Alkohol Burung
Hari pertama masuk kantor lagi di Tokyo setelah cuti panjang. Ada tumpukan kertas menggunung di meja. Tidak menarik. Lha … ada bungkusan paket, nama saya tercantum sebagai yang dikirimi, seorang kawan dari Israel yang mengirimnya. Segera dibuka. Sebuah bingkisan yang lumayan mahal harganya, saya terima dengan senang hati sembari tergelak dan senyum-senyum, tetapi tak bisa dimiliki.
Sebotol minuman keras berkadar alkohol 38%. Saya bukan penenggak alkohol, tetapi bingkisan satu ini toh saya terima dengan senang hati sembari senyum-senyum itu tadi. Ceritanya beberapa organisasi pelestarian burung di Israel bekerja sama dengan perusahaan penghasil minuman keras membuat minuman keras edisi terbatas. Ada enam macam minuman keras yang dibuat, masing-masing diberi nama burung. Tak lupa dicantumkan juga logo organisasi dan logo pabrik minuman keras yang berupa gambar nenek sihir sedang menunggangi sapu terbang berlatar belakang bulan.
Pada setiap kemasan disertakan brosur kecil yang menerangkan ini itunya minuman keras edisi terbatas ini. Tak lupa dicantumkan bahwa keuntungan bersih penjualan minuman tersebut disumbangkan untuk kegiatan pelestarian burung di Israel. Cara begini bukanlah hal yang baru sebenarnya, hanya saja untuk produk minuman keras setahu saya baru kali ini dilakukan.
Ada organisasi pelestarian burung di Inggris yang bekerja sama dengan perusahaan kopi. Di Indonesia sebuah perusahaan penghasil alat-alat pertukangan juga pernah melakukan hal ini untuk pelestarian Elang jawa. Sementara yang agak berbeda juga adalah upaya “menjudikan” burung yang hasilnya untuk upaya pelestarian burung tersebut. Beberapa burung albatros dipasangi transmiter satelit, lantas burung mana yang lebih dahulu mengelilingi dunia dinyatakan sebagai pemenang. Seperti halnya balap anjing, kuda atau onta, balapan burungnya dipertaruhkan. Sama halnya dengan balapan merpati di Indonesia, hanya saja ini balapan berteknologi tinggi, pakai satelit untuk menjejaknya. Selain data ilmiah pergerakan burung diketahui, pemenang juga bisa ditentukan lebih akurat, maklum saja burungnya klayaban di laut lepas.
Di kantor saya, pegawai yang melakukan perjalanan dinas tidak diberi uang saku. Pengeluarannya saja diganti jika ada bon yang sah. Hanya saja ada barang-barang yang jika dibeli tak akan dapat ganti, misalnya rokok dan alkohol. Aturan begini diperlakukan secara ketat, ketahuan nyolong, bisa langsung dipecat. Semua pegawai mengetahui kalau pegawai yang rajin jalan-jalan itu malah sering nombok karena sering dipaksa beli oleh-oleh (ini juga tidak diganti) atau sulitnya dapat bon yang sah (naik becak, angkot atau ojeg, ya dari kocek sendiri).
Lantas nasib hadiah minuman yang mahal itu? ya harus diserahkan ke kantor juga, wong harganya di atas batas harga yang boleh diterima sebagai hadiah pribadi.
15 orang ikut ndobos
16 January 2007 15:02:15
yati
saat nego gaji kemaren di ’sono’, gw malah ditawarin nrima aja sesuai basic. katanya (sambil mbujukin), tar pasti lebih kaya dari hasil perjalanan dinas yang rata2 4x sebulan. lha…kirain cuma rombongan sirkus yg kek gitu…taunya…:p
apa saya yg sok idealis?
16 January 2007 16:45:24
kenn
lha kan kategori hadiah bukan oleh2 ndoro, mosok dikasihke kantor juga…(lha kog aku sing frotes :D)
16 January 2007 17:10:58
venus
wooohh, 38 %? sangar, bleh
16 January 2007 17:23:10
Hedi
Eman ya ga boleh dibawa…tapi kalo sampeyan berminat soal penggantian bon itu…gampang.
Ke bendungan hilir aja, di sana bikin bon jiplakan pinter banget je, bahkan bon hotel di belahan dunia mana aja di sana bisa
16 January 2007 18:43:52
kangbas
waduh, baru tau sekarang. ternyata gambar / logo nenek sihir itu, merek pembuat minuman keras to. dulu ada teman yang punya gank, dikasih lambang persis seperti itu. tak tahunya gank mendem..
16 January 2007 20:41:44
unai
wah refot bener kalo smua harus ada notanya…jalanjalan terus dan nombok terus gpp kali..kan banyak uang juga heheh…apa kabar sir…?
16 January 2007 22:17:32
chocoluv
wah, disiplin banget,,, tapi ngga rugi to? wong ngga minum minuman keras… kecuali kalo dikirimin coklat, dan harus diserahkan ke kantor karna melebihi batas harga… whoa, itu jelas rugi
16 January 2007 22:33:24
ndoro kakung
ada bungkusan mild seven ora yo? *berharap* …. halah
16 January 2007 23:28:42
tito
yang bikin mabok cinta berapa persen?
17 January 2007 09:01:28
kawula alit
ojo ojo kuwi cemceman piyek doro israel dhe..?
17 January 2007 12:11:40
joni jontor
kalo minum ini dijamin ga kena flu burung.
dbagi aja sama burung2 disekitar pakde..
17 January 2007 13:55:35
soyuz
om, cuti ne kok yo suwi tho. enak tenan :D.
17 January 2007 14:48:56
april
bon2 jln2 ke jogja kmrn dikumpulin ndak? kali2 ntar diganti
17 January 2007 14:49:17
bangsari
Pancene sampeyan wong sugih. mana ada orang miskin makan pake kuitansi?
17 January 2007 16:06:56
Blanthik Ayu
ngombe kui dijamin iso nyihir ra pakde??? hihihihi