Jalak putih
Burung cantik keluarga Jalak yang berwarna putih dan hitam di bagian sayap serta ekor yang mirip dengan Jalak bali, hanya saja bagian sekitar matanya berwarna kuning, sementara pada Jalak bali bagian ini berwarna biru. Warna hitam pada sayap menjadikannya diberi nama Sturnus melanopterus dalam Bahasa Latin, Sturnus untuk Jalak dan melanopterus yang berarti bersayap hitam. Keelokan yang membawa petaka bagi burung ini, karena bagi banyak orang ia lantas layak untuk dijadikan sebagai burung kurungan.
Dahulu burung ini umum terdapat di hutan-hutan dataran rendah dan hutan musim di Pulau Jawa, Madura, Bali dan Nusa Penida, lantas pernah pula dijumpai di Lombok (Juni 1896 dan Juni 1993), mungkin lepasan. Burung lepasan pula yang dahulu sempat terlihat berkembang biak di Pulau St. Johns di Singapura, walaupun kemudian punah dari tempat ini sekitar tahun 1994.
Penurunan jumlahnya di alam cukup tiba-tiba dan saat ini pengamat burung bisa jingkrak-jingkrak girang jika melihat burung ini di alam. Di Bogor saja, burung ini kadang masih terlihat pada akhir tahun 1990-an, lantas lenyap entah ke mana. Di Jakarta sudah tidak ada ceritanya lagi sejak awal tahun 1940-an. Di Bandung konon menurut kabar masih bisa di lihat (jika beruntung), entah sekarang, mungkin sampeyan yang tinggal di Bandung bisa memberi kabar.
Sebetulnya burung ini mudah saja berkembang biak (jika tidak diganggu). Dalam soal makananpun dia tidak begitu pemilih. Serangga, buah-buahan, biji-bijian dan madu bisa disantapnya. Tempaynya meletakan telur juga bisa bermacam-macam, bisa di lubang-lubang pohon, di pangkal daun palm dan bahkan di celah-celah tebing berbatu. Ada 3 sampai 4 butir telur dalam sekali masa mengeram.
Walaupun habitat asli dataran rendah di Pulau Jawa praktis hampir lenyap, tampaknya hal ini bukanlah ancaman utama bagi burung ini, terbukti dia masih mampu bertahan dan faktor ini hingga sekarang masih diperdebatkan. Sama halnya dengan pengaruh pestisida terhadap burung ini. Tetapi yang jelas, penangkapan burung ini untuk dijadikan burung kandangan diyakini sebagai penyebab utama terancam punahnya Jalak putih. Saat ini Jalak putih termasuk dalam daftar jenis burung yang secara global terancam punah dengan status Kritis (Endangered).
Foto © Mervin Quah diambil dari sini.
5 orang ikut ndobos
20 July 2007 06:38:27
de
bapak kos ku dulu piara kayak gini Pak De. tapi apa bener yg ini ya? ah pokoke jalak putik lah eh jalak bali apa ya hala mbuh wes hehehe
20 July 2007 06:39:43
de
weh pertama??
21 July 2007 07:06:26
kw
dulu masa bocah masih sering liat siih di sekitar rumah. sekarang gak pernah lagi
26 August 2008 14:36:50
pak tut
ak pny 2
01 September 2008 18:00:57
akang
di jateng masih banyak. di lereng gunung merbabu yg masuk wilayah kabupaten semarang, boyolali, dan magelang. biasa hidup berkelompok 7-10 ekor di hutan pinus.