Perlawanan
Sebuah bus mini memajang tulisan dan gambar seperti foto di sebelah ini. Al Fatah dan gambar pria berwajah garang, berkumis, gondrong, dengan topi pet. Itulah gambar yang bisa dikatakan gambar wajah paling terkenal di dunia dan menjadi simbol abad 20, gambar Che Guevara. Tulisan berwarna hijau yang kerap dipadankan dengan citra Fatah sementara gambar Che Guevara didominasi warna biru, tidak sebagaimana biasanya di mana gambar tersebut didominasi oleh warna merah atau hitam.
Keduanya, Fatah dan Che Guevara boleh dikatakan telah menjadi ikon sebuah pergerakan perlawanan, yang kemudian menjadi ikon perlawanan terhadap kemapanan. Lantas apa yang mau dilawan oleh bus kecil tersebut?
Al Fatah adalah sebuah organisasi yang berdiri pada akhir tahun 1950-an dan bergabung dalam PLO (Palestine Liberation Organization) pada tahun 1969. Kata Fatah sendiri sebenarnya adalah kebalikan dari singkatan yang merupakan nama lengkap Fatah yaitu Harakat al-Tahrir al-Watani al-Filastini atau Gerakan Pembebasan Nasional Palestina. Hanya saja jika nama tersebut disingkat (HATAF) artinya dalam Bahasa Arab menjadi langsung tewas … ya dibalik saja, toh Fatah berarti penakluk dalam Bahasa Arab. Sesperti namanya “Pembebasan Palestina”, Fatah memang bercita-cita bagi Palestina yang bebas (dari Israel).
Che Guevara atau juga dikenal dengan nama El Che adalah nama panggilan bagi Ernesto Guevara de la Serna. El Che adalah seorang revolusioner Marxist pengidap asma kelahiran Rosario, Argentina. Perjuangannya bersama-sama dengan Fidel Castro di Kuba mengangkat namanya menjadi ikon revolusi sosialis. Petualangannya selepas Kuba adalah berkiprah di Kongo dan kemudian di Bolivia, di mana ia akhirnya tertangkap dan dihukum mati dalam usia muda.
Gambar El Che di bus mini tersebut dianggap sebagai gambar paling terkenal di dunia. Baju kaus bergambar El Che banyak dijumpai di berbagai belahan dunia, seperti foto di sebelah di mana kaus merah bergambar El Che diperdagangkan di pasar kota Cambridge, Inggris. Perkara apakah yang memajang gambar mengetahui siapa El Che dan sepak terjangnya, itu perkara lain.
Kembali ke bus kecil tadi, apa yang mau dilawan oleh pemiliknya? Mungkin sang pemilik bus dari Wonosobo itu ingin melawan sistem transportasi publik negara ini yang karut marut. Untuk itu sang pemilik merasa tidak cukup jika hanya memajang satu ikon saja, harus dua dan dari belahan dunia yang berbeda pula, agar ampuh. Lantas bagaimana dengan masalah royalti dari pemajangan gambar dan tulisan? Tidak tahu saya, sampeyan tanya saja kepada pemilik bus itu.
15 orang ikut ndobos
01 April 2007 20:32:11
kenny
lha pas ambil foto kog sir gak sekalian tanya tho :D, mesti curi2 ki motone
01 April 2007 23:30:23
Hedi
Mungkin mobilnya cuma narik pas dini hari Sir, ngalong istilahnya

Kalo ga salah dalam bahasa spanyol, El Che, itu artinya kelelawar. Ini julukannya klub Valencia yang punya logo lowo itu
02 April 2007 01:17:55
abi_ha_ha
Harusnya sebelah tangga kecil itu templeke sekalian fotone Xanana Gusmao, kwalitet perlawanannya sudah terjamin. (atau yang dilawannya ramutu?)
02 April 2007 02:27:37
Paman Tyo
Ikon, mitos. Kita butuh keduanya. Untuk hiburan, peneguhan cita-cita, dan dagangan. Ada arsip nih…
02 April 2007 10:47:21
trie
di negri kita ini, kalo yg dipasang gambar tokoh marxist ato sosialis dr negri lain..aman2 aja ya sir, coba masang tokoh sosialis negri sendiri…..pasti dah diuber2 sama “mereka itu”…
02 April 2007 12:23:04
Didi
lha kalo seleblog gambarnya dipasang dimana???
02 April 2007 14:10:56
yati
hehehe….Revolusioner-Religius kali nih namanya. Yang dilawan? ya kendaraan yang ada di belakangnya, yang penumpangnya suka motret diem2 trus ngeblog dan ngaku2 tampan :p
02 April 2007 14:56:43
mariskova
Itu bukannya gambar petinggi organisasi Al Fatah?
Temen saya SMP malah bilang kalo wajah itu wajah Bob Marley….
03 April 2007 00:05:00
ndoro kakung
oh itu gambarnya che? kukira fotone sampean je? kok mirip sih?
03 April 2007 14:46:22
adong
Lho… itu bukan gambar Iwan Fals ? Klo melambangkan perlawanan harusnya gambar Tjut Nyak Dien, Teuku Umar, Sisingamangaraja, Tuanku Imam Bonjo, Pangeran Diponegoro, Sultan Hasanuddin, Pattihmura atau I Gusti Ngurah Ray…. ini bukan belajar sejarah kok
03 April 2007 17:50:43
Rara
Waa.. keren juga tuh yg punya angkot kalo maksudnya emang kayak yg disebut mas Hedi.. Angkot ‘El Che’ alias ‘Ngalong’
03 April 2007 18:56:20
danu
jangan2 al fatah itu maksudnya orkes gambus :d. sayah pernah liat gbr el che yg diplesetke jadi benyamin, oke juga tuh.
04 April 2007 08:32:53
jeng endang
hayoo….nebak2 pikiran sopir angkoot….
05 April 2007 19:58:27
kampret nyasar
Memang, tiap individu atau kelompok komunitas selalu mengasosiasikan diri mereka dengan sebuah idola.. sempat melihat sebuah artikel dimana seorang prajurit belia di congo mengenakan kaus oblong bergambar si OmOsama
We need great leaders that takes importance of the well being of the crowd in the rightway, don’t we?
So choose your good leader wisely…
PS: Situais serupa banyak kok terjadi disini..termasuk itu bumper stickers yang ramai memenuhi sisi taxi peyot disini.. termasuk itu sticker madonna yang sedang monyong bibirnya
26 April 2007 11:31:07
kikie
yang nempelin stiker2 itu tau makna yang tersirat di balik stiker2 itu atau cuma sekedar nempel2 aja biar keren ya …