Kasuari gelambar-tunggal
Bintang minggu ini adalah burung yang tubuhnya besar, ndak bisa terbang, bisanya hanya jalan-jalan dan lari-lari. Mirip saya, (mulai) berbadan besar, ndak bisa terbang, hobi jalan-jalan dan lari-lari dari kenyataan hidup. Selain itu, burung satu ini dikenal sebagai penendang luar biasa. Tendangannya itulah senjatanya untuk mepertahankan diri. Apa sampeyan pernah disepak kuda? Kalau sudah, sesekali bisa mencoba minta disepak burung yang satu ini … sekedar membandingkan. Kalau belum, ya coba disepak kuda dulu, lantas rasakan bedanya dengan disepak burung yang satu ini.
Kasuari gelambir-tunggal (Casuarius unappendiculatus) hidup di Indonesia dan Papua New Guinea. Daerah sebarannya di Pulau Papua adalah di bagian Utara pulau ini dan dari sinilah nama Inggrisnya berasal, Northern Cassowary. Selain menghuni daratan utama Pulau Papua, burung ini juga terdapat di Pulau Yapen, Batanta dan Salawati, masih dekat-dekat Papua juga.
Walaupun badannya besar, sehingga mestinya mudah dilihat untuk diteliti, tidak banyak yang diketahui mengenai burung ini. Tidak seperti saudaranya Southern Cassowary (Casuarius casuarius) yang lebih banyak diketahui cara hidupnya. Hanya saja diketahui bahwa burung ini hidup di hutan dataran rendah termasuk di hutan-hutan rawa.
Kasuari gelambir-tunggal adalah pemakan buah. Lha, karena sampai sekarang burung ini belum bisa mengupas buah sebelum dimakan, maka buah santapannya itu ya ditelan saja semua, termasuk biji-bijinya. Selain itu, karena burung ini tidak mengenal istilah jamban, ya neleknya mengikuti hasrat saja, mak crot di mana-mana. Bagusnya dari sifat ini, biji-biji yang tidak tercerna ikut keluar bersama kotoran dan bisa tumbuh jauh dari induknya. Penyebar biji, begitu Kasuari dikenal. Sangat penting peran Kasuari dalam menjaga kelangsungan hidup hutan.
Hanya saja, Kasuari gemabir-tunggal juga diburu, enak dagingnya kata yang pernah menyantapnya. Selain itu bulu, dan tulangnya memiliki nilai yang tinggi sebagai hiasan. Bahkan telurnyapun dijadikan hiasan, setelah diberi ukiran. Perburuanlah yang menjadi musuh besar Kasuari gelambir-tunggal saat ini. Karena hal ini pula, burung ini dikategorikan sebagai jenis burung yang terancam punah dengan status Rentan (Vulnerable).
Gambar diambil dari sini.
10 orang ikut ndobos
16 February 2007 11:33:06
pitik
Itu bulunya di buat hiasa kepalanya kepala2 suku di Irian itu bukan?
16 February 2007 13:23:49
kawula alit
wah dirica iso dadi pakanan wong sak kampung ya dhe..?
16 February 2007 14:43:46
diditjogja
lha Sir?! kok ndak dijelaskan nih kewan tinggal dimaa aja?
jangan2 tinggal di Bogor juga?
xixixixixixixi
16 February 2007 16:03:35
yati
Mirip saya, (mulai) berbadan besar, ndak bisa terbang, hobi jalan-jalan dan lari-lari dari kenyataan hidup…
yakin deh, kalo kasuari ini baca, pasti bakal protes, nda rela disama2in…
16 February 2007 18:33:20
escoret
satwa burung ??? ga bisa terbang..???
Klo kalkun itu sejenis burung bukan De..??
ee..suka bulunya ndak papa tho?
buat bikin sulak cocok…!!!
bukan sulak pondoh lho..
16 February 2007 18:48:46
Pailul
Nyuwun tanglet pak dhe.
Bedanipun Kasuari kalian Emu niku nopo
Kok ketingalipun sami mawon
16 February 2007 19:56:24
kikie
pak.. jadi mikir, contoh burung yang buang airnya nggak mak crot kemana-mana itu apa ya? :D;
*pernah hampir disemprot elang di taman burung*
20 February 2007 19:45:26
De'Tiz
…mana gelambirnya? … kok gak kliatan ada yang bergelambir?
07 March 2007 18:41:10
adiez
Wah, wah…pak Ndobos, saya jadi salut dgn pengetahuannya ttg jenis ‘burung’ di negara kita.. Hebatz.!
btw, suka travelling yaa…
02 February 2008 11:43:19
JAKA
Mbah, nyuwun pirsa, njenengan nggih nate ngrasakne di tendhang..?