1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Bondol arfak

Seribu Intan nomer 27

Masih amat sangat sedikit yang diketahui tentang bondol satu ini. Sulitnya menjangkau tempat hidupnya mungkin menjadi salah satu sebab minimnya pengetahuan orang tentang burung ini. Di seluruh dunia, Bondol arfak hanya dapat dijumpai di Papua, di daerah kepala burung. Persisnya di padang rumput yang mengelilingi Danau Anggi Gigi di Pegunungan Arfak yang berada pada ketinggian sekitar 1.900 – 2.000 meter dari permukaan laut.

Burungnya sendiri termasuk burung berukuran kecil, hanya sekitar 10 cm saja panjangnya, pemalu pula. Kepalanya berwarna putih keabu-abuan, dada berwarna coklat keabu-abuan, perut berwarna coklat seperti warna karat. punggungdan sayapnya berwarna coklat tua dengan warna kuning muda pada bagian ekornya. Karena warna kepalanya yang pucat itulah burung ini dalam Bahasa Inggris lantas dinamai Pale-headed Munia. Sedangkan dalam Bahasa Latin, ia diberi nama Lonchura vana.

Seperti halnya bondol yang lain, burung ini juga pemakan biji-bijian. Tengok saja bentuk paruhnya yang pas benar untuk menyantap biji yang banyak terdapat di rumah alaminya yang berupa padang rumput. Mungkin karena padang rumput pinggir danau di dataran tinggi ini tidak banyak jumlahnya, sebaran Bondol arfak pun menjadi terbatas. Hanya saja masih banyak tempat di Pegunungan Arfak yang belum pernah didatangi, jadi mungkin saja bondol ini ternyata memiliki daerah sebaran yang lebih luas.

Survey di daerah Pegunungan Arfak masih amat sangat diperlukan untuk melihat daerah sebaran yang sesungguhnya dari burung kecil satu ini. Agak menggelikan sebetulnya, Indonesia yang selalu membanggakan diri dan berkoar bahwa kita kaya, tetapi begitu ditanya apa saja kekayaannya dengan agak rinci, ya pada geleng-geleng semua … ndak tahu. Maka tidak aneh rasanya jika “kekayaan” alam tersebut lantas punah sebelum kita sendiri sempat mengetahui jenisnya. Mudah-mudahan saja nasib Bondol arfak tidak seperti itu.

Gambar diambil dari sini.

10 orang ikut ndobos

1

18 May 2007 09:07:59

trie

komen dulu, baru baca. biar jadi yg pertamaxx …haha..

2

18 May 2007 09:20:39

Hedi

Ah lagi-lagi burung bagus yang (pasti) sudah punah di habitat aslinya…hiks..hiks

3

18 May 2007 11:06:17

kawula alit

pakdhe mbilung ki yen tak mat matke seneng nulis permanukan pemakan biji bijian… kacang kacangan ki termasup biji bijian yo dhe..

4

18 May 2007 14:48:29

yati

cantik ya? tapi pemalu, kek saya…. hiks…
sayang banget kalo bener udah punah :(

5

18 May 2007 15:09:16

kw

seribu intan itu apa to artinya pak dhe ?

6

18 May 2007 17:04:13

didi

wah akhirnya ada juga yang statusnya melegakan. biasanya genting. nyaris punah atau punah sekalian.

7

18 May 2007 19:35:14

anakperi

kaya emprit kaji… cuma yang ini warna-warni

8

18 May 2007 22:09:41

gita

pegunungan afak ki man?

9

20 May 2007 20:57:17

yudhis

setau saya itu namanya emprit pakdhe :d hihihi.biasanya dulu di tempat’e embah panya itu (disawah2) :D

10

21 May 2007 06:58:01

deep

weh… emprit kaji niku pak dhe..

Ikutan Ndobos

|