1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Celepuk flores

Seribu Intan nomer 22

Namanya juga burung yang hanya aktif pada malam hari, kecil lagi ukurannya, hanya sejengkal tangan orang dewasa. Masih ditambah lagi dengan kebiasaannya yang nangkring di pohon-pohon tinggi di hutan-hutan pegunungan. Tidak heran juga kalau apa-apa tentang burung ini belum banyak diketahui. Burung yang susah sangat dilihatnya ini hanya terdapat di hutan-hutan pegunungan di Pulau Flores. Celepuk flores (Otus alfredi).

Burung ini pertama kali diketahui keberadaannya pada tahun 1896 oleh Hartert yang mendapatkan burung ini dari Gunung Repok pada ketinggian sekitar 1.000 meter. Sejak itu, tidak ada lagi laporan mengenai keberadaan burung yang satu ini. Baru pada tahun 1994 burung ini ditemukan kembali di Taman Wisata Ruteng di Danau Rana Mese (bulan Maret) dan lereng utara Poco Mandasewu (Mei). Catatan terakhir tentang burung ini ada di sekitar Danau Rana Mese yang dibuat pada tahun 1997.

Sebagai celepuk, burung yang satu ini relatif pendiam, tidak seperti saudaranya yang rajin memanggil-manggil. Kebiasaan diam begini, ditambah tempat nangkringnya yang tinggi dan aktifnya hanya di malam hari membuat burung ini sulit dilihat. Warna badannya yang merah kecoklatan seperti warna karat cantik sebenarnya untuk dilihat, berpadu serasi dengan matanya yang bundar besar berwarna kuning.

Celepuk flores terdaftar sebagai salah satu jenis burung yang secara global terancam punah dengan status Genting (Endangered). Terancam punah begini bukan karena ia diburu tetapi lebih karena rumahnya (hutan-hutan itu) terus menyusut luasnya. Tidak perlu cerita panjang soal yang satu ini, lha wong Indonesia itu pemegang record dunia untuk kehilangan hutan kok, seperti yang ditulis sama setan alas di sini.

Foto © James Eaton/Birdtour Asia diambil dari sini.

6 orang ikut ndobos

1

23 March 2007 15:18:12

luwak

aktif hanya malam hari? kayak saya dong.. hiks. manusia memang kemaruk ya pak?

2

23 March 2007 15:54:21

Hedi

Burung itu punah karena udah ngungsi ke kantor saya, Sir. Soalnya seneng hidup di malam hari, kantor saya kan 24 jam, nulis berita dia :D

3

23 March 2007 16:20:34

aVank

begitu?
bener2 mirip kalong
:D

4

23 March 2007 17:12:45

kawula alit

burung aktif di malam hari, kecil, berwarna karat kecoklatan dan pendiam… wah pakdhe mbilung kok kayaknya ada interest tersendiri..? apa gerangan yang ada dibenak..? menulis biografikah..? :D

5

23 March 2007 23:10:56

mbah atemo

sir, boleh belajar soal lingkungan ndak nih?

6

28 March 2007 04:36:11

-tikabanget-

ndak ada burung yang senengnya ngiterin lumpur nyembur ya?
*lirik porong..*
mesti langka banget ituh..

Ikutan Ndobos

|