Gaudeamus

Anak saya menyelesaikan sekolah SMP-nya, dan pagi hingga siang tadi saya menemaninya mengikuti acara “wisuda”. Banyak juga para orang tua yang (menyempatkan diri) datang. Acara dimulai dengan masuknya barisan murid-murid yang akan diwisuda bersama para guru-gurunya. Lantas ada, paduan suara menyanyikan lagu mengiringi langkah mereka memasuki ruangan upacara. Lagu yang membuat saya tertawa agak keras. Akibatnya saya harus menerima tatapan mendelik beberapa orang tua murid. Ndeso, katro, dasar udik, wong acara serius dan khidmat begini kok tertawa. Begitu rasanya ucapan diam yang terlontar dari pelototan itu. Saya tertawa karena lagu itu kok, bukan bermaksud mentertawakan siapa-siapa. Lagu Gaudeamus itu …..

Ingatan saya kembali ke beberapa dekade silam, di lingkaran api unggun di Bukit Tunggul. Pada waktu itu kami ya tertawa-tawa ngakak karena Gaudeamus itu. Lagu berbahasa Latin yang seolah sudah menjadi lagu wajib untuk dikumandangkan pada setiap acara wisuda sarjana. Hadirin diminta berdiri, para guru besar yang umumnya sudah sepuh-sepuh itu memasuki ruangan upacara, lagu Gaudeamus berkumandang.

Sejatinya lagu itu adalah lagu tua dan bait-bait yang kerap dinyanyikan saat ini adalah penggalannya saja dari lagu yang sebetulnya berjudul “De Brevitate Vitae“, yang kira-kira artinya “singkatnya hidup ini”. Pada jamannya lagu tersebut merupakan lagu populer yang dinyanyikan oleh para mahasiswa pada saat acara minum-minum …. nge-bir, dan berisi ajakan untuk bersenang-senang.

Tengoklah bagian pertama dari lagu itu :

Gaudeamus igitur, iuvenes dum sumus
Post iucundam iuventutem, post molestam senectutem
nos habebit humus.

yang kira-kira artinya :

Mari kita bersenang-senang, selagi masih muda
Ntar kalo masa muda sudah lewat, kesulitan masa tua sudah lewat,
Kita bakal dikubur

Pesan umum dari keseluruhan lagu tersebut adalah, “selagi muda, mari kita bersenang-senang, sebelum dikubur”. Perkara lagu omben-omben begini lantas jadi semacam lagu wajib di perguruan tinggi pada saat wisuda, entahlah.

Kembali ke Bukit Tunggul, seorang kawan lantas bertanya, “kenapa tidak pakai lagu daerah di Indonesia saja ya untuk wisuda begitu”. Seorang kawan lain dari Sumatera sana langsung menggenjreng gitarnya
“Lisoi lisoi lisoi lisoi o parmitu” ……..
Lagu selesai, kawan itu meneguk bandreg yang masih tersisa di gelasnya, lantas berkata “mantab kaleeeeeee” ….. gaudeamus igitur, iuvenes dum sumus.

Saya juga teringat kembali acara wisuda saya dulu. Itu teman-teman di paduan suara pada ngeledek para guru besar apa ya? atau mengingatkan? post molestam senectutem, nos habebit humus.

Join the Conversation

17 Comments

  1. “Mari kita bersenang-senang, selagi masih muda”. sepakat! aku pengenya bersenang-senang sampai tua..

    selamat untuk anaknya yang udah lulus sir:)

  2. Hahahahaha… saya baru tau artinya begitu. Pantesan, abis lulus saya malah seneng2 mlulu…
    Papap waktu wisuda kemaren malah harus nyanyi lagu kebangsaan universitas. Pake acara tangan dikepal-kepal ke atas segala. Trus ada gerakan macem sumonya. Halahhh….

  3. sama, saya juga bru tahu arti-nya skrg….nanti saya kopi paste di milis alumni deh biar ada yg nyampein ke dosen2 :D, kali2 wisuda angkatan selanjutnya ngga perlu dinyanyiin lagi

  4. Hihihihi… iya betul, ndoro. Saya kalau ingat upacara wisuda (atau penerimaan mahasiswa baru) jadi pingin ketawa. Lha yang nyanyi pada serius banget, je 😀

    Mungkin karena mirip hymne, nadanya berkesan khidmat. Trus liriknya bahasa Latin pula, bahasanya orang pinter (kan kalo biologi dan medis buanyak pake istilah latin tuh), jadi mestinya lagu ini pas buat acara ‘minter’ :p
    *kabur ah*

    psstt… ndoro, keycode-nya kok beraroma chicklit gini 😀

  5. hahahaha…… Kirain tuh lagu maksudnya apa gitu…..
    Jadi pengen tau, apa cuma di Indo aja lagu kayak gini dipake buat wisuda… soale waktu tamat sekolah di sini.. kayaknya gak pake lagu begituan,… tapi gak tau deh udah agak lupa. Yang aku ingat waktu wisudaan disini ada orang laki yang pake kostum skotlan gitu..pake rok…

Leave a comment

Leave a Reply to r3 Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *