1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Bubut jawa

Seribu Intan nomer 32

Ada cerita yang konon-konon begitu tetapi sadis. Carilah anak burung bubut yang baru menetas, patahkan kakinya, tinggalkan barang beberapa hari, datangi lagi, itu kakinya sudah sembuh, patahkan lagi. Ulangi beberapa kali, lantas bunuh burungnya, lalu rendam dalam ramuan. Manjur untuk obat patah tulang. Apa betul begitu, ya ndak tahu juga saya. Saya ndak tega untuk mencobanya.

Cerita kali ini adalah mengenai burung bubut yang hanya diketahui ada di Pulau Jawa, Bubut jawa namanya, Centropus nigrorufus. Ukurannya lumayan besar, 46 cm. Berwarna gelap, kepala, punggung, paruh, kaki serta ekornya berwarna hitam mengkilat, sayapnya coklat dan matanya merah menyala. Baunya juga khas, ndak enak gimana-gimana gitu.

Walaupun rupa, bau dan suaranya tergolong ndak menarik tetapi ya pernah juga saya melihatnya dijual di pasar burung. Mungkin burung nahas yang tertangkap pemburu burung yang kepepet untuk dapat uang. Tidak tahu juga saya, apakah pada akhirnya ada orang yang membelinya.

Bau khas burung ini mungkin bersumber dari makanannya. Dalam soal makanan, burung ini bukanlah burung yang pemilih. Serangga, siput, kelabang, kepiting kecil, telur burung, katak dan ular pohon disantapnya. Hanya saja walaupun apa-apa disantap, untuk tenpat tinggal tampaknya burung ini pemilih. Bubut jawa memilih daerah berawa-rawa di pinggir pantai sebagai tempat hidupnya. Celakanya daerah seperti ini menarik untuk diuruk, direklamasi.

Saya ingat pertama kali melihat burung ini di Muara Angke, Jakarta. Rawa-rawa di tempat ini sekarang sudah nyaris habis berubah menjadi pemukiman. Kabarnya masih ada beberapa ekor Bubut jawa yang tersisa di Muara Angke. Di luar Jakarta saya masih menemukannya dalam jumlah yang bisa dibilang banyak di sekitar Muara Gembong, Muara Cimanuk. Sejumlah kecil pernah saya lihat juga di Ujung Pangkah dan di Lumajang Selatan. Kabarnya di Tanjung Sedari dan di Semarang juga masih bisa dijumpai.

Makin sempitnya tempat hidup Bubut jawa dianggap sebagai ancaman utama untuk kelangsungan hidup jenis burung ini. IUCN memasukan jenis ini ke dalam daftar jenis burung yang terancam punah dengan status Rentan (Vulnerable). Suara, rupa dan bau boleh saja tidak sedap, tetapi bukan berarti jenis ini lantas boleh dienyahkan.

Foto © Craig Robson (Birdquest), diambil dari sini.

20 orang ikut ndobos

1

29 June 2007 02:46:22

kw

setuju. karena dia pasti punya peran.

2

29 June 2007 08:56:56

pitik

koyo gagak yo pakdhe…

3

29 June 2007 09:02:54

sing ora ngeh bab burung

akhirnya Ujung Pangkah ke sebut juga, sir. :D
Kog yang saya tau di sana cuma burung2 putih yang macam bangau itu toh ?

iya, di sana banyak kuntul, kadang pelikan juga ada

4

29 June 2007 09:17:10

didi

mbedain nya sama gagak gimana pakde?

gagak hitam semua, tongkrongannya juga beda.

5

29 June 2007 13:13:12

Hedi

Habitatnya di rawa? Apa berarti bisa juga di daerah persawahan yang banyak airnya?

6

29 June 2007 13:16:11

rime

oh, dia ada di muara angke toh… kok dulu saya ga nemu ya?

btw, ini burung yang suaranya “but.. but.. but…” itu kan?

iyah, suaranya begitu deh tapi suka ketuker sama Bubut alang-alang.

7

29 June 2007 13:58:51

yati

patah tulang ya ke tukang urut…

lho? ga nyambung ya?

8

29 June 2007 19:03:19

r3

Ya ampun… sadis amat!… kadang manusia suka semena-mena gitu deh…

9

29 June 2007 21:04:03

tito

lho kalau kakinya patah ya dibawa ke tempat saya.
Keywordku, pas banget:”terapikomik”

10

30 June 2007 11:13:41

-tikabanget-

iya e, sayah kira tadi gagak..

11

30 June 2007 14:22:00

aribowo

bisa nyembuhin patah tulang, udah yang pernah nyoba lum?

tapi beneran tuh burung jika kakinya di patahin bisa tumbuh lagi kakinya?

12

05 July 2007 11:00:33

bumisegoro

burung ini yg dipake maskot jakarta bukan sih kang?

maskot jakarta itu elang bondol

13

08 September 2008 12:14:19

Taufik Katamso

Thanks infonya bro!

14

13 December 2008 11:19:52

menthil

burung ini masih banyak ditempatku,krn tak ada yg minat gitu,baik utk dipelihara atau disantap,gicuuu

15

29 December 2008 16:13:55

Suhud

tidak sadarkah anda atas tulisan yang anda muat ini. kalo kita tau info dari kawan2 yang konsen untuk meneliti bubut jawa, jenis burung ini terbilang langka. bahkan menurut kawan-kawan JGM d SMMA hanya tinggal 4-6 ekor saja. klo ada orang yang iseng dan mencoba apa yang anda sampaikan, hitungannya bukan hanya 10 tahun jenis ini akan punah. 1 tahun kedepan jenis ini mungkin sudah punah. renungkanlah mas.

16

03 March 2009 21:20:46

rostam

saya nak tau khasiatnya

17

06 March 2009 13:25:02

ut

paruhnya tuh.. kalau matok tangan, sangar bos…..

18

04 June 2009 09:58:10

stanies

laku gak burung bubut klo di jual. . . . . . . . . .?

19

13 April 2010 20:06:58

Alfien

Wah,saya selama ni dari 0 sampai 17thn cuma lihat 6x bos,saya tinggal d dekat jembatan Karanggeneng, Lamongan, Jawa timur

20

09 April 2011 19:18:13

Meigik

Sy punya sepasang

Ikutan Ndobos

|