1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Kuburan

Sembari mengantar istri ke kantor, mendengarkan radio di mobil sudah merupakan kebiasaan. Stasiun radio yang didengarkan ya kegemarannya istri saya, lha wong tangannya bebas kok, saya sibuk dengan stang bulet. Topik perbincangan pagi itu di radio adalah soal masa depan yang sudah jelas. Soal mati, pemakaman … kuburan.

Kuburan itu identik dengan yang seram-seram, ada kengerian ada hantu, pas untuk lokasi pengambilan sinetron demit. Gambaran itulah yang hendak diubah oleh sang pengusaha pemakaman. Maka dalam perbincangan pagi itu, suasana yang digambarkan tentang kuburan satu ini adalah suasana keindahan, ayem dan romantis. Lha bagaimana tidak, lokasinya ditata seperti taman indah dengan hamparan tanah berbukit-bukit, lengkap dengan danau yang juga bisa dipakai untuk berdayung-dayung sampan. Tidak ketinggalan pula disediakan gedung serba guna serta restoran bersuasana romantis, dengan pemandangan lepas ke kuburan.

Gedung serba guna? lho iya, itu gedung dapat dipakai untuk berbagai acara selain tentunya acara pemakaman itu sendiri. Lantas saya membayangkan, apa ndak elok itu melangsungkan acara pernikahan dan ulang tahun di gedung serba guna tersebut atau sekedar makam malam romantis bersama pasangan sembari menatap masa depan.

Di tengah sulitnya mencari tanah untuk pemakaman, bisnis kuburan begini memang menarik. Apalagi jika yang ditawarkan adalah paket yang dapat membuat tentram hati keluarga yang ditinggalkan. Dari mulai acara pemakamannya sendiri, perawatan makam, jaminan makam tidak akan ditumpuk-tumpuk hingga kepastian status hukum tanah kuburan tersebut. Setiap makam diberi sertifikat HGB, begitu menurut pengelola kuburan itu. Entah apa yang hendak dibangun di atas tanah sempit itu sehingga diberi sertifikat HGB, atau mungkin yang dimaksud HGB adalah Hak Guna Benam.

Sampeyan berminat? Harga yang ditawarkan memang relatif tidak murah, mulai dari 3,2 juta per makam hingga 30 juta per meter persegi, bisa dicicil 12 hingga 50 kali. Lantas, bagaimana jika cicilan belum lunas tetapi tanah sepetak itu sudah harus digunakan? wooo, ada asuransinya ternyata.

Ditinggalkan orang tercinta memang berat, mesti iklas, begitu kata petuah yang pernah saya dengar. Karena badai pasti berlalu dan yang ditinggalkan masih harus menjalani hidup. Acara bincang-bincang itu lantas diselingi dengan lagu lawas kesukaan saya, Badai Pasti Berlalu. Hanya saja yang nyanyi bikin hati kecewa, menye-menye ndak gagah serta tegar seperti jika dinyanyikan oleh  Berlian. Ndak sesuai dengan tema perbincangan, bahwa kematian sebaiknya disikapi dengan tegar.

Tambahan: saya dan keluarga turut berbelasungkawa atas berpulangnya adik Mbak Dian, doa dari kami mengiringi kepergiannya.

19 orang ikut ndobos

1

28 February 2007 11:51:29

fitri mohan

gedung serba guna? kalo malam tertentu gitu dipake buat “pesta dari dunia lain” mungkin ya…

2

28 February 2007 11:56:25

evi

kalo tidak salah taman pemakaman itu yg didaerah kerawang ya Dhe…?
yang ditawarkan oleh salah satu group perusahaan properti besar.

kalo meninggal mending di makamkan di kampung halaman deket Ibunda, gratis lagi….

3

28 February 2007 12:03:50

evi

sorry Dhe, maksudnya kalo saya yg meninggal loh.

