1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Menyeberang

Bepergian dan harus menyeberangi selat, semacam Selat Sunda itu, pilihannya hanya dua. Naik feri atau berenang. Walaupun pada suatu kasus yang saya alami dua-duanya dilakukan, naik feri dan berenang itu.

Angkutan feri di Indonesia yang paling sering saya gunakan jasanya adalah untuk menyeberangi Selat Sunda, Merak – Bakaheuni itu. Pernah juga saya mencoba feri untuk menyeberangi Selat Bali, Ketapang-Gilimanuk. Pada skala yang lebih kecil, tetapi waktu tempuh lebih lama, angkutan laut antar pulau yang juga saya coba adalah antara Ambon – Seram (ini kasus naik feri dan berenang itu tadi). Jika lantas airnya tawar, angkutan air Prapat – Samosir pernah juga saya naiki pada suatu masa yang sudah lama lewat.

Di luar Indonesia, tidak banyak yang pernah saya coba. Yang paling baru gres ya di Philippina kemarin itu, antara Batangas di Pulau Luzon dan Abra de Ilog di Pulau Mindoro, pergi pulang. Ada banyak sekali kesamaan yang saya temui antara angkutan feri di Indonesia dan di Philippina. Tanda-tanda yang tak begitu jelas di pelabuhan, waktu keberangkatan yang molor, barang bawaan para penumpang, pesingnya toilet, keriuhan dan keramahan serta kehangatan penjual kopi di kantin feri.

Perkara keriuhan, tidak saya jumpai sama sekali di feri yang menghubungkan Pulau Honshu dengan Pulau Hokkaido di Jepang. Nyaris seperti kapal hantu saja. Kapal hantu yang nyaman, sangat nyaman malah. Bicara soal kenyamanan, feri yang menghubungkan Dover (Inggris) – Calais (Prancis) malah menawarkan lebih. Feri yang dioperasikan oleh SeaFrance misalnya, ditebari tempat makan yang nyaman dengan beragam pilihan. Lama penyebrangan yang hanya 2 jam lebih sedikit itu ndak cukup rasanya untuk mencobai semua tempat makan. Entah kalau Mas satu ini ikut menemani saya, mungkin bisa.

Saya sendiri ndak tahu apakah pembukaan terowongan bawah laut Channel Tunnel (Chunnel) yang menghubungkan Folkestone (Inggris) dengan, Coquelles (Perancis) mempengaruhi minat orang untuk naik feri.

Pernah pula saya alami di mana pindah dari satu tempat ke tempat lain bukan tujuan dari sebagian orang naik feri. Mereka naik feri karena ingin menikmati perjalanan ferinya saja dan saya termasuk salah satu dari mereka. Misalnya Feri dari Prapat ke Samosir di Danau Toba, atau Feri ke Pulau Herreninsel tempat istana Herrenchiemsee di Bavaria, Jerman, saya lebih tertarik dengan naik ferinya. Begitu pula dengan feri dari Portsmouth ke Isle of Wight di selatan Inggris.

Lantas, jika saat ini ditanya maunya ke mana, saya kok ingin ke Way Kambas. Mungkin ini gara-gara tulisan Mpok ini di sini, saya jadi kangen tempat itu. Menyeberangi Selat Sunda dengan feri tentunya. Lha kok ndak milih Dover – Calais saja? kan nyaman dan ndak pesing. Lha wong saya itu kayak Mr. Bean dalam hal kosa kata Bahasa Perancis kok, cuma tahu Oui, Non dan Gracias.

11 orang ikut ndobos

1

09 June 2007 19:47:14

kenny

ya pake bahasa tubuh tho sir. Ditunggu loh cerita naek feri plus berenange

2

10 June 2007 00:00:03

trie

Dari Ambon-Seram, enakan mana sih naik feri atau speedboat ?
*lho…dicritani kog malah nanya, hehehe..*

3

10 June 2007 09:27:44

gita

ke way kambas lihat gajah? ikut dong pakdhee *mupeng lihat gajah*

4

10 June 2007 10:14:08

zam

eh, ada gajah pengen liat gajah!!

*kabur ke alun-alun kidul Jogja, ngumpet di kandang gajah*

5

10 June 2007 10:14:50

zam

maksudnya buat gita lo ini pakde.. :D

Git, endi lumpia karo wingko babat-e??

6

10 June 2007 10:20:19

Yoki

huuh yang enak naik ferry Tj. Perak (Surabaya)- Kamal (Madura), klo biasanya ferry berlayar lurus klo ini seperti per mobil jalannya! muter-muter padahal pelabuhan yang di tuju dan di depan mata..saking deketnya :P

7

10 June 2007 12:37:55

Luthfi

wakakaka ….
define gita = gajah

8

10 June 2007 19:29:27

venus

lha yang naik feri campur berenang itu, piye critane? ferinya mogok?

mana ipodku? belum dipreteli toh?

9

11 June 2007 09:37:22

mpokb

gracias, yak? bhs prancisnya “terima kasih” bukan “matur nuwun”? :P
kenapa nyabrang selat sunda dengan berenang? wah, pernah ada kejadian nggak enak nih kayaknya.. kalo soal ke way kambas mah, aye juga pingin.. tinggal naik bus damri dari ppd. tapi ke hutannya gimana yak? busnya boleh dipinjem ke hutan? *glek*

10

14 June 2007 20:17:43

yati

yang bikin mabok itu dari bali ke lombok…konon karena ada leaknya, bener ga ya? :d

11

15 June 2007 07:22:41

-tikabanget-

saya biasanya naek kapal dari surabaya ke madura, setengah jam, campur baur tumplek blek semuanya di satu kapal.. bau..

Ikutan Ndobos

|