1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Puyuh-gonggong muka-putih

Seribu Intan nomer 21

Burung yang satu ini rajin klayaban di lantai-lantai hutan pegunungan. Di seluruh dunia burung ini hanya ada di ujung timur Pulau Jawa, persisnya di kompleks Gunung Ijen-Raung dan Meru Betiri. Sampai sekarang burung ini belum diberi nama dalam Bahasa Indonesia. Lha … karena hidupnya di ujung timur Pulau Jawa, mungkin bagus juga kalau diberi nama Puyuh-gonggong menakjinggo atau Puyuh-gonggong osing. Akan tetapi karena mukanya yang putih seperti habis pupuran begitu, mungkin lebih pas jika diberi nama Puyuh-gonggong muka-putih. Lagi pula Menakjinggo mukanya merah.

Tadinya burung ini dianggap sebagai spesies burung yang sama dengan Puyuh-gonggong biasa (Arborophila orientalis). Ciri-ciri fisik, terutama bagian mukanya yang berbeda dan tenpat hidupnya yang nyempil di ujung timur Pulau Jawa menyebabkan para ahli memutuskan untuk memisahkan spesies ini menjadi spesies tersendiri. Di tempat hidupnya di alam, burung ini menghuni hutan-hutan pegunungan di ketinggian di atas 1.000 meter hingga 2.200 meter, walaupun kadang turun juga dia ke ketinggian 500-an meter.

Mungkin karena burung ini bukan tergolong banci foto, maka foto burung ini di alam belum pernah ada. Masih sangat sedikit yang diketahui tentang burung ini walaupun kadang terlihat juga dia di pasar-pasar burung sebagai barang dagangan atau teronggok di dapur untuk dimasak. Burung ini tampaknya terancam juga dengan perburuan untuk disantap begini.

Bagaimana tingkah lakunya jika hendak kawin dan apa-apa makanannya belum diketahui. Apakah burung ini juga terdapat di tempat lain di sekitaran tempat hidupnya yang telah diketahui, masih perlu diteliti. Kemungkinan burung ini juga hidup di daerah Gunung Ringgit, hanya saja sampai sekarang belum ada laporan keberadaan spesies ini di daerah tersebut.

Langka, sulit ditemui bukan berarti spesies ini tidak ada yang hidup di luar alam aslinya. Ada sekitar 20-an ekor yang diketahui saat ini hidup dalam kandang di Belgia.

Gambar diambil dari sini.

14 orang ikut ndobos

1

09 March 2007 14:46:06

ndoro kakung

karena puyuh tergolong daging berkolesterol tinggi, aku ndak boleh nyikat yang ini juga ya … :D

2

09 March 2007 15:24:45

trie

kog manuk e koyo’ meri yo sir, jangan2 nanti di buru buat nggantiin sego bebek..* nyambung ndak yo..mbuh ah, mumet je*

3

09 March 2007 16:00:26

pitik

“burung ini bukan tergolong banci foto”

wah…sama….
yang banci poto ki bebek…hehehe

4

09 March 2007 16:58:56

Didi

mbok yang tukang2 nangkepin burung itu dibekeli tustel pakde, suruh moto dulu baru nangkep. kan jadi sama2 enak.

5

09 March 2007 18:41:00

anakperi

“Akan tetapi karena mukanya yang putih seperti habis pupuran begitu, mungkin …”
Seperti penari Osing…? -Puyuh-gonggong gandrung- aja, kyai…

6

10 March 2007 00:19:35

diditjogja

gun ringgit dimana to pakde?
tapi kok bulunya kayak merak ada coraknya geto?
eh, po kleru ndelok aku?

7

10 March 2007 17:34:00

kenny

gunung ringgit ??cedak nggonku no sir :D , emang munine nggonggong ya sir?

8

11 March 2007 21:20:13

venus

kalo udah dapet poto manuk ini kawin, upload ya , mas :P

9

12 March 2007 18:04:33

kawula alit

kethoke dodo menthoke akeh daginge yo dhe..? opo wulu tok..?

10

17 March 2007 11:21:34

nirwana sembilan benua

mas, mbak gimana caranya gabung? biar bisa ikutan ngobrol

11

21 March 2007 11:41:21

rivo

Salam kenal pak Mbilung.

Sekedar saran karena sudah ada puyuh gonggong biasa. Jadi namanya yg baru: puyuh gonggong tidak biasa.

:D

12

23 October 2008 15:14:13

pai

kiro2 gedene sak piro yo..??
nek didelok seko gambare, mungkin daginge mung sitik.
dadi nek dipanagan ra maregi, kecuali nek nganggo sego.
hehehehe…..

13

04 March 2009 13:38:16

aliend

cek apiek e burung e….!!!!!
i m joint your blog..

14

25 June 2011 10:23:42

red

harga burung puyuh gonggong berapa yah?

Ikutan Ndobos

|