1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

iPod Nuklir

Sembari menikmati jatah kopi di pagi hari, mari baca-baca berita. Ada apa dengan dunia. Sebuah kegiatan yang menyenangkan. Itu jadwal rutin saya saja untuk memulai aktivitas hari, baik hari kerja maupun hari libur. Ada beberapa situs berita yang rajin saya sambangi dan salah satunya adalah BBC. Salah satu judul berita yang tersaji hari ini sangat mengundang rasa ingin tahu. “Cognac and iPod ban for N Korea” begitu tulisnya. Lha apa hubungannya cognac dengan iPod dan Korea Utara?

Berita itu mengabarkan bahwa “hukuman” tersebut diberikan karena Korea Utara dianggap bandel dengan terus melakukan uji coba bom nuklirnya. Lebih spesifik lagi hal tersebut ditujukan kepada kaum dari kalangan atas di Korea Utara yang konon kabarnya menikmati hidup mewah walaupun negaranya sedang dilanda kemiskinan yang parah. Jika sampeyan ingin tahu lebih rinci tentang berita tersebut, silahkan lihat di sini.

Perkara ada negara yang tidak suka dengan negara lain ya jamak saja. Jika lantas yang tidak suka itu tidak mau jual barangnya ke negara yang tidak disukainya, itu juga urusan dia. Hanya saja dalam kasus ini menjadi menarik karena pilihan jenis barangnya. Jika alasan pemilihannya agar ada “kesengsaraan” di kalangan elit Korea Utara karena tidak bisa mendengarkan lagu dengan menggunakan iPod sembari menenggak cognac sampai konak, maka keluaran yang diharapkan adalah adanya tekanan dari kalangan elit ini untuk menghentikan uji nuklir negaranya.

Sama dengan menghukum anak kecil, kalau tidak mau mandi maka tidak boleh nonton karttun. Tidak ada hubungan langsung antara kartun dengan mandi Sama halnya dengan tidak ada hubungan langsung antara iPod dan alkohol dengan plutonium.

Lantas apakah “hukuman” tersebut akan menjamin patuhnya Korea Utara? Masih harus dilihat. Atau malah mereka akan semakin gencar melakukan uji coba karena waktu yang biasanya dipakai untuk mainan iPod sekarang jadi lowong dan lagi pula waktu mabuknya sudah berkurang. Mainan gadget ndak boleh, mendhem ndak boleh juga …. bikin bom aaaaah.

7 orang ikut ndobos

1

27 January 2007 20:08:18

Herman Saksono

Memangnya orang Korut suka iPod. Bukankah Korut itu komunis? Emang komunitas komunis mampu beli ipod? :P

*belagu mode on*

beli satu, dipake rame-rame…guyub

2

27 January 2007 21:45:35

bagonk

hmm… sebegitu tinggikah ‘derajat’ ipod? wekekeke… :)

kalau tinggi itu meter, kalau derajat itu suhu  :D

3

28 January 2007 00:09:00

mariskova

Saya ndak ngerti soal ipod. Anak sekolahan gak sanggup beli. Sama kayak orang2 korut :D
Sayah mo ngomentarin jatah kopi paginya itu loooh. Masih di kedai kopi ijo di sebelah Shinjuku Eki? :)

kedai yang nyaman di pintu selatan :D

4

28 January 2007 00:26:44

yati

“Mainan gadget ndak boleh, mendhem ndak boleh juga …. bikin bom aaaaah. ”

eh? hati2….tar ga dibolehin ngeblog lho….

amrik kekanakan, silit deh :p bikin nuklir juga sono

soal silit di tulisan selanjutnya  :D

5

28 January 2007 00:32:48

venus

ah, untungnya saya gak termasuk gadget freak. jadi kalo ga boleh pake iPod ya balik ke radio transistor aja :D

radio dua ban, ndengerin sandiwara radio yang mana mbok?

6

28 January 2007 10:47:06

ndoro kakung

bojoku juga lagi pengen dibeliin iPod, tuh. tapi kularang karena larang regane … :D

suami yang kikir

7

28 January 2007 16:33:06

kikie

mungkin mereka nanti malah bikin gadget MP3 player bermuatan dalam satuan gigabyte sendiri.

ah masih ada zen atau zune 8) *loh*

mp3 player bertenaga nuklir

Ikutan Ndobos

|