanya liriknya saya ganti sedikit menjadi “jalannya berlubang, ikal dan bergelombang”, sementara tangan sibuk memutar-mutar setir seperti sedang mengikuti slalom test. Jalan berlubang dan keriting bisa disebabkan oleh banyak hal, tak mampu menanggung beban kendaraan yang melaluinya adalah salah satu sebab jalan menjadi keriting. Sementara direndam air bisa menjadi sebab jalan berlubang.
Soal kelebihan beban, mungkin saja kendaraan yang melaluinya memang terlalu berat atau jalannya dibuat tak sesuai dengan rancangan awal. Urusannya menjadi panjang kalau lantas pertanyaannya kenapa ada kendaraan dengan beban berlebih bisa melalui jalan itu. Sama pula panjang perkaranya jika lantas pertanyaannya adalah kenapa jalannya dibuat tidak sesuai rancangan awal. Ada banyak duga menduga di sini.
Continue Reading
5 Comments
Dec 17 2006 - 01:48
Seorang kawan di Tokyo, sebut saja namanya Ninien, mengirimi saya tulisannya. Falcons will always come home, begitu judulnya. Kawan itu menulis bagaimana burung harus bermigrasi, pindah, ke tempat asing yang jauh dari rumah untuk tetap dapat bertahan hidup. Nyaman sekali tempat barunya itu, ada makanan berlimpah dan udara bersahabat. Lantas dia menganalogikan peristiwa tersebut dengan fenomena brain drain yang banyak terjadi.
Continue Reading
9 Comments
Dec 15 2006 - 00:00
Seribu Intan nomer 10
Burung satu ini adalah mentok paling langka di dunia, masih berkerabat dekat dengan jenis mentok yang sering dipelihara orang, hanya saja jenis ini tidak memiliki tonjolan kulit berwarna merah pada daerah sekitar matanya. Hidupnya di hutan dan jika sedang terbang warna bulu sayapnya yang putih akan terlihat jelas yang lantas menjadi nama burung ini dalam Bahasa Inggris, White-winged Duck. Dalam Bahasa Indonesia mentok ini dinamai Mentok rimba sesuai dengan tempat hidupnya, sedangkan di dunia ilmiah dia dikenal dengan nama Cairina scutulata. Inilah salah satu burung favorit saya, dan karena burung ini pula saya menggunakan lebih dari dua tahun umur saya untuk hidup di dalam hutan.
Continue Reading
12 Comments
Dec 14 2006 - 02:43
Kawan Didi meminta saya untuk ndongeng lagi. Kalau diingat-ingat ya sudah lama juga saya ndak ndongeng. Lha kok mintanya soal Perjanjian Tordesillas, ini bukan ndongeng namanya, ndobos pol kalau sudah urusan begini. Saya sebetulnya sudah pernah ndobos sedikit soal Perjanjian Tordesillas di rumah saya yang lama dulu, ya waktu ndobos soal bumbu-bumbu itu di sini. Masih inget toh ndobos berseri yang bikin saya mengkis-mengkis itu? Tak mengapalah, karena sejarah toh memang semestinya diulang-ulang kisahnya agar tak terulang kejadian buruknya. Jasmerah, begitu kata seorang pemimpin dulu.
Continue Reading
10 Comments
Dec 13 2006 - 17:36
Mantan tetangga saya ini masih berduka berat karena belum dapat koneksi internet yang layak. Koneksi lancar yang dinikmatinya hampir dua tahun sekarang tinggal kenangan. Saya tersenyum geli tanpa diitik-itik awalnya. Sekarang giliran saya yang garuk-garuk kepala yang ndak gatel sama sekali.
Continue Reading
21 Comments