Bandara Raba-Raba
Beberapa bulan yang lalu saya berlibur ke Yogja bersama anak-anak saya dan Nana, sampai-sampai disangka Nana itu istri saya (untung di saya, apes di Nana). Tapi kali ini saya ndak ndobos soal salah sangka itu, saya ingin mulai ndobos kali ini dengan jalan yang melingkar-lingkar. Kisahnya, ketika kami hendak keluar dari Candi Borobudur jalannya melingkar-lingkar melewati pasar oleh-oleh. Saya pikir, inilah jalan mlungker paling panjang yang pernah saya lewati. Ternyata jalan mbundet itu ndak ada apa-apanya. Kemarin itu ada sebuah jalan mlintir, yang terjadi karena ada antrian paling lama yang pernah saya tempuh.
Sebuah bandar udara antar bangsa, pada saat jam sibuk, beberapa ribu orang antri untuk masuk terminal bandar udara yang hanya membuka tiga buah pintu masuk. Karena di pintu ada pemeriksaan keamanan maka antrian yang terjadi luar biasa panjangnya. Dari mulai saya berdiri ngantri sampai akhirnya bisa masuk ke dalam terminal menghabiskan waktu nyaris satu setengah jam. Tentu saja barisan antrian tidak lurus, tapi diputar-putar untuk menghemat tempat. Ninoy Aquino International Airport (NAIA) bukanlah bandar udara favorit saya. Jika sampeyan prihatin melihat keadaan Bandara Soekarno-Hatta, maka di NAIA keprihatinan bisa ditambahi dengan sumpah serapah.
Bandar udara antar bangsa sering dianalogikan sebagai wajah sebuah negara. Tidak heran jika banyak negara lantas membenahi bandar udaranya agar menjadi tempat yang nyaman. Thailand sudah mulai memindahkan penerbangan antar bangsanya ke bandar udara baru, Swarnabhumi, karena Don Muang sudah dianggap tidak lagi layak. Ada pekerjaan besar untuk memperluas bandar udara Changi di Singapura, Narita di Tokyo dan Heathrow di Inggris. Kai Tak di Hong Kong sudah tutup, diganti dengan Chek Lap Kok seperti halnya pemindahan Subang ke Kuala Lumpur International Airport.
Tidak bisa dipungkiri arus penumpang udara di banyak negara terus bertambah. Pesawat udara yang digunakan juga makin lama makin besar. Persaingan usaha dalam bisnis angkutan udara juga makin tajam, sehingga perusahaan penerbangan lantas berlomba-lomba untuk bersaing baik dalam harga tiket maupun dalam hal kenyamanan. Urusan kenyamanan inilah yang berimbas langsung pada penataan bandar udara. Jika bandar udara tidak nyaman, perusahaan penerbangan akan mengalihkan rutenya. Menurunkan biaya parkir pesawat semata belum tentu akan mengundang perusahaan penerbangan mau mendaratkan pesawatnya di bandar udara itu.
Membuat penumpang betah selagi menunggu penerbangannya adalah tantangan bagi pengelola bandar udara. Fasilitas bagi kenyamanan penumpang lantas digenjot untuk mendongkrak daya saing. Membuat ruang terbuka di bandara dan menanaminya dengan bunga matahari dilakukan oleh Changi, selain menyediakan bioskop mini gratis, internet gratis atau tempat bermain game elektronik yang juga gratis. Kebun bunga matahari ini menjadi salah satu tempat nongkrong kegemaran saya. Sementara di bandara yang sama, ndoro kakung lebih menyukai nongkrong di kolam renang. Kawan lain lebih menyukai kolam ikan koi atau sekedar cuci mata di deretan toko bebas cukai.
Begitulah bandar udara, dunia boleh saja semakin terasa kecil karena pesatnya pertumbuhan transportasi udara, tetapi bandar udara belomba untuk membuat tempatnya terasa lega. Jika keamanan dirasa perlu ditingkatkan, toh tidak harus dengan memajang pengumuman adanya biaya tambahan P200 untuk peningkatan keamanan yang harus dibayarkan penumpang setelah ngantri satu setengah jam untuk diperiksa, sementara cara pemeriksaannya malah terasa usang … pakai acara wajib buka sepatu, ikat pinggang dan diraba-raba, seperti di NAIA.
