1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Ngomong Inggris

Saya ndak pernah ngeblog pake Bahasa Inggris. Walaupun ada beberapa tulisan saya yang disisipi kata-kata dalam Bahasa Inggris. Saya juga penikmat beberapa blog yang ditulis dalam Bahasa Inggris. Tidak ada masalah dengan Bahasa Inggris, ini hanya masalah pilihan dan kenyamanan menulis saja. Nyaman rasanya menulis dengan bahasa campur-campur. Itu saja.

Bicara soal Bahasa Inggris, pentingkah bahasa yang satu ini? Sebagaimana layaknya tukang “ngeles”, berkelit ndak mutu dan ngeselin, saya jawab …. tergantung. Jika saya adalah penjaga warung kelontong di sebuah desa pelosok di Jawa Tengah misalnya, maka kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Jawa (apalagi kromo inggil) akan lebih berguna. Orang-orang yang berkecimpung di bidang jual-menjual baik barang maupun jasa bilang, tergantung siapa konsumennya.

Sekarang ini banyak pekerjaan tyang mensyaratkan kemampuan untuk berkomunikasi dalam Bahasa Inggris. Ada banyak tempat pelatihan yang menawarkan jasa untuk mengajari sampeyan agar dapat ngomong Inggris. Kenapa pula lantas jasa itu laku? Bahasa Inggris toh diajarkan secara luas di banyak sekolah menengah? bahkan ada yang mulai sejak sekolah dasar. Gagal? Biarlah para ahli pendidikan bahasa yang berbicara soal ini.

Namanya juga sekolah, tolok ukur sudah mampu atau belum lantas diterjemahkan dalam angka (0-10) atau huruf (A-F). “anak saya pinteeeeerrrr Bahasa Inggris lho, di rapot dapet nilai 8″, begitu pernah saya dengar seorang Ibu yang bangga akan kemampuan Bahasa Inggris putranya. Pada saat yang sama, nilai Bahasa Inggris saya di rapot hanya 3. Jika lantas kemudian pada rapot berikutnya angka Bahasa Inggris tersebut menjadi 6, itu bukan lantaran saya tertantang akibat pamer tersebut, tetapi karena saya takut ndak naik kelas. Kemampuan saya dalam Bahasa Inggris ya ndak bertambah juga, kemampuan menjawab pertanyaan ulanganlah yang meningkat. Saya sendiri toh baru berani berkomunikasi dalam Bahasa Inggris setelah tahun ke dua di perguruan tinggi.

“to have another language is to possess a second soul” begitu seorang teman menyitir kata-kata Charlemagne di blognya. Believe me, it is wonderful to have a second soul, but at the same time I want to preserve my first. To have both is not greedy, it is an inspiring delight.

18 orang ikut ndobos

1

Gravatar

04 January 2007 11:22:00

seorang teman

wise sekali ya temennya itu. kutip-kutip charlemagne segala. siapa sih temennya itu? hihihi..

hmm kalo pake sistim nisbi kayak jaman kuliah dulu gaya dapatkan nilai 9 ini serem, yang 9 otomatis dapat A, kalo seluruh kelas dapat seputaran 8,1-9 dan ada satu yang dapat nilai 8 otomatis meski dapet nilai 8 bisa-bisa E. doh. *inget jaman kuliah*

foto dijepret di deket gapura menuju alun-alun jogja, deket kantor pos. eh jangan-jangan abis ikutan kursus biasanya dapt 10 jadi dapat 9 ya? hadoh!

2

Gravatar

04 January 2007 12:54:31

-tikabanget-

hahahahaa…
belajar basa enggres dari SD loh..
tetep aja ndak bisa ngomong enggres saya ni…

3

Gravatar

04 January 2007 13:15:50

Hedi

Kalo cuma ngomong Inggris, aku fasih, yang ga berkomunikasi dalam bahasa inggris :P

4

Gravatar

04 January 2007 13:29:02

madam ndobos

wis tho…… podho2 ra isa cara inggris ya saiki omong jowo wae….. biar lebih gayeng…..

5

Gravatar

04 January 2007 13:41:32

Blanthik Ayu

iso ne mung “yes Sir”…:D

6

Gravatar

04 January 2007 13:42:21

yati

bahasa linggis? tak mau aku, kena linggis…luka kakiku nanti…

dapet duren…huekss…

7

Gravatar

04 January 2007 15:04:33

Anang

penting belajar bahasa inggris biar ga ketinggalan jaman heuheuheuue… tapi luwih enak gawe basane dewe.. basa jawa luwih nyaman…

8

Gravatar

04 January 2007 16:17:21

april

duh bisa enggres cuman litel2 :D

9

Gravatar

04 January 2007 16:21:24

amma

amma ga bisa inggris. ajarin dunk aw aw :D. lestarikan bahasa indonesia yang baik dan benar dulu. baru belajar bahasa lain. tapi kalo emang dikondisikan untuk ngomong inggris yo..terpaksa :D
biarpun bisa nya dikit2 :D

10

Gravatar

04 January 2007 16:56:31

kawula alit

wong sing ngakune wong jowo yen ra iso boso jowo kanthi lancar kuwi luwih lucu timbang wong enggres sing ra iso boso enggres.. nggih boten dhe..?

wong enggres sing ra iso boso enggres ki arane “pekok” jajal dipun padosi ng kamus. :D.

11

Gravatar

04 January 2007 17:47:17

bebek

belajar bahasa kiy angel… angel nganggone kang… lah tonggoku kiy isone mung meduro-nan wae kok… lah arep ngajak ngomong dan praktek bahasa enggres piye jal?? :p

12

Gravatar

04 January 2007 18:30:46

Moes Jum

modaroooo …. malah coro Enggres. Ahh gak mutu kii, mending coro Sundo utawa Jawa is the best!

13

Gravatar

05 January 2007 08:12:00

venus

bahasa inggris apa bahasa cinta? oh yes, oh no, owh God. itu toh maksudnya? huahaha…

walah, aku tadi ngisi SB tho, kirain tadi itu tempat komen lhooo :((

14

Gravatar

05 January 2007 14:45:11

jt

kerja di tempat londo mengharuskan kita bisa bahasa enggris. tapi kadang aku berfikir, mengapa mereka yang ndak belajar bahasa indonesah saja, kan kantornya di INDONESIA. bukankah mereka yang mertamu. kita kalo mertamu ke arab, juga belajar bahasa arab. mertamu ke india juga belajar bahasa india.

15

Gravatar

05 January 2007 15:00:42

mariskova

Hiiii…. saya malah ngeri kalo punya a second soul. Bukannya krn itu para pakar jiwa menyebutnya dengan Multiple Personalities? Atau Schizo?
*wink wink*

btw, (keycode) pupur tuh apa ya? Bedak gitu? Ya, lbh mendingan dr yg kemaren: wedus.

16

Gravatar

06 January 2007 14:58:37

fitri mohan

yaaah, si emak. pupur itu itu lhooo, yang bahasa inggrisnya tuh bedak. :D

bener nggak pakde? lha aku ra reti kiii.

17

Gravatar

06 January 2007 20:38:23

Luthfi

xixixixixixi

rasanya baru 3 kali posting dlm bhs inggris
dan itupun semuanya cacat, ga ada yg perfek gremernya :-)

18

Gravatar

08 January 2007 22:41:29

Paman Tyo

Nilai 9 untuk bahasa Inggris? Jangan-jangan rentang nilainya adalah 3 sampai 39.

Saya ndak bisa bahasa Inggris. Memalukan juga sih, tapi gimana lagi.

Ikutan Ndobos

Ndobosan sebelumnya | Ndobosan selanjutnya