Jun 12 2007 - 19:40
Saya: “Jadi, besok datang ya?”
Teman: “Insya Allah”
Begitulah, teman saya itu akhirnya tidak datang juga. Bukan kali pertama, sudah berkali-kali dan setiap kali juga dia berucap insya Allah tadi itu. Tidak ada kabar pula mengapa ia tidak bisa datang. Sudahlah, berbaik sangka saja. Kawan satu itu bukanlah satu-satunya yang rajin mengucap kata tersebut. Celakanya, kebanyakan mereka ya tukang mangkir juga, atau paling tidak datang terlambat. Jika lantas ditanya, jawabannya “kan saya sudah bilang insya Allah?” Lha kan, sekarang Allah yang dilempari tanggung jawab.
Continue Reading
26 Comments
Jun 11 2007 - 00:08
Bayangkan bibir sampeyan dipasangi piring, lantas jalan-jalan dengan piring di mulut. Sekedar cari perhatian? tanyakan saja pada suku Indian Kayapo dari Brazil yang memasang piringan dari kayu balsa di bibir bawahnya, atau tanyakan pada suku Makololo dari Malawi di Afrika yang memasang piring di bibir atasnya, mereka menyebutnya Pelele. Bagi suku Kayapo urusan masang memasang piring di bibir adalah urusan serius. Itulah tanda keberanian dan tujuannya untuk menakut-nakuti musuhnya.
Saya menulis ini karena membaca tulisannya Ibu satu ini soal piercing. Sebuah kegiatan lawas yang hingga kini masih dilakukan. Tidak hanya oleh orang-orang tua, tetapi juga oleh anak-anak muda, bahkan anak kecil. Body piercing adalah bagian dari kegiatan body modification. Modifikasi tubuh yang juga meliputi menggambari diri itu, tattoo. Hanya saja, pada body piercing setelah anggota tubuh dilukai ada yang diselempitkan di luka itu. Memasang anting-anting pada cuping telinga misalnya.
Continue Reading
18 Comments
Jun 9 2007 - 19:16
Bepergian dan harus menyeberangi selat, semacam Selat Sunda itu, pilihannya hanya dua. Naik feri atau berenang. Walaupun pada suatu kasus yang saya alami dua-duanya dilakukan, naik feri dan berenang itu.
Angkutan feri di Indonesia yang paling sering saya gunakan jasanya adalah untuk menyeberangi Selat Sunda, Merak - Bakaheuni itu. Pernah juga saya mencoba feri untuk menyeberangi Selat Bali, Ketapang-Gilimanuk. Pada skala yang lebih kecil, tetapi waktu tempuh lebih lama, angkutan laut antar pulau yang juga saya coba adalah antara Ambon - Seram (ini kasus naik feri dan berenang itu tadi). Jika lantas airnya tawar, angkutan air Prapat - Samosir pernah juga saya naiki pada suatu masa yang sudah lama lewat.
Continue Reading
11 Comments
Jun 8 2007 - 14:56
Saya sering tertawa, terutama mentertawakan kebodohan saya sendiri, tetapi ya tidak sampai terpingkal-pingkal, tertawa malu-malu begitulah. Lha kok ndilalah tadi itu saya diberi pengakakan yangmenurut saya luar biasa, dan sayapun terpingkal-pingkal gulung koming.
Pada khutbah Jum’at tadi ada diingatkan tentang bahaya judi dan minuman keras, serta bagaimana sikap Islam terhadap keduanya. Jelas ini. Wis to, haram hukumnya. Bapak saya sewaktu saya masih kecil dulu pernah bertanya, “kalau minum alkohol diwadahi teko lantas dituang ke cangkir, haram ndak?” Saya yang masih pah poh kok ya bingung njawabnya waktu itu. Bapak bilang, “kamu itu mbok ya jangan bingung sama bungkusnya”.
Continue Reading
14 Comments
Jun 8 2007 - 10:12
Seribu Intan nomer 29
Burung satu ini, di seluruh dunia hanya dapat dijumpai di Pulau Karakelang, di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, yang merupakan wilayah paling utara Indonesia yang langsung berbatasan dengan negara Philippina.
Berita penemuannya sempat menjadi perbincangan hangat di kalangan para pengamat burung. Masih banyak ternyata tempat di negara dengan jumlah penduduk ke-empat terbesar di dunia ini ternyata yang masih belum “dijamah”. Ada kata-kata yang sering saya dengar “kita adalah negara yang kaya”, jika kemudian ditanya “seberapa kaya”, ya ndak tahu juga jawaban pastinya. Maklum saja, burung yang satu ini ditemukan pada jaman teknologi sudah maju, persisnya tahun 1996.
Continue Reading
6 Comments