Jan 16 2007 - 13:27
Hari pertama masuk kantor lagi di Tokyo setelah cuti panjang. Ada tumpukan kertas menggunung di meja. Tidak menarik. Lha … ada bungkusan paket, nama saya tercantum sebagai yang dikirimi, seorang kawan dari Israel yang mengirimnya. Segera dibuka. Sebuah bingkisan yang lumayan mahal harganya, saya terima dengan senang hati sembari tergelak dan senyum-senyum, tetapi tak bisa dimiliki.
Continue Reading
16 Comments
Jan 14 2007 - 22:32
Sejak tahun-tahun akhir jaman mahasiswa dahulu saya jarang sekali berpangkas di kedai pangkas. Biasanya yang memangkas rambut saya jika sudah mulai seperti mayang terurai itu ya teman-teman saja, dan sejak menikah, istri saya yang melakukannya. Soal kenyamanan dan kemudahan saja sebenarnya. Pada saat saya tinggal di Inggris dan lalu Jepang, masalahnya bertambah, soal mahalnya pangkas di kedai pangkas. Selain potongan masa kini juga tidak cocok dengan selera, saya memang berselera kuno.
Continue Reading
23 Comments
Jan 12 2007 - 20:56
Secarik kertas dijejalkan setengah paksa dari celah jendela mobil di pintu gerbang tol Pasteur, Bandung. Selebaran iklan pelangsing-penurun-penaik berat badan. Namanya juga iklan maksa, janji-janjinya juga entah benar entah tidak. “Berat Badan Ideal. Tanpa Olah Raga. Tanpa Diet Ketat. Dengan Stamina Prima. Serta Kesehatan Optimal” begitu tulisnya. Masih ada tambahannya “SEHAT yang utama, LANGSING mengikuti”. Lantas di pojok kiri atas kertas mini berwarna-warni itu juga ditulis “Turun / Naik 3 - 30 kg”. Mungkin maksudnya, bagi yang berat badannya berlebih bisa turun, yang kurang bisa naik. Celakanya, jika terbalik.
Continue Reading
20 Comments
Jan 12 2007 - 03:26
Seribu Intan nomer 14
Sang jantan yang sedang dilanda birahi hebat, menari dahsyat untuk memikat betina di padang terbuka. Semua bulu ekornya yang hijau gemerlap mekar. Jambulnya tegak berdiri, gagah, bisa membuat iri pejambul tersohor sekelas Kopral Jono sekalipun. Mukanya seperti berpupur medok dengan aksen warna hitam di sekitar mata dan warna kuning cerah di sekitar kupingnya. Ayam besar yang cantik. Merak hijau (Pavo muticus) harus diakui layak untuk dijadikan sebagai salah satu burung paling cantik di dunia.
Burung cantik ini dahulu memiliki daerah sebaran yang luas di C(h)ina, India, Bangladesh, Myanmar, Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam, Malaysia dan Indonesia. Saat ini jumlahnya makin menyusut, daerah sebarannya makin sempit, di C(h)ina saat ini mungkin hanya tersisa di Propinsi Yunnan. Bahkan burung ini mungkin sudah punah di Malaysia dan Bangladesh.
Continue Reading
12 Comments
Jan 11 2007 - 10:04
Apotik berjalan yang mestinya hidup, begitu saya mengistilahi penjaja jamu gendong. Ada yang memanggilnya mbok jamu, dalam istilah saya yang lain saya lebih suka menyebutnya mbak jamu. Pengistilahan yang memberikan kesan muda, energik, seger dan keayuan alami. Di tengah maraknya penjualan produk supplement, jamu gendong masih hadir. Karena mereka punya konsumen tersendiri, yang belum digarap habis oleh produk supplement modern, begitu kata seorang teman.
Dahulu mbak jamu memakai kebaya, pake jarik, sanggulan. Jamunya diwadahi dalam botol-botol kaca yang disimpan dalam bakul dari anyaman bambu yang digendong dengan bantuan selembar kain. Tidak lupa mbak jamu menenteng ember kecil berisi air untuk mencuci gelas bekas pakai.
Mengikuti laju perubahan jaman, “kemasan” mbak jamu juga mulai ada yang berubah. Mungkin karena kebaya dirasa kurang praktis, pakaian dinasnya lantas berganti dengan pakaian kasual saja. Konsumennya tetap sama, pun cara menyajikannya. Jika ada yang berubah dari ragam dagangannya maka itu lebih bersifat tambahan. Beberapa penjual jamu gendong juga menjual jamu yang telah dikemas secara masa kini yang dihasilkan oleh pabrik-pabrik jamu mapan. Maka selain sampeyan dapat memesan jamu beras kencur dan jamu kunyit asem, sampeyan juga dapat memesan jamu galian putri montok atau jamu anton-anton muda.
Continue Reading
24 Comments