Prihatin
Siapa bilang mengatur anak-anak sekolah di dalam kelas itu sulit? Jika hal itu lantas dikategorikan sebagai sulit, yang saya alami pada pertemuan orang tua murid dengan guru-guru itu kategorinya entah apa namanya. Begitulah, di sebuah ruang kelas yang dipenuhi oleh orang tua murid dan sepasukan guru-guru itu saya menjadi salah satu dari dua ayah murid. Mungkin karena waktu pertemuan di hari dan jam kerja maka jumlah ibu murid jauh lebih banyak dari ayah murid.
Pertemuan sebetulnya dimulai tepat waktu, hanya saja setengah dari orang tua murid itu datangnya terlambat. Mungkin guru yang menerangkan apa-apa yang akan disampaikan tidak dilengkapi dengan keahlian berceramah di hadapan orang tua murid, pertemuan itu lebih mirip arena bincang-bincang para ibu murid. Belum lagi bunyi telepon genggang yang terlalu sering menjerit-jerit dengan volume dipasang kencang.
Bagian tanya jawab juga sama kisruhnya. Ada satu pertanyaan yang ditanyakan hingga empat kali. Mungkin para ibu murid sedang sibuk berbincang dengan ibu murid lainnya sehingga ia tidak mengetahui kalau pertanyaannya sudah ditanyakan oleh ibu lain sebelumnya. Walaupun para guru sudah berusaha keras untuk mengendalikan masa agar bertanya sesuai antrian, toh ternyata mereka tidak berdaya juga untuk meredam agresivitas para ibu yang gemar memotong penjelasan yang tengah diberikan dengan pertanyaan dadakan.
Apalagi yang bisa saya lakukan kecuali senyum-senyum geli dalam keadaan seperti itu. Hanya senyum-senyum saja, hingga penjelasan soal kapan ujian akhir bagi murid-murid kelas 6 SD akan dilakukan. Kali itu saya tertawa, pahit. Guru yang tampaknya tidak bisa membedakan antara kami dan kita itu mengumumkan bahwa sekolah sudah menerima pemberitahuan dari kantor dinas pendidikan bahwa ujian akan dilaksanakan pada tanggal 15 hingga 17 Mei. Seorang ibu dengan antusias langsung mengacungkan tangan dan berujar “Pak … tanggal 17 itu kan tanggalan merah”, hari libur nasional maksudnya. Pak guru tertegun sesaat, lantas meminta guru lain untuk memeriksa kalender.
Prihatin, itu perasaan saya sesudah pertemuan riuh rendah itu selesai. Sementara murid diminta untuk menghafalkan tanggal bulan tahun sebuah kejadian yang dianggap penting, institusi pendidikan lalai dalam menentukan tanggal. Sementara murid diminta untuk tertib dalam bertindak, para orang tua mempertontonkan tingkah menggelikan. Yang masih membuat saya bahagia hari itu adalah, anak saya tidak saya ajak mengikuti pertemuan itu.
9 orang ikut ndobos
01 April 2007 04:52:15
abi_ha_ha
lha itulah mengapa:
Ing Ngarso Ora Ketok
Ing Madyo Ora Bejo
Tut Wuri Ora Ngerti
school sucks!
01 April 2007 06:53:44
Hedi
Jadi, pesan moralnya, baik kepsek, guru, dan orang tua murid juga perlu sekolah (lagi). Selain untuk mendidik, juga mengimbangi anak-murid.
01 April 2007 11:31:51
babunegara
ayo sekolah!!!!!
(saya setahun ngeblog lho paklik, ra mutu yo??)
01 April 2007 13:20:04
mariskova
PerCis!
Begitu itu perasaan saya tiap kali ngikut pertemuan ortu-guru.
Dan itu ya ampun tolooonnggg deh. Apa segitu pentingnya ortu2 itu sampe HP tetep idup di acara begitu?
01 April 2007 16:42:29
tata
mungkin karena itu yah dulu orang tuaku paling males ikutan pertemuan orang tua hehehehe
01 April 2007 18:30:44
yati
jeng mbilung….jadi arisan nanti di tempat sapa nih? jangan lupa ya, konde yang dipinjem kemarin, dibalikin…
eh iya, nanti juga anaknya yang lucu2 dan cerdas itu dibawa serta…mau dikenalin sama anak saya yang…g4wuL iTu lHo…, j4NgaN lUp4 LhO JhEnG…. :p
01 April 2007 20:28:30
kenny
klo disini tiap kali ada rapat sekolah undangannya ada pilihan, mo datang apa nggak. jadinya gak merasa terpaksa dan dipaksa, nggak ngeganggu kelancaran rapat jg.
Katanya indonesia salah satu negara yg sopan santun tp kog ….??
03 April 2007 00:02:16
ndoro kakung
guru kencing berdiri, murid kencing berlari. orangtua gimana kencingnya, ya? ndeprok?
03 April 2007 14:40:26
adong
Lha.. disekolah anakku lebih seru… anak boleh ikut masuk, guru lagi ngomong anak seliweran plus…. ada balita ngompol… wis embuh opo maneh…. yang pasti guru ngomongnya pake urat leher. biar bisa didenger gitu..???