1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Dua Puluh Tahun

Dua puluh tahun yang lalu, 4 Juli 1987, kami untuk pertama kalinya berkumpul bersama di bumi perkemahan Cibubur. Saya kok ya ndak inget persis ada berapa jumlah kami (peserta dari Indonesia) seluruhnya waktu itu, hanya saja masih bisa dikatakan muda-muda semua.

Setelah proses seleksi yang panjang, akhirnya yang pada lulus itu berkumpul di Cibubur untuk mengikuti latihan dasar dan orientasi sebelum kami dijerumuskan ke tengah hutan di Pulau Seram. Kami tengah dipersiapkan untuk mengikuti ekspedisi ilmiah internasional yang lantas diberi nama Operation Raleigh dengan kode ekspedisi 10F. Boleh dibilang, inilah awal karir saya di bidang yang saya tekuni hingga sekarang.

Ekspedisi 10F sendiri berakhir tanggal 3 Oktober 1987 yang lantas diteruskan oleh ekspedisi 11E sebagai kelanjutannya. Ekspedisi 10F pada akhirnya menelan dua korban jiwa dan satu korban cedera parah pada saat dua peserta ekspedisi hilang di Gunung Binaia. Paul Claxton, fotografer asal Inggris ditemukan meninggal, semetara Ashley Hyett ditemukan dalam keadaan hidup tetapi cedera parah. Korban meninggal lainnya adalah seorang porter (pengangkut barang) di awal ekspedisi pada saat menempuh rute Wahai ke Solea.

Lha bagaimana ndak mau hilang, wong naik gunung ndak bawa penunjuk jalan, lagi pula saat itu cuaca sangat buruk di puncak Binaia. Saya ingat, saya masih sempat bertemu mereka di camp terakhir sebelum puncak, kami baru saja turun karena buruknya cuaca. Lha kok itu orang dua malah nyelonong naik.

Binaia bukanlah satu-satunya rute maut pada saat itu, ada sebuah gunung lain yang walaupun lebih pendek tetapi lebih berat untuk didaki, Gunung Kobipoto. Tanjakan ke gunung itu kami namai path of sorrow dan ada bagian yang kami namai tanjakan dengkul-dagu (dengkul nempel di dagu sangking terjalnya). Tapi ya bagaimana lagi, wong penelitiannya ya di tempat-tempat begitu.

Tiga bulan di tengah hutan begitu, membuat kami menjadi sangat dekat satu dengan lainnya, sangat dekat. Hingga saat ini, sebagian dari kami masih saling berhubungan. Sebagian lagi hilang entah ke mana, dan tiga orang diantara kami, sudah mendahului kami menemui sang pencipta, Norman Edwin, Wahyu Kuntoaji dan Heronimo Sancoyo …. he he he sudah dua puluh tahun kawan. Pasti lagi cengengesan bareng ya kalian bertiga di atas sana?

Dua puluh tahun sudah lewat, entah bagaimana rupanya sekarang tempat-tempat yang dulu kami kunjungi itu. Wahai, Air Besar, Sawai, Solea, Roho, Manusela, Solumena, Maraina, Kanikeh, Kobipoto, Binaia …. apa sampeyan ada yang tahu?

14 orang ikut ndobos

1

Gravatar

04 July 2007 14:10:24

djokosantoso

wuih, pengalaman yang luar biasa, apalagi ada yang sampai meninggal, hebat eiii

hik hik pengalamanku kok hanya turing naik motor aja ya….

2

Gravatar

04 July 2007 14:34:04

yati

wow…cuma kenal satu dua nama….Anda heibatttt!!! (anda siapa? hehehe)

3

Gravatar

04 July 2007 15:30:46

mbahatemo

wuihh.. pakdhe ini memang huebatt..
mbok besok2 kalo kopdaran di puncak gunung.. saya melu wis..

4

Gravatar

04 July 2007 16:34:46

didi

norman edwin? berarti kenal bongkeng dong? kang heri macan, ogun , dan herman lantang.

5

Gravatar

04 July 2007 16:43:46

tito

anda yang mana? yang cakep sendiri itu bukan?

6

Gravatar

04 July 2007 18:23:23

Hedi

Aku baru tahu ada gunung sedashyat (dengkul dagu) di Pulau Seram. Boleh juga kalo kapan² mountaineering ke sana :D

7

Gravatar

04 July 2007 18:45:47

kw

heroik! boleh dong sharing cerita lagi petualangannya di tempat lain? :)

8

Gravatar

04 July 2007 18:54:28

zam

1987??

saya baru TK itu!!

9

Gravatar

04 July 2007 20:25:35

gita

blass ga mudeng tempat2 yang disebut di atas pakdhe. itu apa itu apa? jelaskan

*lho kikode jenengku dhewe, tumben*

10

Gravatar

04 July 2007 22:00:02

mariskova

Saya malah nyari muka seseorang yang saya pernah ketemu di Tokyo… Lho? Kok gak ada? Malah ada Ghilman disana???

11

Gravatar

07 July 2007 10:57:09

fitri mohan

sama ama devina: saya kaget ngeliat ghilman ikut foto di jaman itu…

12

Gravatar

22 July 2007 10:59:03

yudhi

sangar pakdhe ceritanipun =)

13

Gravatar

31 December 2007 15:36:44

Heru

Norman Edwin & Didik Samsu telah mencapai puncak tertinggi, dimana semua manusia akan kesana semua. Suhunya dingin nggak ya disana?

14

Gravatar

10 September 2008 16:42:41

jopi tenlima

gua dulu ikut dan ada difoto itu ini siapa yang nulis ya

Ikutan Ndobos

Ndobosan sebelumnya | Ndobosan selanjutnya