1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Hutan Tersohor

Kapan itu sempat ngobrol entengan dengan Ibu dokter senyum-senyum soal kedahsyatan hilangnya hutan Indonesia. Kedahsyatan yang sebetulnya memalukan dan kabarnya akan masuk ke dalam buku Guiness World Records. Lha kok pagi ini baca kembali berita tersebut di sini. Berita lawas sih sebetulnya, kawan satu ini pernah menuliskan akan hal tersebut di sini bulan Maret kemarin.

Laju kehilangan hutan di Indonsia memang dahsyat. Jika dibandingkan dengan luas lapangan sepakbola, hutan yang hilang di Indonesia per jamnya angkanya kok ya mengerikan, berkisar dari 300 kali luas lapangan sepakbola per jam seperti dilansir oleh FAO, hingga 780 kali luas lapangan sepakbola per jam seperti yang pernah ditulis di sini. Tak perlulah diperdebatkan berapa angka persisnya. Mau 300 atau lebih toh sama mengerikannya, dan parahnya sepak bola Indonesia kok ya kalah terus.

Berbicara tentang nasib hutan di Indonesia adalah berbicara tentang keruwetan yang nggilani. Kadang saya bercerita kepada teman tentang hal ini, dan lantas saya kehilangan arah di tengah cerita sangking mbundetnya. Bingung sendiri, tadi awalnya bagaimana. Bagaimana ndak mbundet kalau urusan hutan hilang berkait erat dengan es krim atau lipstick. Mungkin Kang Mas Zumux bisa bertutur lebih apik dalam hal ini.

Lantas apa hubungan antara hilangnya hutan dengan kehidupan kita sehari-hari. Penting nggak sih? Kalau memang penting, lantas saya bisa apa? Lha ini dia pertanyaan yang lantas bisa menghabiskan waktu banyak sangat untuk menjawabnya. Lagipula, berhubung saya itu tukang ndobos, jawaban yang saya lontarkan sering ditanggapi dengan kerut di dahi sembari berkata “sampeyan guyon ya?” atau “sampeyan itu mbok ya kalo guyon jangan keterlaluan tho“.

Lha, kalo sampeyan ingin tahu cerita hutan-hutan begini tanpa merasa dibohongi, undang saja itu Kang Mas Zumux untuk bercerita. Siapa tahu dari ngobrol-ngobrol bermanfaat begitu ada kegiatan yang lantas bisa digagas dan dilaksanakan. Rak ngono tho Mas Zum? Eh iya, sampeyan ngganteng kalau pake batik lho.

10 orang ikut ndobos

1

04 May 2007 12:38:21

tukang ketik

Pak, jangan gituh ahh…
perusahaan tempat saya bekerja sekarang, keuntungan terbesarnya dari kayu lapis. dan kita melaksanakan tebang tanam loh…

2

04 May 2007 12:59:04

-tikabanget-

tangkep aja si tukangketik, pakdhe..

3

04 May 2007 13:37:57

pitik

wah..kang Jum pake batik??weladalah…ngganteng tenan…

4

04 May 2007 13:46:17

mbahatemo

tiap jam rusaknya 300 lapangan bal-balan..
haduhh, pakdhe.. iyoung alahhh..

5

04 May 2007 14:09:23

Hedi

Tragis dan menyedihkan :(

6

04 May 2007 15:02:17

Penjaga Hutan

hayoo ngerasani aku… kok di ping back ga masuk ke tempatku ya mas? aku sedih banget deh, what can we do? bikin hari menanam pohon Indonesia yuuk…

7

04 May 2007 20:18:02

Moes Jum

Yaa begitulah kira2nya sedherek sedoyo … rupanya bangsa Indonesahh baru mulai ribut kalo ditunjukin betapa hebatnya kejadian yang sedang terjadi dan dipermalukan .. hehe

8

05 May 2007 13:41:15

yati

pake batik….calon menteri. ah, menhut digantiin mas zumuk? setujuuuu….

9

05 May 2007 19:24:36

mariskova

Wah, lagi rame tuh di deplu dan dephut. Gak terima, katanya. Ngetop kok gak terima ya? hehe

10

16 May 2007 23:44:21

Moci Arane

jd yg hilang itu lapangan bola ato hutan pakde?

Ikutan Ndobos

|