1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Archive for May, 2007

Sikatan aceh

Seribu Intan nomer 26

Spesies burung yang satu ini mbingungi sebetulnya. Tidak hanya karena masih ada perdebatan tentang spesies apa ia sejatinya. Keputusan untuk lantas menganggap bahwa burung ini adalah spesies tersendiri praktis hanya didasarkan pada empat spesimen (awetan) burung ini. Saya sendiri belum pernah melihat burung hidupnya, hanya yang sudah dijadikan spesimen saja. Bisa ngetop sak jagat kalau saya bisa melihat yang masih hidupnya di alam. Bagaimana ndak bakal ngetop kalau burung ini terakhir dilihat di alam pada tahun 1918 di Tuntungan, Sumatera Utara oleh August van Heijst. Itu berarti sudah lebih dari 89 tahun burung ini “hilang”. van Heijst melihat seekor burung jantan yang cantik yang lantas dietet-etet jadi spesimen. Jantan kok cantik? lha ya biar toh.

Continue Reading 10 Comments

Anggrek hi hi hi hi

Anggrek, tanaman berbunga cantik. Karena keelokannya itulah bunga anggrek sering dijadikan sebagai hiasan pemanis banyak hal. Dipajang di atas meja, dijadikan untaian kalung penyambut tamu agung atau disematkan di dada dan keindahan bunga anggrek seolah menular ke sekeliling. Bunga yang cantik memang.

Hanya saja saya sering kali tidak bisa menahan senyum geli manakala sedang memberikan pemaparan (jualan abab) di depan banyak orang sementara mimbar tempat saya ndobos itu dihiasi bunga anggrek, dan di dada tersemat bunga anggrek pula. Jalan keluarnya saya lantas sering meninggalkan mimbar dan ndobos free-style saja, tidak lupa anggrek di dada dilepas.

Continue Reading 15 Comments

Kantor

Sejak meninggalkan Tokyo untuk kembali ke Bogor, jika ada yang bertanya “ngantor di mana sekarang?” saya selalu menjawab “di bawah pohon nangka”. Beberapa menganggap saya guyon. Guyon bagaimana, wong saya itu orang yang serius kok. “Kantor” saya itu ya di bawah pohon nangka. Ada payung besar dan meja serta kursi kayu yang menyatu. Pemandangan lepas ke arah sungai kecil yang jika sedang tidak hujan lumayan bening. Ada kupu-kupu dan burung yang rajin menyambangi kantor saya, juga semut dan nyamuk kebun. Hanya saja jika mengacu pada Kamus Umum Bahasa Indonesia, apa yang saya tempati ini ya ndak memenuhi kaidah sebagai kantor. Lantas saya berkilah, ah, definisi yang sempit.

Pada saat masih di Tokyo dulu, saya juga lebih banyak menghabiskan jam kerja dengan bekerja di taman kota di depan kantor. Saya memang tidak begitu menyukai ruang tertutup, apalagi kalau sempit. Sementara kantor di Tokyo itu nyaris elbow-to-elbow, sesek. Celakanya jika suhu udara sedang dingin. Agak wagu rasanya ke taman sambil bawa selimut dan lantas kerja sambil kemulan.

Continue Reading 22 Comments

Penguin Tidak Hanya Ada di Kutub

Ini sebetulnya tulisan lama soal Beruang kutub dan Penguin. Juga sudah pernah dimuat di tempat lain. Basi? ya biarin. Anggap saja seperti tayang ulang.

Jadi begini, jika kita bicara tentang kawasan kutub yang dinginnya brrrrrrr ya ampun itu dan es ada di mana-mana, lantas banyak orang akan mengasosiasikannya dengan orang Eskimo, Beruang kutub, dan Penguin. Bahkan Penguin, Beruang kutub dan orang Eskimo sering digambarkan hidup berdampingan. Bagi yang pernah menikmati lucunya film kartun Chilly Willy ciptaan Paul J. Smith mestinya ingat bagaimana penguin kecil ini memiliki rumah Iglo khas Kutub Utara . Ooo… tidak demikian, kata beberapa orang lagi. Orang Eskimo dan beruang Kutub tidak pernah hidup berdampingan dengan Penguin. Orang Eskimo dan beruang Kutub hidup di kawasan Kutub Utara, sementara penguin di Kutub Selatan (Antartika). Benar demikian?

Continue Reading 12 Comments

| Ndobosan Baru