1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Mengamati Burung …. Gampang

Sulitkah menjadi pengamat burung? Begitu sering saya dengar pertanyaan yang ditujukan kepada saya. Lha … yang pengamat burung itu siapa? Saya harus mengakui, kemampuan saya mengamati burung itu hanya pada kelas biasa-biasa saja. Kalau soal pertanyaan tadi, jawabannya bisa berupa pertanyaan lagi. Sulitkah menjadi seorang penjahit? Kata “penjahit” bisa saja diganti dengan profesi lain.

Lantas ada yang berpendapat dengan semena-mena. Wah, kalau ngamati burung mesti harus berlatar belakang biologi, kehutanan atau yang sekitar-sekitar itu. Weeeits, nanti dulu sobat. Tidak demikian kenyataannya. Beberapa pengamat burung piawai yang saya kenal justru bukan berlatar belakang seperti yang saya sebut tadi.

Saya ndobos begini karena saya baru saja menerima kunjungan dua orang sahabat dari jauh yang sudi menjenguk kantor saya di bawah pohon nangka itu (foto di atas). Mas Londo dan Mas Uut, begitu saya memanggil mereka, adalah dua orang jagoan pengamat burung pantai. Lha ndak sembarangan ini, burung pantai adalah salah satu kelompok burung yang paling sulit dibedakan satu dengan lainnya.

Lantas apa istimewanya kedua kawan tadi selain jagoan mengamati burung pantai. Mas Londo berlatar belakang pendidikan manajemen perusahaan sedangkan Mas Uut di bidang hukum. Ketekunan yang luar biasa menjadikan keduanya pengamat yang sulit dicari tandingannya. Expedisi dan kegiatan penelitian burung sudah mereka ikuti. Mas Londo bahkan sudah memimpin dua ekspedisi ilmiah penelitian burung.

“Wah, ini sih contoh yang ndak biasa, yang beginikan jarang adanya”. Mungkin ada benarnya pernyataan seperti itu. Kasus dua kawan saya itu memang rada-rada ndak umum, tapi bukan berarti ini contoh ekstrim. Sampeyan mau contoh yang rada ekstrim? Perkenalkan Cak Sapari, bocah Madura yang sehari-harinya berprofesi sebagai penggali pasir di Selok Awar-Awar itu, kadang juga menggembala bebek. Dua kali dia ikut ekspedisi ilmiah penelitian burung.

Lantas, apa susah menjadi seorang pengamat burung. Tanyakan saja kepada mereka. Kalau menurut saya sih ndak susah, apalagi kalau hanya ingin jadi pengamat burung katro kayak saya yang kerjanya cuma duduk-duduk di bawah pohon nangka.

20 orang ikut ndobos

1

Gravatar

09 May 2007 14:25:15

mbahatemo

berarti, pakdhe presidennya para pengamat itu ya?
lha, ada altar pisowanan di bawah payung gitu kok.. :-P

2

Gravatar

09 May 2007 14:37:48

JURAGANBATIK

Aku ngamati manukku dewe wae angel opo maneh ngamati manuke sing liar….

PERTAMAXXX

3

Gravatar

09 May 2007 14:39:10

JURAGANBATIK

HALAH TELAT……..

4

Gravatar

09 May 2007 18:20:18

yati

oooo…begityu?

5

Gravatar

09 May 2007 21:25:41

Hedi

Saya cuma pemelihara “burung” dan itu ga sulit :D

6

Gravatar

09 May 2007 22:39:58

Yoki

Cie…pengamat burung euy…juga identik dengan “jelema burung” :D ini teh uut fazrin bukan?

7

Gravatar

09 May 2007 23:42:46

Anang

wah cocok jadi menteri perburungan nihh…

8

Gravatar

10 May 2007 06:36:39

de

aku punya 3 burung hihihi

9

Gravatar

10 May 2007 08:17:44

iway

burung atau ‘burung’ ahh sama-sama gampang ‘terkejut’ :D

10

Gravatar

10 May 2007 09:01:46

mayssari

mengamati bukan memburu dan mengurungnya kan Sir??

11

Gravatar

10 May 2007 09:56:59

trie

ati2 kena flu burung lho..

12

Gravatar

10 May 2007 13:16:29

mpokb

rada2 parno kalo lewat pohon nangka.. takut ketiban buahnya..

13

Gravatar

10 May 2007 15:48:06

rime

iya, mengamati burung itu ga sulit… cuman butuh rajin dan tekun…

kalo kita ga rajin, ya bakal susah untuk jadi jagoan pengamatan burung, jadinya ya kaya saya ini: katrok juga, hahaha…

14

Gravatar

10 May 2007 16:22:05

tito

saya belon pernah ikut. Mbok saya kapan2 diajak

15

Gravatar

10 May 2007 16:30:23

Burung

duduk2 di bawah puun nangka… itu tujuannya mau mengamati burung atau kuntilanak? ikutan dunk!! hihi….

16

Gravatar

10 May 2007 17:19:36

kw

pak dhe kenapa begitu banyak jenis burung, dari emprit sampai kasuari? andai manusia banyak macam spesienya…. pasti lebih unik!

17

Gravatar

10 May 2007 17:39:42

bangsari

jadi pengamat burung itu janjane kerjane ngapain to pakde? kalo cuman ndelak-ndelok, plesar-plesir, edad-eded, aku wae iso. tapi kan ndak mungkin cuman gitu. mbok dicritani, pengamat burung ki janjane ngopo wae.

18

Gravatar

10 May 2007 19:48:13

venus

saya bukan pengamat burung. lha trus? ha embuh. wong saya juga waton komen kok, hihihi…

19

Gravatar

11 May 2007 22:18:56

diditjogja

uwenak no pakde!
duduk dibawah pohon nangka..jalan2 ke pante….dibayar pisan!!

lha ya mending begini to, dari pada nendangi karo ngamplengi wong …. dibayar pisan

20

Gravatar

17 May 2007 08:25:55

Evy

wah kemarin ini aku baru mengamati burung pantai, ciri2nya lehernya panjang, paruhnya juga panjang, burungnya panjanga juga ga ya… hahahaha

Ikutan Ndobos

Ndobosan sebelumnya | Ndobosan selanjutnya