Impian
Tahun 1942, masa perang dunia II sedang seru-serunya. Kapal-kapal angkut Amerika babak belur dihajar torpedo Jerman yang dilepaskan dari kapal selamnya yang legendaris, U-Boat. Untuk mengangkut tentara dan peralatan militernya, Amerika lantas berpikir untuk menggunakan angkutan udara. Amerika memerlukan pesawat terbang … yang besar. Henry Kaiser lantas bertandem dengan seorang kaya raya ndak umum, Howard Hughes. Hasilnya adalah Spruce Goose.
Hughes H-4 Hercules, begitu nama resmi pesawat raksasa tersebut yang lantas diberi nama olok-olok Spruce Goose. Spruce adalah nama tanaman dan nama tersebut tidak sepenuhnya salah, karena pesawat tersebut hanpir seluruhnya terbuat dari kayu. Hanya saja, kayu yang dipakai adalah kayu dari pohon Birch.
Dengan bentang sayap lebih dari 97 meter, hingga sekarang, Spruce Goose masih memegang record sebagai pesawat terbang dengan bentang sayap terpanjang. Pesawat angkut terbesar saat ini Antonov-225 Mriya hanya memiliki bentang sayap 88 meter. Sementara pesawat terbang pengangkut penumpang terbesar (yang masih belum beroperasi) Airbus A380, sayapnya bahkan tidak mencapai 80 meter.
Ironisnya Spruce Goose tidak pernah digunakan dalam perang besar tersebut. Pesawat tersebut hanya sekali saja terbang uji pada tahun tanggal 2 November 1947, pada saat perang telah berakhir. Spruce Goose hanya menerbangi kurang dari 1 mil dengan ketinggian terbang sekitar 20 meter. Delapan mesin yang masing-masing berbaling-baling 4 bilah dengan kekuatan 3000 tenaga kuda per-mesinnya tidak mampu untuk membawa pesawat tersebut ke ketinggian operasionalnya di 20 ribu kaki.
Spruce Goose hanya salah satu contoh dari kegilaan manusia untuk membuat sesuatu yang terlalu besar dan terlalu rumit untuk ditangani. Keinginan untuk memiliki sesuatu yang di luar jangkauan. Saya juga begitu. Di rumah saya ada sebuah lemari dari kayu. Lemari terbesar yang pernah saya miliki. Saya (atau istri saya) memerlukannya. Ada banyak barang yang bisa disimpan di dalamnya. Hanya saja, untuk mengambil barang yang disimpan di bagian lemari atas, saya harus menggunakan tangga. Bahkan pegangan pintu lemari bagian atas itu terlalu tinggi bagi saya untuk dijangkau. Lemari itu adalah Spruce Goose saya.
Lantas apakah itu adalah hal yang buruk? Dalam kasus Spruce Goose – pesawat itu, bukan lemari saya – impian untuk memiliki sesuatu yang lebih adalah naluri alamiah manusia. Naluri untuk membuat mimpi menjadi kenyataan. Impian membawa manusia menjejakan kaki di puncak-puncak gunung tertinggi, bahkan ke bulan. Star Trek, film kegemaran saya itu, selalu dimulai dengan ucapan “Space … the final frontier”. Buat saya, dream is the final frontier.
Lantas, apa hubungannya antara Spruce Goose, lemari dan mimpi? Begini, kawan saya yang satu ini punya mimpi … mimpi geblek, begitu katanya. Mimpi untuk punya rumah, menikah, sekolah lagi dan lantas ingin berkarya untuk kemajuan perempuan. Lha mimpi begini kok digelari mimpi geblek. Cuma orang geblek yang bilang mimpi geblekmu itu mimpi geblek …. dasar geblek. Spruce Goose ini. Jika pada awalnya kelihatan sulit untuk dijangkau, sama halnya dengan lemari saya itu, pakai tangga saja dulu.
Jadi …. selamat mencari rumah kawan … eh iya sobat, jangan sedih, dia itu nyari rumah yang sirkulasi udaranya bagus katanya.
Foto Spruce Goose diambil dari sini.
13 orang ikut ndobos
07 January 2007 08:26:14
Anang
keren pesawatnya.. kapan ya bisa naik itu.. hehe
07 January 2007 14:03:20
galih
Walah, jok jokane kok ngalor ngidul mbah? dari bicara sejarah pesawat canggih lhakok mbelok ke lemari, abis gitu malah belok lagi ke cari rumah. haduh…. ndak pokuzzz….
07 January 2007 18:17:28
yati
impian mulia kok dibilang geblek, gimana sih din?…eh, harusnya comment di tempat dinda ya…hehehe
07 January 2007 20:15:10
mantan tetangga
‘jangan cuma jadi wacana’
begitu bukan Pak Dhe?
2 kali YM-an sama dirimu, dakuh sudah jadi pemimpi Achievening dan Kepala sekolah Homeschool ya gak?
Hehehehehe…..
07 January 2007 20:45:42
kenn
inti ceritane kan yg gede2 blm temtu bisa memuaskan
07 January 2007 22:04:03
abang
ngga sediih, saya juga suka rumah yg sirkulasi udaranya baguus, yg banyak masuk sinar mataharii, yg halamannya gede biar bisa nanam cabe sendiri, tomat, bayem, kates, kangkung, sayur mayur, kae kebon bapak dulu, soalnya sayur di supermarket -kabarnya- udah ga sehat (another mimpi)
trus, beli king koiiil .. hahaa
07 January 2007 22:09:37
dinda
hiks… aku pake kipas angin juga gak papa deeeehhh…
08 January 2007 08:23:48
fitri mohan
uhuiii, pakde memang paling tobz deh kalo urusannya soal “menjahit indah”. dari spruce goose ke ventilasi, ujung-ujungnya: nggak boleh takut bermimpi.
mau dong kapan2 diprovokasi lagi.
08 January 2007 09:54:51
kawula alit
lhah komen opo yo.. crito postingane angel dikomentari…
komen keykode ku wae ah..
keykodeku : duren
duren mambune sengak isine bentuke ora miyayeni tapi regane larang… mangan duren nyomat nyamut jan nggilani tenan..
08 January 2007 10:50:28
venus
lemarinya disimpen di mana sih? kok ndak liat kemaren :p
tau gitu anakku tak suruh manjat2 tangga biar gak rewel minta pulang
08 January 2007 14:15:57
jt
tumben yang dikataken pakdhe bukan dobosan semata. kemasukkan jin apa?
08 January 2007 14:16:22
escoret
jangan salah pak de, konon saat saya makan kuliah..antonov adalah salah satu lokasi mes…saking besarnya mes trsb…..
trs apa hub ama molotov…..
sama2 dr rusia kali ya..hehehhe….
pak de..suka star strex tho..????
10 January 2007 17:10:49
winerwin
Hmm.. perbandingan yang aneh tapi menarik