Suatu Siang

Pada suatu siang, duduk di samping supir angkot yang sedang bekerja, Jalanan macet lumayan panjang, ada angkot lain berhenti di perempatan yang ramai. Itu suara klakson bertalu-talu. Pak supir nggerundel kesal, lantas teriak, “heeeee goblog….ereun sangeunahna wae, ooooi macet yeuuuuh” (berhenti seenaknya saja, macet ini).

Akhirnya angkot “penyebab macet” pergi juga. Antrian bergerak lagi…..sampai di perempatan sibuk itu penumpang ada yang teriak, “kiriiiiiiii“. Angkot berhenti mendadak, lebih cepat dari bayangannya. Penumpang turun, membayar dua ribu rupiah, angkot belum beranjak. Pak supir malah sibuk memanggil-manggil “calon penumpang” …. “neng raja neng … raja“. Suara klakson dari mobil-mobil di belakang kembali bertalu-talu, bikin kesal Pak supir saja.

Kepala Pak supir ditongolkan ke luar, lantas menoleh ke belakang sambil teriak “sabar woi, sabaaaaar ….

Join the Conversation

13 Comments

  1. Jangan begitu, jangan menggoblok-goblok atau memaling-malingkan pak supir, ingat-ingat apakah kita sendiri pernah melakukan hal itu di jalan 🙂 semoga cerita ini menjadi pengingat kita semua untuk berlaku santun dalam berlalu lintas

  2. iya… setelah selalu mbawa kendaraan sendiri, saya mah ngalah aja sama angkot… tau sendirilah gimana mereka di jalan.
    mencoba ‘mengerti’ aja, sebab mereka kan juga harus ngejar setoran, sama kan dengan kita juga.
    *wah sir, tak kira msh liburan soalnya ID gak pernah on, tiwas gak mrene2 ket wingi* 😀

  3. kalau pas naik angkot, kita sering ikut memaki pemakai mobil pribadi.
    tapi kalau pas nyetir mobil sendiri, giliran sopir angkot yang diomeli.
    olala….

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *