Paruh-sabit kurikuri
Pada saat menyaksikan sebuah film dokumenter, The Birds of Paradise, yang dibuat oleh kawan saya ini (pengakuan sepihak) pada tahun 1999, ada satu jenis burung yang meninggalkan kesan tersendiri bagi saya. Jika burung-burung lain yang ditampilkan dalam film tersebut berwarna-warni dan memiliki kemampuan menari yang luar biasa, burung yang satu ini berbeda. Burung gelap, begitu saya menamainya, anggun dan ada kesan menakutkan melihat gaya terbangnya yang seperti selembar kain sutra hitam lembut yang melayang ditiup angin. Paruh-sabit kurikuri (Epimachus fastuosus), adalah burung yang istimewa dari keluarga burung cendrawasih. Burung ini juga pernah diabadikan dalam bentuk prangko bernilai Rp. 175,- keluaran tahun 1983 dan diberi nama Cendrawasih Paruh-Sabit Hitam.
Warna tubuhnya gelap, paruhnya membengkok seperti sabit, dari sinilah nama burung ini dalam Bahasa Inggris berasal, Black Sicklebill. Bermukim di hutan-hutan pegunungan Papua pada ketinggian 1.300 hingga 2.500-an meter yang miskin cahaya, tidak mudah untuk menemukan burung yang satu ini. Warna bulunya yang gelap menyamarkannya dengan sangat baik di hutan yang nyaris gelap. Suara burung jantan yang keras, tajam menusuk tetapi mengalir adalah cara paling mudah untuk menemukan di mana burung ini berada.
Dalam keluarga cendrawasih, Paruh-sabit kurikuri adalah yang terbesar ukurannya. Burung jantannya dapat mencapai panjang lebih dari 1 meter, walaupun ukuran burung betinanya tidak sampai setengahnya. Belum banyak yang diketahui tentang burung gelap ini. Ada banyak lokasi di mana burung ini diperkirakan hidup, belum lagi terjangkau oleh para peneliti.
Bulu burung jantan yang panjang dan indah menjadi pengundang maut bagi pemiliknya. Perburuan untuk mendapatkan bulunya itulah yang mengancam para jantan yang telah dewasa, sementara betinanya yang berwarna coklat, tak dilirik oleh para pemburu. Perburuan ini, ditambah dengan mulai menghilangnya habitat yang cocok untuk burung ini, menjadikannya terdaftar sebagai salah satu jenis burung yang secara global terancam punah dengan status Rentan (Vulnerable).
Gambar diambil dari sini.
9 orang ikut ndobos
19 January 2007 01:42:08
tito
gambar burungnya asik sekali. ekornya yang dibuat melengkung ke depan bisa bikin kesan garang. Aslinya galak nggak?
19 January 2007 08:24:43
penyuka burung
Wah kalo burung yang ini saya ndak ahli, Pak Dhe.
19 January 2007 11:31:44
cenil
wah burungnya hitam, panjang, melengkung lagi…
suaranya tajam menusuk ki piye sir??klo denger bisa bikin klenger yah?
19 January 2007 11:38:13
kawula alit
kudune suarane ora tajam menusuk dhe.. wong cucuke koyo ngono kok.. sing bener tajam membacok.. ojo dibaleni klira klirune lho dhe..
19 January 2007 11:51:11
unai
wah ksian jah..bulunya diburu..coba kalo yang baca bulunya ikut diambil pasti deh plontosss…apa mau??
19 January 2007 16:04:22
Pailul
Sampeyan niku wiwit kapan tho kok doyan dolanan manuk
Ngato-atos ampun ngantos kesupen ngopeni manuke dewe pak dhe
macrocephalon=gede endase tho pak dhe
19 January 2007 22:17:27
Moes Jum
Kalo liat gambare manuk kuwi pasti gak iso miber … ha wong mlengkung lan kaku ngono koq … kekekekkekkk
20 January 2007 06:54:18
Burung
Dear Sir,
Setujukah kalo saya berspekulasi bahwa itu burung pasti suaranya ndak bagus. Saya berpegang pada teori bahwa burung itu punya kemiripan dengan cewek: makin cantik biasanya makin jelek suaranya, sebaliknya makin merdu suaranya makin gak menarik bulunya.
burung item panjang melengkung, hihi
20 January 2007 17:32:09
Hedi
Keren banget, paruhnya top markotop. Sampeyan aja yang bikin peneltian Sir, biar ngetop seperti kawannya itu lho