24 orang ikut ndobos
17 February 2007 05:39:47
Anang
pertamax…!! komen dulu baru baca…
17 February 2007 08:28:42
Goio
… sampai-sampai disangka Nana itu istri saya (untung di saya, apes di Nana)….
aku tambahkan pakde, …(untung di saya, apes di nana, dan apes di istri saya)… … emangnya enak dimadu? hehehehe
17 February 2007 09:24:18
jeng endang
mungkin rabaan itu paling ampuh, susah buat diboongi mas….ayo, ngeraba…
17 February 2007 13:39:07
kenny
klo aku suka tempat yg bebas tax nya itu lho sir…:D.
wah…jadi in get waktu ngeceng di bunga matahari situ
17 February 2007 13:42:46
kawula alit
yang ngraba pakdhe ayu ora…
17 February 2007 15:10:20
Rara
hayahhh.. kebun bunga matahari-nya ada di sebelah kolam renang kan?? he,he..
ck,ck. ndoro ternyata pecinta kolam renang.. ndoro mo nge-net sambil brenang ya.. hi,hi,
17 February 2007 16:54:24
yati
diraba? ga canggih amat
17 February 2007 20:11:34
mariskova
Seinget saya, Pak Dhe udah pernah misuh2 ttg Manila ini. Masih nekat kesitu to? Gak mlingker ke Paris dulu gitu?
17 February 2007 20:49:54
Pailul
Bandara raba-raba; maksud pakdhe sesama calon penumpang harus saling meraba gitu ya pak dhe? Pantesan sampeyan beli tiket sampai dobel.
18 February 2007 08:56:13
tito
kok kalimat pembukanya itu :D. Maafkan simbah saya, ya
18 February 2007 10:24:58
Hedi
ngomong² soal bandara, gimana kabar bandara di Jepang yang dibangun di atas laut itu? udah jadi apa belum ya….konon paling besar di dunia, bener ga?
18 February 2007 12:08:06
diditjogja
kok kabeh pelayanan transportasi mbok kritik to pakde, dari plesteran pesawat, suk-suk an di pesawat, saiki bandara ne mbok sengeni!!
oalah sir..sir….
18 February 2007 14:52:46
venus
lha kok gak ada cerita tentang cewe cantik yang ketemu di bandara kemaren? takut kebaca permaisuri ya?
18 February 2007 19:46:39
de
tak ada yang bisa melebihi kepekaan kulit. Jadi raba-raba tetap perlu. Enak jeeee
19 February 2007 00:46:34
nananias
hihihihi…
dan di labirin borobudur itu kita melihat orang2 menjemur botol aqua yang masih berisi di atas atap tempat jualannya. kira-kira buat apa ya?
19 February 2007 14:23:39
atta
aku juga suka kebun bunga matahari ituuu
pernah hampir telat karena terlalu asyik motret
dududududu
19 February 2007 15:35:49
ndoro kakung
sebagai mantan atlet renang nasional, saya memang lebih suka nongkrong di kolam renang ketimbang belanja-belinji …
19 February 2007 22:40:25
Moes Jum
bandara sing paling enak itu yaa bandara Timika … tapi cocoknya mung kanggo Pitik sama Bebek, soale dikrangkeng … hehehe
20 February 2007 06:26:20
dendi
belum pernah ke luar nagari
20 February 2007 06:38:25
Yoki
Huuuhhh International airport entry di US Sucxxx soale pasti di skreening “special registration!” karena dari Indonesa huuuuhh
20 February 2007 13:15:01
adipati kademangan
ternyata masih ada yang melebihi endonesa. sampe sampeyan misuh-misuh ya hahahahaha….
Di endonesa apa sich yang gak ada. Indonesa kok dilawan
endonesa … endonesa
20 February 2007 19:44:22
De'Tiz
hihihi… Mas Mbilung di raba-raba…kok gak kumat gelinya? Biasanya kalo geli suka tiba-tiba ngeluarin jurus maut yg menggelikan….Kan bisa bikin terkapar Mas2 gagah yang ngeraba-raba….
23 February 2007 15:26:55
april
knapa judulnya pake raba2?
26 February 2007 11:49:25
oRiDo
bener tuh.. pelayanan bagi konsumen bandara mesti di tambah, biar nunggu gak bikin capek..
tapi efeknya bisa mengakibatkan orang2 keenakan ampe lupa klo mo brangkat, jd nya ketinggalan psawat dah..
biar gak kjadian gitu, gmn klo calon pnumpang dikasih (baca: dipinjemin) tiket digital/electric, yang bisa bergetar (klo pesawat udh siap) ato memberikan informasi keberangkatan pesawat yg akan di tumpanginya??