1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Alkohol Burung

Hari pertama masuk kantor lagi di Tokyo setelah cuti panjang. Ada tumpukan kertas menggunung di meja. Tidak menarik. Lha … ada bungkusan paket, nama saya tercantum sebagai yang dikirimi, seorang kawan dari Israel yang mengirimnya. Segera dibuka. Sebuah bingkisan yang lumayan mahal harganya, saya terima dengan senang hati sembari tergelak dan senyum-senyum, tetapi tak bisa dimiliki.

Sebotol minuman keras berkadar alkohol 38%. Saya bukan penenggak alkohol, tetapi bingkisan satu ini toh saya terima dengan senang hati sembari senyum-senyum itu tadi. Ceritanya beberapa organisasi pelestarian burung di Israel bekerja sama dengan perusahaan penghasil minuman keras membuat minuman keras edisi terbatas. Ada enam macam minuman keras yang dibuat, masing-masing diberi nama burung. Tak lupa dicantumkan juga logo organisasi dan logo pabrik minuman keras yang berupa gambar nenek sihir sedang menunggangi sapu terbang berlatar belakang bulan.

Pada setiap kemasan disertakan brosur kecil yang menerangkan ini itunya minuman keras edisi terbatas ini. Tak lupa dicantumkan bahwa keuntungan bersih penjualan minuman tersebut disumbangkan untuk kegiatan pelestarian burung di Israel. Cara begini bukanlah hal yang baru sebenarnya, hanya saja untuk produk minuman keras setahu saya baru kali ini dilakukan.

Ada organisasi pelestarian burung di Inggris yang bekerja sama dengan perusahaan kopi. Di Indonesia sebuah perusahaan penghasil alat-alat pertukangan juga pernah melakukan hal ini untuk pelestarian Elang jawa. Sementara yang agak berbeda juga adalah upaya “menjudikan” burung yang hasilnya untuk upaya pelestarian burung tersebut. Beberapa burung albatros dipasangi transmiter satelit, lantas burung mana yang lebih dahulu mengelilingi dunia dinyatakan sebagai pemenang. Seperti halnya balap anjing, kuda atau onta, balapan burungnya dipertaruhkan. Sama halnya dengan balapan merpati di Indonesia, hanya saja ini balapan berteknologi tinggi, pakai satelit untuk menjejaknya. Selain data ilmiah pergerakan burung diketahui, pemenang juga bisa ditentukan lebih akurat, maklum saja burungnya klayaban di laut lepas.

Di kantor saya, pegawai yang melakukan perjalanan dinas tidak diberi uang saku. Pengeluarannya saja diganti jika ada bon yang sah. Hanya saja ada barang-barang yang jika dibeli tak akan dapat ganti, misalnya rokok dan alkohol. Aturan begini diperlakukan secara ketat, ketahuan nyolong, bisa langsung dipecat. Semua pegawai mengetahui kalau pegawai yang rajin jalan-jalan itu malah sering nombok karena sering dipaksa beli oleh-oleh (ini juga tidak diganti) atau sulitnya dapat bon yang sah (naik becak, angkot atau ojeg, ya dari kocek sendiri).

Lantas nasib hadiah minuman yang mahal itu? ya harus diserahkan ke kantor juga, wong harganya di atas batas harga yang boleh diterima sebagai hadiah pribadi.

15 orang ikut ndobos

1

Gravatar

16 January 2007 15:02:15

yati

saat nego gaji kemaren di ’sono’, gw malah ditawarin nrima aja sesuai basic. katanya (sambil mbujukin), tar pasti lebih kaya dari hasil perjalanan dinas yang rata2 4x sebulan. lha…kirain cuma rombongan sirkus yg kek gitu…taunya…:p
apa saya yg sok idealis?

udah ditolak kan? jangan mau Co

2

Gravatar

16 January 2007 16:45:24

kenn

lha kan kategori hadiah bukan oleh2 ndoro, mosok dikasihke kantor juga…(lha kog aku sing frotes :D)

lain kali kalo ngasih saya di transfer aja ya budhe

3

Gravatar

16 January 2007 17:10:58

venus

wooohh, 38 %? sangar, bleh :P

lha kemaren situ nenggak alkohol buat mbersihin luka

4

Gravatar

16 January 2007 17:23:10

Hedi

Eman ya ga boleh dibawa…tapi kalo sampeyan berminat soal penggantian bon itu…gampang.

Ke bendungan hilir aja, di sana bikin bon jiplakan pinter banget je, bahkan bon hotel di belahan dunia mana aja di sana bisa :D

oooo ada museum bon ya di benhil?

5

Gravatar

16 January 2007 18:43:52

kangbas

waduh, baru tau sekarang. ternyata gambar / logo nenek sihir itu, merek pembuat minuman keras to. dulu ada teman yang punya gank, dikasih lambang persis seperti itu. tak tahunya gank mendem..

lha sampeyan kan anggota gank kakek sihir katanya

6

Gravatar

16 January 2007 20:41:44

unai

wah refot bener kalo smua harus ada notanya…jalanjalan terus dan nombok terus gpp kali..kan banyak uang juga heheh…apa kabar sir…?

banyak uang? wooo iya…ini mau pasang papan pengumuman “tutup, sudah kaya”  :D
kabar baik mbak…tengkleng sama nasi goreng masih ada kan?

7

Gravatar

16 January 2007 22:17:32

chocoluv

wah, disiplin banget,,, tapi ngga rugi to? wong ngga minum minuman keras… kecuali kalo dikirimin coklat, dan harus diserahkan ke kantor karna melebihi batas harga… whoa, itu jelas rugi :P

coklatnya diinjek-injek dulu…menurunkan harga  :D

8

Gravatar

16 January 2007 22:33:24

ndoro kakung

ada bungkusan mild seven ora yo? *berharap* …. halah :D

awal februari ndoro

9

Gravatar

16 January 2007 23:28:42

tito

yang bikin mabok cinta berapa persen?

tergantung foto  :D

10

Gravatar

17 January 2007 09:01:28

kawula alit

ojo ojo kuwi cemceman piyek doro israel dhe..?

doro diperes?

11

Gravatar

17 January 2007 12:11:40

joni jontor

kalo minum ini dijamin ga kena flu burung.
dbagi aja sama burung2 disekitar pakde..

flu burung nggak, mendem burung iya  :D

12

Gravatar

17 January 2007 13:55:35

soyuz

om, cuti ne kok yo suwi tho. enak tenan :D.

cuti itu enak tho?

13

Gravatar

17 January 2007 14:48:56

april

bon2 jln2 ke jogja kmrn dikumpulin ndak? kali2 ntar diganti

wooo iya ya … bon sarkem sekalian?

14

Gravatar

17 January 2007 14:49:17

bangsari

Pancene sampeyan wong sugih. mana ada orang miskin makan pake kuitansi?

wong sugih itu yang makan ndak peduli kuitansi, kayak sampeyan itu

15

Gravatar

17 January 2007 16:06:56

Blanthik Ayu

ngombe kui dijamin iso nyihir ra pakde??? hihihihi

ngombe dijamin nyinyir

Ikutan Ndobos

Ndobosan sebelumnya | Ndobosan selanjutnya