1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Archive for July, 2007

Rp.750 Rp.250 Rp.100

Saya menyukai museum, bukan hanya karena saya seusia dengan barang-barang yang dipamerkan di sana tetapi saya seperti mendapat cerita setiap kali melihat barang-barang yang dipamerkan. Maka saya tidak menolak ketika istri saya mengajak saya mengunjungi Museum Nasional bersama kumpulannya itu, Sahabat Museum. Lagipula saat itu sedang ada pameran tentang Majapahit yang katanya bakal digelar hingga tanggal 22 Juli yang akan datang.

Soal bagaimana acara kumpul-kumpulnya, biarlah istri saya saja yang cerita. Saya sendiri lebih tertarik soal harga karcis masuk ke Museum Nasional. Untuk masuk ke Museum Nasional sampeyan bisa beli karcis ketengan, Rp.750 untuk dewasa dan Rp.250 untuk anak-anak. Lantas, jika berhasil membujuk orang sekampung untuk ikut berkunjung maka harganya menjadi Rp.250 untuk dewasa dan Rp.100 untuk anak-anak.

Continue Reading 19 Comments

Raja-udang kalung-biru

Seribu Intan nomer 33

Raja-udang kalung-biru (Alcedo euryzona), sedang-sedang saja ukurannya (sekitar 20 cm). Hidupnya sangat bergantung akan keberadaan sungai dan hutan-hutan dataran rendah di pinggir sungai. Tercatat hidup di negara-negara Myanmar, Thailand, Malaysia, Brunei dan Indonesia. Di Indonesia sendiri burung ini dapat dijumpai di Sumatera, Kalimantan dan Jawa. Hanya saja, burung ini sudah sangat lama tidak lagi terlihat di Pulau Jawa. Mungkin saja ada hubungannya dengan semakin habisnya hutan-hutan dataran rendah di pinggir sungai di Pulau Jawa.

Continue Reading 5 Comments

Ngalor Ngidul

Membaca, betapa menyenangkan. Maka setumpuk buku dan surat kabar hari ini teronggok manis menunggu giliran untuk dijamah. Lha, kok soal pemanasan global lagi, es di kutub mencair lebih laju dari yang diduga, musim sudah nyempal dari kalender, ada peningkatan dahsyat gas-gas rumah kaca. Asap dan gas buangan industri dan buangan kendaraan bermotor punya kontribusi lumayan besar dalam hal ini, begitu katanya. Mau nyolot soal ini? Mbok ya ngaca dulu, wong saya itu masih lebih sering klayaban pakai kendaraan pribadi kok.

Continue Reading 12 Comments

Dua Puluh Tahun (6)

Dua puluh tahun sudah lewat. Kegiatan beberapa bulan di hutan dan pantai Pulau Seram telah mewarnai secara meriah kehidupan para venturer Indonesia selepas ekspedisi. Kontak masih terjalin lumayan baik, walaupun kami sudah tidak lagi bertemu sesering dahulu. Lantas kami bertemu kembali, sudah banyak pula yang berubah pada masing-masing individu. Hanya saja, paling tidak pada beberapa orang, ada satu hal yang tidak berubah …. kelakuan.

Continue Reading 17 Comments

Dua Puluh Tahun (5)

Ada beratus orang dari 14 negara seolah terperangkap di tengah hutan. Perbedaan bahasa, cara hidup dan cara pandang lantas menjadi bahan perbincangan yang menarik saban malam di semua camp.

Soal bahasa seharusnya tidak harus menjadi hambatan berarti, karena toh salah satu syarat mengikuti ekspedisi adalah kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris. Hanya saja bagi para venturer Indonesia, terutama pada saat emosi tinggi, semua perbendaharaan kata bisa bubar. Selain itu pada banyak kejadian masalah bahasa ini menjadi begitu membingungkan.

Lantas ada pula perbedaan cara hidup dan cara pandang yang kadang terasa ekstrim. Sebuah kejadian yang menurut sang pelaku ya biasa-biasa saja bisa membuat panas dingin pihak lain yang ujung-ujungnya malah membuat pihak lain itu susah tidur. Beberapa contoh kejadian berikut mungkin bisa memberi sedikit gambaran.

Continue Reading 13 Comments

Ndobosan lama | Ndobosan Baru