No Can Do
Bahasa Inggris lagi. Harus diakui Bahasa Inggris adalah salah satu bahasa yang mendunia. Kawan Inggris saya pernah mengeluh, betapa dia tidak bisa berkomunikasi dengan bahasa lain selain Bahasa Inggris karena nyaris di mana-mana dia bisa menggunakan bahasa ini. Betapa beruntungnya kamu jadi orang Indonesia, begitu katanya. Hanya saja kata-kata dalam bahasa yang satu ini bagi piranti berbicara banyak ras manusia agak sulit dilafalkan. Lantas munculah kembangannya, Bahasa Inggris bercampur dengan bahasa setempat. Lebih jauh lagi cara penulisannyapun ikut-ikutan berubah.
Pidgin, mungkin berasal dari Pigeon English, adalah salah satu contoh bagaimana Bahasa Inggris terbongkar-bongkar menjadi sesuatu yang baru di tanahnya yang baru. Di Singapura dikenal dengan nama Singlish, di Malaysia ada Manglish, keduanya adalah bagian dari Chinglish yang merupakan bagian dari Pidgin. Enak juga sebetulnya berbicara dengan “bahasa rusak” begini, sederhana dan ada humor tersembunyi di sana. Lantas jika diminta untuk berbicara dengan “bahasa baik” jawabannya “no can do laaaah. I not orang puteh”.
Di Jepang agak sedikit lain ceritanya. Tidak sebagaimana “saudaranya” Singlish itu, Japgrish (Japanese Engrish), bertebaran di mana-mana. Dari mulai menu di restoran hingga ke bungkus CD. Foto piring di sebelah ini adalah salah satu contoh. Piring cantik yang bikin istri saya terkikik. Seperti saya katakan, ada humor di sana. Seperti halnya Bahasa Indonesia, ada banyak kata Bahasa Inggris yang diserap menjadi kosa-kata Bahasa Jepang. Hanya saja, jika kata tersebut diucapkan perlu beberapa saat untuk memahami apa yang dimaksud. Bahkan untuk saya yang kemampuan Bahasa Jepangnya cekak, kata-kata tersebut dapat berakibat saya berganti ekspresi wajah, melongo penuh tanya. Mau contoh? coba saja tebak hambaga makudonarudo, jangan sedih booo.
Bahasa Inggris, yang baik maupun yang rusak, banyak digunakan orang di Indonesia dalam percakapan akrab sehari-hari dengan teman. Bercampur dengan Bahasa Indonesia atau dengan bahasa lokal tentunya. Dengan seorang teman dari Bandung, sering kali saya memancingnya untuk berbahasa campuran begini, Inggris Sunda. Lepas dari seringnya dia terpeleset dengan pelafalan “F” dan “V”, saya menyukainya, merdu. Paporit aing mah ceprolet lup, pw golep jeung pord, katanya pada suatu ketika. Saya tergelak, seperti juga dia terkekeh mendengar saya berbicara Bahasa Inggris dengan logat Banyumas.
Lantas apakah dekonstruksi kreatif begini bisa dihentikan? Ari maneh, siga nu gelo, no can do lah …. sunsinglis (disun karo sing geulis). Lagipula kenapa harus dihentikan?
16 orang ikut ndobos
10 January 2007 09:57:50
feR1
la yo piye maneh…itu namanya bahasa adaptasi, bahasa yang disesuaikan dengan dialek setempat hehehe opo to iki. Btw *lah ini juga nyampur* lagu2 jepang kan juga campu2 gitu, reff nya suka inggris gt…
10 January 2007 10:53:52
lantip
wa ya ndak ciamik mas kalo menyerah. ndak cengli. situ ndik mana to sekarang? *walah*
hehe.. bahasa memang harus berkembang mas, di sini letak kesulitannya.
10 January 2007 11:49:38
Lita
Kenapa dengan hamburger McDonald? Ngga sedih kok
Itu yang di mangkuk, apakah maksudnya ‘rasanya enak, kan?’? Aku kok rada ngga ngerti, pakde.
10 January 2007 12:01:45
nana
hhihihi f dan v. ga komen ah. kualat ntar
bahasa campur-campur? mozaic is beautiful! *wink*
10 January 2007 12:02:56
mariskova
Di Indonesia jadi Ngingglish kali ya? Hehehe… Kalo negara lain bisa ber-Ingglis Ingglish, masa kita gak bisa *ditimpuk pejabat berwenang*
Hayo ngaku Pak Dhe, itu tulisan dipiring apa bacaannya? *kepala udah muntir kesana kemari gak ngerti juga*
Seorang Marinir USA pernah minta saya ngajarin bahasa Inggris ke dirinya? Gebluk apa?
Eh, kata dia -tanpa bercanda- “Teach me your kind of English?”
Sialan! Grammar baik dan benar itu dibilang my kind of English…
10 January 2007 12:03:09
nana
ini mirip ibu-ibu kaya yang nungguin anaknya di TK berkurikulum internasional … eh, iya loh kemarin itu when i go to singapore, i see blablabla.. lho katanya kemaren? kok go?
alah!
10 January 2007 13:07:59
kawula alit
boso enggres campur boso kewan (engwan) piye kuwi dhe..
yas yes yas yes karo ngak nguk ngak nguk..?
keykodeku kok duren terus to.. nggilani ah..
10 January 2007 13:46:37
jt
Ndak ado mas’alah selama tst – tau sama tau. jadi mas’alah ketika tst – tak sama tau. tetep diperlukan sebuah kesepakatan umum yang lazim (iki opo maneh?). nyimpang dikit ato banyak? tak masalah, yang penting tau sama tau.
(duren juga)
10 January 2007 19:16:47
kenn
anakku malah manglishsem (m’sia inggris semarangan)
I can’t do that mah, mama tho…please.
mari kita budidayakan..
10 January 2007 21:47:43
bibi SP
eh aku baru baca tulisan samuel mulia di kompas, bag. urban life dengan judul “Mari Belajar Membaca”, campuran bahasa perancis-inggris yang dilafalkan orang indonesah…. menurut aku sih artikel ini lucu banget! kartir, hermes, versase,….
10 January 2007 23:09:35
bu guru
japanese enggrish kuwi bikin ngelu pakdhe, aku jd ketularan tak campur jowo, wait me sek sek lah
10 January 2007 23:24:11
-tikabanget-
kok akhir akhir ini banyak yang posting bab basa endonesa, basa enggres..
btw, kemaren ada yang nanya ke aku..
“is i am handsome?”
wakakakk..
11 January 2007 10:11:05
mantan tetangga
Huahahaha….
Kebacanya It’s made bla bla test, isn’t it… Pantes gak ngerti2. Nemu dimana?
11 January 2007 10:52:18
Blanthik Ayu
Sir..Sir…what happend aya naon atuh Sir..???
wingi sido nang rasuna? rame pakde?
11 January 2007 11:57:42
cah Jowo
wehehehe…
kalo di jogja masih banyak yg make basa lawikan, pakde..
piye, DAB kapaber SOCO-mu? aku wingi nonton de’e nyengklak DOGOS karo wong NGADAL..
weh, keycode kok dadi angel le nulis? basa mana ini pakde?
pycnonotus
11 January 2007 23:31:52
Rara
sunsinglis.. ofkors can do lah… gak pake no.. hi,hi,
Coro engris memang ra gampang to.. makane campur2 kayak gado2 ben wae lah.. sing penting podo2 ngerti.. yes to Mister, eh Sir.. Lord..