Perang Saudara
Paaaak … ini anakmu dan anakku berkelahi dengan anak kita !!!!
Archive for March, 2007
Paaaak … ini anakmu dan anakku berkelahi dengan anak kita !!!!
Ada sebuah piala besar dipajang di bangunan itu. Anak saya yang paling besar agak kalap melihatnya, tetapi hanya yang sudah berumur 21 tahun ke atas yang boleh berdekat-dekatan dengan piala itu. Sebuah piala yang diperebutkan saban tahunnya dalam sebuah kejuaraan sepak bola besar di Eropa sana. Apa pula pasalnya lantas piala itu nangkring di Jakarta? Sejak kapan Indonesia ada di Eropa? Sejak kapan ada kesebelasan sepak bola di Indonesia memenangi piala itu? Menurut Mas Hedi yang biangnya bola, itulah bisnis sepak bola. Piala itu sedang diubeng-ubengkan ke banyak negara di Asia. Tidak hanya pialanya saja, ada juga klub dari Eropa sana yang nantinya akan datang ke beberapa negara di Asia untuk diadu dengan kesebelasan sepak bola lokal, begitu tutur Mas Hedi. Lantas, apakah klub itu akan datang ke Indonesia juga? Mas Hedi cuma nyengir.
Ayam yang rajin klayaban malam-malam dengan serenteng keistimewaan. Walaupun masih berkerabat dekat dengan ayam, sebetulnya tidak tepat juga kalau dikatakan ayam, karena burung yang satu ini memiliki beberapa keistimewaan yang tidak dimiliki oleh ayam. Burung satu ini tidak mengerami telurnya, ia menyerahkan urusan penetasan telur pada bumi dan panas matahari. Lha wong telurnya itu, yang dikeluarkan pada malam hari, dibenamkan di dalam pasir/tanah. Anaknya yang baru menetas memerlukan waktu tiga hari bahkan ada yang lebih untuk muncul ke permukaan tanah. Anak yang baru keluar dari dalam pasir/tanah itu, biasanya juga pada malam hari, langsung berlari mencari perlindungan. Selain itu, burung satu ini termasuk penerbang yang relatif kuat, dia mampu terbang menyebrangi laut.
Bocah satu ini jadi musuh saya rebutan klepon, juga rebutan laptop untuk memperbaharui blog. Pada masa bayinya saya memanggil dia codot karena dia penyantap buah dan rada-rada ndak doyan daging. Memiliki bakat “ngadali” orang-orang di sekitarnya. Tidak seperti kakaknya yang badannya tumbuh pesat baik secara vertikal maupun horizontal, badannya termasuk kecil.
Kadang di rumah dia masih senang diperlakukan seperti anak kecil, dipeluk-peluk, walaupun sekarang badannya sudah mulai bau prengus. Kelakuannya di sekolah justru kebalikan itu. Bahasa tubuhnya berkata, saya anak yang sudah besar. Meminta bantuannya untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan di rumah, bukanlah hal yang sulit, dengan senang hati dilakoninya. Senang bermain dengan anak-anak kecil yang usianya jauh di bawahnya, termasuk menjadi teman bagi teman-temannya di sekolah yang memerlukan perhatian khusus, serta cepat dalam memahami sesuatu hal.