1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Kaki

Kaki manusia itu besar jasanya. Kaki untuk berjalan, berlari dan menendang. Sampeyan kluyuran ya yang mbawa kaki itu juga, naik mobil sekalipun, toh yang nginjek gas, kopling dan rem ya kaki. Kaki juga memberi hiburan dan menjadi sebab tawuran, misalnya pada saat kaki digunakan untuk menyepak bola. Hasil olah kaki itu bisa berakibat panjang bahkan setelah pertandingan lama usai.

Saya membagi kaki manusia menjadi empat bagian. Bagian paling atas itu paha, pupu, bagian yang paling banyak dagingnya yang membungkus tulang paha atau femur. Di bawah paha ada betis yang disokong oleh dua tulang yaitu tibia dan fibula. Diantara femur dengan tibia dan fibula terdaoat tulang tempurung lutut, patella. Lantas bagian berikutnya adalah telapak kaki yang tersusun dari banyak tulang-tulang kecil tarsal dan metatarsal. Bagian terakhir yang terletak paling ujung dari kaki adalah jari-jari, yang pada burung dan manusia dilengkapi dengan kuku yang tidak pernah berhenti tumbuh selama mahluk pemilik kuku itu masih hidup.

Selain tulang, bentuk kaki ditentukan oleh otot-otot pembungkus tulang tersebut, walaupun lemak juga punya peran penting dalam perkara wujud kaki itu. Kaki jenjang, mulus, licin berkilap yang mampu membuat lalat terpeleset, menjadi idaman para perempuan. Sementara p[ara lelaki berharap agar kakinya berpenampakan kokoh dan kuat.

Lantas apa pasal saya menulis soal kaki begini. Saya sering mendapati banyak kaki yang tidak dirawat sebagaimana mestinya. Tersia-sia seakan dilupakan jasanya. Lha kok bisa-bisanya bilang tersia-sia? Lha wong sang pemilik kaki itu berdandan heboh di bagian wajah kok. Wajah terawat bersanding dengan kaki tak terawat, buat saya adalah sebuah ketidak seimbangan ragawi.

Saya masih ingat betul jaman saya masih bersekolah di sekolah dasar. Setiap hari Senin pagi, acara pertama di kelas adalah pemeriksaan kuku. Kuku panjang, hitam tak terawat bisa dipastikan menjadi sasaran hantam penggaris kayu yang dibawa sang guru yang memeriksa dengan wajah bengis itu. Kuku bersih terpotong rapih mengundang senyum sang guru. Kebersihan kuku menunjukan kebersihan pemiliknya.

Selama acara pemeriksaan itu berlangsung, biasanya ada kehebohan di baris belakang yang ditimbulkan oleh teman-teman saya yang lupa memotong kukunya. Maka pemandangan wajah-wajah panik yang sibuk menggigiti kukunya adalah pemandangan umum saja. Benar-benar pameran wajah yang sangat ekspresif.

Hanya saja, belum pernah saya mengalami ada pemeriksaan kuku kaki. Mungkin jika hal ini dilakukan, saya bisa mendapat pertunjukan akrobat sirkus gratis. Pertunjukan sekumpulan anak-anak kecil berusaha keras menggigiti kuku kakinya agar tidak kena hantam penggaris kayu (mbok ya ndak usah dibayangkan to).

Ada seorang teman pernah berkata begini pada saya “Mbok itu kuku kakimu dibersihkan toh ya, digunting rapih. Indikator kebersihan itu”. Saya kira dia benar. Jengah juga melihat orang mendandani mukanya tetapi membiarkan kakinya tak terawat dengan ujung kuku padat kotoran. Aaah…tapi inikan masalah selera.

Gambar diambil dari sini.

13 orang ikut ndobos

1

17 May 2007 11:59:00

Hedi

saya paling seneng kaki gunung :D

2

17 May 2007 13:52:25

gita

baca postingan ini jd kepengen makan sup ceker *kaki* ayam deh pakdhe

3

17 May 2007 14:19:40

kw

kalau aku kok inget kuku kuku orang india yang melingkar-lingkar yang kalau gak salah masuk guiness book of record kuku terpanjang :)

selamat liburan pak rudy..

4

17 May 2007 17:26:35

yati

* langsung lirik ke kaki…untung bersih, putih, mungil, hahaha

5

18 May 2007 04:26:45

zatoman

Sikil sexy … hmmm … suckable!
emang paling gampang ngeliat banyak karakter dari … kaki. Mengkaning aku doyan mlototin kaki (ceweq doank tapi) …
foot fetish freak!

6

18 May 2007 08:16:08

didi

hehehehe. simbak bilang jempol kaki ku mirip jahe!!!

7

18 May 2007 09:05:14

trie

kog di tambah sekalian sir…yang katanya jempol kaki itu indikator apa gitu lho, hehehe….

8

18 May 2007 18:37:20

anakperi

lagi musim posting anggota badan lho, kyai…

9

18 May 2007 21:25:01

mbakDos

untung saya ndak pernah sekelas sama panjenengan waktu es-de. kalok iya, pasti nama saya udah masuk di postingan ini dengan judul “penggigit kuku kaki” :D

10

21 May 2007 12:41:55

bangsari

kalo di bangsari, ukuran kaki juga bisa menentukan hoki dalam mencari jodoh. para tuan tanah lebih senang dengan calon menantu yang berkaki besar dan lebar. supaya proses “ngecek”, menginjak-injak hasil cangkulan supaya tanah sawah menjadi lebih lembek dan lebih mudah ditanami padi, menjadi lebih cepat dan efisie.

Kaki seksi? penting juga buat tanah, untuk klangenan alias istri muda. he..he.. :D

11

21 May 2007 13:53:43

venus

jadi inget. waktunya pedicure :p

12

29 May 2007 13:52:31

-tikabanget-

ck..
dimana sih gunting kuku ni…
*panik..*

13

04 October 2008 14:31:15

m_tha cantiqu

kuku kaki q cantik n bersih, putih bn9et lgi.. hayoo sypa mw coba, hehe..he

Ikutan Ndobos

|