1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Trinil nordmann

Seribu Intan nomer 19

Bayangkan satu jenis burung yang daerah sebarannya begitu luas. Berkembang biak di hutan-hutan pantai Russia bagian Timur dan pada saat daerah itu dilanda musim dingin mereka berpindah ke Selatan melintasi negara-negara Korea Utara, Korea Selatan, Jepang, Cina, Taiwan, India, Nepal, Bangladesh, Sri Lanka, Myanmar, Thailand, Kamboja, Viet Nam, Philippina, Malaysia dan Indonesia. Jauh juga klayabannya burung satu ini. Lautan, gunung, lembah semua dilalui. Luar biasa untuk burung berukuran sedang-sedang saja (30-an cm).

Trinil nordmann (Tringa guttifer) adalah bintang minggu ini. Tidak ada yang istimewa dari penampilan luarnya, kakinya kuning dan panjang, paruhnya juga begitu, sementara warna tubuhnya nyaris tidak ada “istimewanya”. Hanya saja, burung biasa-biasa saja ini menyimpan tenaga begitu besar sehingga dia mampu terbang ke banyak tempat yang jauh dari tempatnya berkembang biak.

Di Indonesia keberadaan jenis ini masih sangat sedikit diketahui. Ada beberapa catatan perjumpaan dari Pantai Timur Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Buton dan yang terbaru dari Jawa, hanya satu ekor saja. Tidak sebagaimana penemuan jenis-jenis hewan langka lainnya, penemuan jenis burung ini di Jawa dilakukan oleh anak-anak muda Indonesia. Lokasinya di delta Sungai Progo, Pantai Trisik, Yogjakarta pada tanggal 1 Desember 2006 yang lalu. Lantas, apakah penemuan sebesar ini banyak diketahui umum? Ya tidak juga, siapa yang tertarik ngomong dengan peneliti bukan selebritis begini. Saya sendiri hanya merayakan penemuan ini dengan jingkrak-jingkrak sendirian.

Apa istimewanya burung kecil ndak bagus ini? Jumlahnya sangat sedikit, dimasukkan dalam daftar jenis burung terancam punah dengan status Genting (Endangered). Selain itu, kelakuan burung ini di luar daerahnya berkembang biak sangat sedikit diketahui. Menemukan burung ini di luar daerah berkembang biaknya adalah hal yang sangat istimewa.

Apa pasal mereka terancam punah. Klasik saja, tempat hidupnya diutak-atik manusia. Pengembangan wilayah pantai yang serampangan menyebabkan burung ini kehilangan tempat mangkalnya. Hal ini tejadi di mana-mana. Belum lagi masalah perburuan dengan menggunakan anjing, para penggembala Rusa kutub dan turis yang terjadi di Russia sana. Selain itu, burung ini juga memiliki musuh alami, burung gagak.

Foto oleh Iwan Londo – Anak Burung / Sahabat Burung Indonesia.

12 orang ikut ndobos

1

23 February 2007 15:54:51

yati

kesian banget ya….hidupnya pasti sepi… :d

kayak siapa ya?

2

23 February 2007 16:57:36

trie

namanya kog seperti nama tokoh sandiwara radio tempo dulu ya..trinil.

kelompok sandiwara radio mana mbak? sanggar cerita?

3

23 February 2007 16:58:31

kawula alit

koyo bebek rupane, koyo puter awake lan warnane, ojo ojo aeline peranakan bebek karo puter dhe..?

bebek muter-muter?

4

23 February 2007 17:29:22

Rara

Semenjak merebaknya kasus H5N1, saya dan mungkin juga pecinta burung, kok berasa ngga sreg deket2 burung..

D sekolah Raul ada lahan yg dimanfaatkan untuk ‘little zoo’ yg diisi dengan segala macam burung.. Na… sya kemaren malah minta sekolah untuk memusnahkan burung2 peliharaan itu.. Saya pikir, cari amannya lah.. takut menularkan flu burung..

Jadi, bagaimana dgn para pecinta burung seperti pakde, menanggapi pemusnahan burung akhir2 ini..

ya sedih, sekaligus ngeri, main hantam aja ya … wong yang ada itu flu ayam kok. burung itu tempatnya ya di alam bebas.

5

23 February 2007 18:37:55

iway

sama kaya TRI, namanya mengingatkan pada sandiwara horor tahun 80-an waktu saya masih di solo :D

kunTRIlanak?

6

23 February 2007 20:27:31

diditjogja

hah!! trisik?!!
kampung halamannnn simbahh!!!

apa sana termasuk NDESO ya Pakde? sehingga masih dianggap belum tersentuh tangan jahil manusainya?! ato manusia sana yang gak bisa ngutak-utik alam sehingga burung ini dateng ke tempat orang bodo?

ah mbuhlah!

burungnya merasa aman di situ …. begitu saja

7

23 February 2007 23:43:42

Dee

Seandainya….. para pecinta flora/fauna- lingkungan hidup diberi ruang gerak yang cukup dan para penemu diberi atensi yang baik dan hasil penemuan ditanggapi baik oleh kita semua, kali manusia Indonesia jadi arif dan terhindar dari akibat terburuk dari suatu kejadian alam….

mbok jangan berandai-andai terus …

8

24 February 2007 11:20:47

Didi

lah nek ono manuk si jarene mulih tapi tetep mlebar mleber rono rene ki manuk’ e sopo???

manuk mbeling

9

24 February 2007 11:47:04

tito

selamaat, nemu trisik di trinil, eh trinil di trisik. :D. Tadi aku salah komen ini di tempat ndoro. Ben ah., hihiihihihi

lha saya ini ndoro yang aseli … yang sana itu palsu   :D

10

24 February 2007 14:50:28

ikankoi

ini ndobos ga boss??? semoga saja kali ini tidak ndobos ya bos…kebanyakan ndobos ntar dosanya ga bisa dihapus lho bos..

ndobos dosa ya?   :(

11

26 February 2007 15:46:32

meiy

musuh paling mengerikan tetap manusia tokh mas…met berburung ria lagi mas…aku ikuti serinya :D

ho oh   :(

12

15 April 2009 11:19:18

vivi

mw tny dunkzz…trinil sm kedidi tu sama ga c???dtguu jwbnx.

Ikutan Ndobos

|