Hubungan-Hubungan
Ada banyak kejadian di akhir pekan kemarin sebetulnya yang bisa ditulis. Salahnya saya (jika hendak dibilang salah), saya tidak langsung menuliskannya, ah … nanti saja. Pada akhirnya, semua menumpuk di ruang kepala, memaksa untuk keluar.
Ada berita seputar bakal diberlakukannya pelarangan terbang maskapai penerbangan Indonesia di Eropa oleh Uni Eropa … “jangan ke sini-sini deh, penerbangan sampeyan itu ndak aman“, begitu kira-kira kata mereka. Reaksi dari Indonesia beragam. Dari mulai “mari kita jelaskan” hingga yang “larang juga maskapai penerbangan dari Uni Eropa ke mari, suruh mereka memutar kalau mau ke Autralia, biar nyaho“. Saat ini tidak ada maskapai penerbangan Indonesia yang menyinggahi kota-kota di Uni Eropa. Garuda terakhir singgah ke Amsterdam, sudah tidak lagi. Sementara dari Uni Eropa, ada Air France, Lufthansa, KLM yang singgah ke Indonesia.
Ada acara pertemuan beberapa jam di Bandung. Ya ampun Bandung macetnya. Sabtu itu sekolah di bandung bagi-bagi raport, belum lagi pendatang dari luar kota yang hendak bertetirah di Bandung. Maka ada banyak kesemrawutan lalu lintas di depan sekolah-sekolah, tempat tujuan wisata dan persimpangan-persimpangan. Kota di cekungan bekas danau purba itu, buat saya sudah tidak lagi nyaman, paling tidak sudah tidak lagi seperti ketika dahulu saya bersekolah di sana. Di tengah-tengah semrawutnya lalu lintas itu saya toh akhirnya hanya bisa siul-siul.
Lantas ada pertemuan keluarga. Dua keponakan saya disunat barengan. Entah karena alasan praktis karena pas liburan sekolah atau mungkin juga karena hal lain, seperti “sunat 2, yang 1 gratis”. Ajakan saya untuk main perang-perangan sambil tiarap-tiarap ditolak mentah-mentah oleh dua keponakan itu, mereka lebih suka main PlayStation saja.
Namanya juga kumpul-kumpul keluarga, keluarga besar pula, ramainya minta ampun. Saya yang ndak pernah betah berlama-lama dalam kerumunan riuh rendah begini, akhirnya menyingkir ke kamar, sendirian menonton penggalan-penggalan pertunjukan komedi di panggung yang dibawakan oleh Rowan Atkinson.
Lalu ada bacaan yang sedang coba saya pahami isinya, tentang swarm theory. Kalau sampeyan pernah melihat di televisi ikan-ikan atau burung yang bergerombol seperti bola besar, lantas arah berenang kelompok itu berganti secara mendadak karena ada pemangsa yang menyongsong, itulah ilustrasinya. Siapa yang ngatur ke mana kelompok itu harus bergerak? Bagaimana mereka bisa begitu terorgansir? Katanya, pemimpinnya ndak ada. Jika kelompok tersebut diberi pemimpin, malah hancur lebur. Kok mengingatkan saya pada banyak hal yang begini-begini ini.
Rasa tidak aman, kesemrawutan, riuh rendah, organisasi rapih teratur tanpa pemimpin. Lantas, apa hubungan dari kejadian-kejadian itu? “I did have strange ideas during certain periods of time“, begitu kata John Nash.
10 orang ikut ndobos
02 July 2007 13:02:31
nana
saya memimpin diri sendiri sir, liburan kemaren penuh improvisasi. hihihi eh, iyah temennya gambas yang bernama belustru kan?
02 July 2007 14:02:29
sapto
Keponakan saya juga kemarin ikut sunatan massal,
tp gak pernah kepikiran buat ngajak tiarap2an yah
klo PSannya iyah
02 July 2007 14:59:46
endikz
lhooo… pakdhe mbilung nggak sunat sekalian…??? mumpung gratis..
02 July 2007 15:49:11
kw
wah liburan kemarin juga diundang banyak sunatan (dua hari tiga orang). liburan sekolah kedepan pengen jadi eo aja ahh…
swarm theory sir ditunggu
02 July 2007 17:14:43
didi
abis sunat itu enaknya main klereng pakde, adem.
02 July 2007 19:39:44
-tikabanget-
“I did have strange ideas during certain periods of time“,
hmm..
02 July 2007 20:26:11
ANGGER
salam kenal pakdhe, bener juga tuh. Pernah suatu ketika lampu bangjo di sebuah perempatan mati & ndak ada polisi disitu, kendaraan pada rapi ngantri seperti sudah tau kapan harus berhenti & kapan harus jalan. Suatu waktu di bangjo yg sama, ada polisi yg ngatur lha kok macetnya puanjaaang banget. Kadang kok aneh juga ya??
03 July 2007 08:52:50
iway
jadi inget finding nemo, gerombolan ikannya membentuk gedung opera sidney
03 July 2007 13:46:19
yati
eh? kek dejavu…
nah, yg di bandung itu, kalo masih bisa jalan tanpa pemimpin, ya ga usah pake pemimpin kali….hihihi, sok teu…
03 July 2007 18:30:05
Hedi
Weleh, dari mulai Air France, macetnya Bandung, sunat, Rowan, Swarm dan John Nash. Lalu apa hubungannya?

Btw, aku paling seneng lihat gerombolan burung, mereka terbang dengan formasi, kadang panah, kadang lingkaran… Ciptaan Tuhan banget