4

28 February 2007 12:45:32

Pailul

Kalau saya mau beli setengah meter persegi saja boleh nggak ya?
Tolong pak dhe tanyakan pada boss nya developer itu, khan pak dhe kenal deket sama dia.
Soalnya saya pinginnya kalau harus dikubur posisi berdiri saja dan pakai kaca tebal sehingga tetep bisa melihat pemandangan danau itu lho, kan asyik kan.
Nggo medheni bocah-bocah.

5

28 February 2007 14:59:46

ndoro kakung

aku pernah nulis soal pemakaman itu di sini. pertanyaanku: apakah di san diego hills memorial parks and funeral home itu juga ada orang bakar kemenyan?

6

28 February 2007 15:36:36

kenny

oalah….repot tenan seiki, hidup butuh biaya, matipun perlu biaya :D

7

28 February 2007 16:08:31

yati

oh…kompleks makam mewah itu? mungkin hiburan juga ya, biar kematian ga jadi menakutkan. tapi gedung serba guna…buat pesta paan yak?

8

28 February 2007 16:50:30

thestoopid

kmaren, saya baca berita, ada pasangan, tapi saya lupa di negara mana, yg lagi hunting kuburan… mereka mo nikah tapi di kuburan..

pas dapet sebuah kuburan, yg jaga kuburan malah geleng2 kepala, “ide yg aneeeh!”

akhirnya mereka ngaku, sebenarnya alesan mereka bikin resepesi di kuburan buat ngenang pertemuan awal mereka, yaitu di kuburan, dan kencan2 mereka, dan di kuburan juga
ckckckck….

mungkin besok akan rame tren2 seperti ini? gimana? berminat/

9

28 February 2007 18:04:00

adipati kademangan

aku kok malah kasihan sama setan pocong, wewegombel, mak lapir dan jerangkong hidup beserta teman2nya yang laen. mereka tidak diberi tempat. Kuburan yang selama ini (katanya) menjadi tempat berkumpul mereka menjadi ramai, tidak menyeramkan lagi. Trus akan pindah kemana mereka ?

10

28 February 2007 18:10:53

Rara

Nanti kalo lahan dah makin ciut.. cemetery park bisa jadi cemetery apartment..

*kok saya ndak bisa mbengok di kotak durhaka itu..* kenapa? kenapa?? kenapa??? he,he,

11

28 February 2007 19:16:46

mariskova

yg paranoid sama tpt tertutup spt saya harus panjer kuburan brapa hektar ya?

12

28 February 2007 21:25:42

bebek

secara tanah kuburan sekarang susah didapat, kayaknya mulai dini mesti dipersiapkan tuh…

13

28 February 2007 23:22:28

anakperi

mati itu suakit tenan lho, Yang….
lha wong kesandung aja sakitnya udah setengah mati….

14

28 February 2007 23:58:01

unai

Pak, kalo dah padat..bisa kali dikubur berdiri, ngirit tempat kan?

15

01 March 2007 00:17:44

Hedi

waktu hidup, cari rumah susahnya setengah mati. Giliran sudah mati sama aja, susah setengah hidup.

16

01 March 2007 08:38:50

de

Dikubur posisi berdiri aja. Lebih hemat tempat.

17

01 March 2007 11:36:37

venus

kenapa sih pada ngomongin kuburan? nakut2in ajah :D

18

01 March 2007 17:46:44

trie

sama kaya’ komen waktu di tempat ndoro, saya kog gak respect sama mereka2 itu yg mati aja masih mo nunjukin arogannya..mbok kebanyakan duwit ki di sumbang buat yg gak bisa beli beras. wong mati ki gak ngowo po2.
lagian kesian tuh demit2 mo tinggal dimana lagi? heheee

19

20 June 2007 10:11:33

dableg

kubur mending jangan sendiri2 mending ditumpuk aja dengan yang lama sekali.khan bisa tukar pengalaman ketika dicambukin malaikat dan cerita tentang sakitnya waktu dicabut nyawanya.hehehe…makin banyak satu liang amkin anget tuh cerita….itung2 sambil nunggu hari kianmat

Ikutan Ndobos

|