Ngalor Ngidul
Membaca, betapa menyenangkan. Maka setumpuk buku dan surat kabar hari ini teronggok manis menunggu giliran untuk dijamah. Lha, kok soal pemanasan global lagi, es di kutub mencair lebih laju dari yang diduga, musim sudah nyempal dari kalender, ada peningkatan dahsyat gas-gas rumah kaca. Asap dan gas buangan industri dan buangan kendaraan bermotor punya kontribusi lumayan besar dalam hal ini, begitu katanya. Mau nyolot soal ini? Mbok ya ngaca dulu, wong saya itu masih lebih sering klayaban pakai kendaraan pribadi kok.
Ada banyak tindakan-tindakan sederhana yang bisa dilakukan dalam kegiatan sehari-hari untuk mengurangi lepasnya gas-gas rumah kaca yang bikin bumi jadi gerah. Hanya saja, perkara naik kendaraan umum kok saya masih jarang ya. Masih belum jadi pilihan utama dengan berbagai alasan, dari mulai soal kenyamanan hingga keamanan. Walaupun jika bepergian jauh saya selalu menggunakan kendaraan umum, meskipun selalu ada kekhawatiran soal aman tidaknya kendaraan tersebut.
Kemarin itu saya ada terima sms, “Wahai Star hilang di perairan Maluku”. Berita hari ini mengabarkan musibah yang menimpa kapal tersebut di sini. Saya dan pengirim SMS itu pernah menaiki kapal satu ini pada saat kami hendak menuju Seram dari Ambon, dua puluh tahun yang lalu itu. Seingat saya ada tiga kapal yang digunakan saat itu, dua lainnya adalah KM Tiga Berlian dan KM Purnama. Entah bagaimana nasib dua kapal lainnya tadi sekarang.
Kendaraan umum lain untuk bepergian jauh yang selalu saya pakai adalah kendaraan yang dioperasikan oleh bermacam maskapai penerbangan itu. Soal nyaman, beberapa ada yang sangat nyaman malah. Lantas soal aman, lha ini dia. Terpikir juga untuk beli pesawat terbang sendiri, hanya saja uangnya masih kurang sedikit.
Lantas kalau punya pesawat pribadi apa boleh saya menerbangi angkasa Eropa? Mestinya boleh, toh yang kabarnya bakal dilarang itu maskapai penerbangan komersial dari Indonesia. Saya ndak punya maskapai dan tidak komersial pula. Dasar mekitik, mau dolan ke Eropa saja pakai pesawat pribadi, apa ndak malah nyumbang gas rumah kaca besar-besaran itu? Lho ya rencana saya itu mau beli yang penggunaan bahan bakarnya irit sehingga buangannya sedikit seperti Boeing 787 Dreamliner itu. Promosinya begitu kan?
Bicara soal promosi, ada iklan mbingungi yang saya baca di koran pagi ini. Produk tersebut dikatakan mampu “membuat kesibukan Anda semakin mudah”. Lepas dari soal kenapa “Anda” ditulis dengan huruf “A” dan bukan “a”, saya bingung akan maksud iklan tersebut. Mungkin maksudnya jika saya memakai produk itu, saya akan semakin mudah sibuk. Seorang kawan berkata tentang produk tersebut “Canggih itu, pokoknya bisa apa saja”, lantas saya bertanya “bisa disuruh lari ke warung untuk beli obat sakit kepala ndak?”
Ada pula iklan yang berbunyi “Ikuti KB Sekarang, Belanja Pasti Senang”. Weeealah, KB itu singkatan dari Kartu Belanja tho? Lha kalau saya dapat KB apa bukan kartunya yang ikut saya. Atau mungkin KB yang ini bisa jalan sendiri lantas saya bisa mengikutinya. Lain soal kalau KB tadi merupakan singkatan dari Kris Biantoro …. eh, apa kabarnya pesohor satu ini?
Gambar diambil dari sini.
12 orang ikut ndobos
12 July 2007 11:32:32
Luthfi
mumet
aku ngetan ae
12 July 2007 13:41:04
pitik
aku ngulon wae…
12 July 2007 14:02:26
gita
mbuh pakdhe
12 July 2007 14:05:24
iway
taufik savalas pake kendaraan pribadi meninggal je??
12 July 2007 14:52:25
bangsari
aku kok keblet pipis yo…
12 July 2007 15:16:25
mbahatemo
saya ndak tahu kabar manuk 60an itu, pakdhe? maksute saya ya KB yg terakhir itu..
12 July 2007 15:52:18
hedi
Selalu ngalor ngidul, kok bukan kulon wetan…tanya kenapa?
12 July 2007 17:57:28
yati
ini ndobos soal apa toh? tadi di tipi ada berita Wahai Star juga. Ada berita Taufik Savalas juga….aaaahhh…ngeri
12 July 2007 18:02:53
-tikabanget-
akhirnyah nostalgia dua puluh tahunan berakhir jugah…
12 July 2007 18:04:30
kenny
aku yo KB sir
12 July 2007 19:40:31
kw
jadi apa kabar menariknya?
13 July 2007 13:59:13
trie
aku akhir2 ini juga bingung ama cuaca, je… masa’ musim kemarau gini, tiba2 aja kehujanan di jalan…
mbuh…. mbingungi koyo’ iklan kui yo sir.