1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Archive for February, 2007

Harapan

Gantungkanlah harapanmu di bintang, setinggi langit, begitu nasehat yang pernah saya dengar. Di sebuah kuil Shinto di Jepang sampeyan diharapkan tidak ke langit atau ke bintang untuk menggantung harapan. Sebuah pohon ginko yang sudah tua, dipagar kayu dan di pagar tersebut terdapat gantungan di mana sampeyan bisa menggantung harapan. Caranya …. beli sebilah papan untuk menuliskan harapan di toko jimat di kompleks kuil, tulis harapan dengan spidol yang sudah disediakan, gantungkan di pagar itu.

Continue Reading 17 Comments

Bandara Raba-Raba

Beberapa bulan yang lalu saya berlibur ke Yogja bersama anak-anak saya dan Nana, sampai-sampai disangka Nana itu istri saya (untung di saya, apes di Nana). Tapi kali ini saya ndak ndobos soal salah sangka itu, saya ingin mulai ndobos kali ini dengan jalan yang melingkar-lingkar. Kisahnya, ketika kami hendak keluar dari Candi Borobudur jalannya melingkar-lingkar melewati pasar oleh-oleh. Saya pikir, inilah jalan mlungker paling panjang yang pernah saya lewati. Ternyata jalan mbundet itu ndak ada apa-apanya. Kemarin itu ada sebuah jalan mlintir, yang terjadi karena ada antrian paling lama yang pernah saya tempuh.

Continue Reading 25 Comments

Kasuari gelambir-tunggal

Seribu Intan nomer 18

Bintang minggu ini adalah burung yang tubuhnya besar, ndak bisa terbang, bisanya hanya jalan-jalan dan lari-lari. Mirip saya, (mulai) berbadan besar, ndak bisa terbang, hobi jalan-jalan dan lari-lari dari kenyataan hidup. Selain itu, burung satu ini dikenal sebagai penendang luar biasa. Tendangannya itulah senjatanya untuk mepertahankan diri. Apa sampeyan pernah disepak kuda? Kalau sudah, sesekali bisa mencoba minta disepak burung yang satu ini … sekedar membandingkan. Kalau belum, ya coba disepak kuda dulu, lantas rasakan bedanya dengan disepak burung yang satu ini.

Continue Reading 11 Comments

Pisau Cukur

Sejak jamannya kapal terbang dipakai buat meruntuhkan gedung secara paksa, ada peningkatan pengamanan yang kadang terasa gila-gilaan di banyak bandar udara. Langkah-langkah pengamanan juga dilakukan di dalam pesawat. Kalau dahulu masih bisa sesekali bertandang ke ruang kemudi, sekarang hobi saya yang satu ini terpaksa dilenyapkan. Peralatan makan juga menjadi sasaran langkah-langkah pengamanan pada penerbangan ke tujuan tertentu. Sendok, garpu, pisau roti yang terbuat dari logam lantas digantikan dengan yang terbuat dari plastik. Semua dilakukan agar apa-apa yang ada di dalam pesawat tidak mudah untuk dijadikan senjata, dengan harapan penerbangan bebas pembajakan.

Continue Reading 18 Comments

Umpel-Umpelan

Pada selembar boarding pass untuk menaiki pesawat terbang ada tercantum nama penumpang, tempat berangkat, tempat tujuan, nomer penerbangan, tanggal penerbangan dan yang paling penting … nomer tempat duduk. Lha karena nomer tempat duduk sudah ditentukan dan semestinya nomer yang sama tidak akan diberikan kepada lebih dari satu orang, maka agak aneh melihat pemandangan jejalan para penumpang di pintu keberangkatan. Kesannya kalau ndak umpel-umpelan begitu, bakal ketinggalan pesawat atau tempat duduknya bakal dikuasai orang lain.

Continue Reading 28 Comments

Ndobosan lama | Ndobosan Baru