Stip

Stip, penghapus, barang kecil yang dulu sering bikin saya panik kalau tidak ada. Tadinya saya ya bingung dari mana asal kata stip itu. Teman Belanda saya bilang “ya ampun mas, kata kuno itu, stift, penghapus yang nempel di ujung potlood. Sudah jarang dipakai sekarang, biasanya pakai kata gum saja untuk penghapus”, begitu katanya. Stip yang menempel di ujung pensil (potlood, kata teman saya itu), terbuat dari getah karet, berwarna merah, dan dalam kasus saya sering copot dari wadahnya sangking bersemangatnya menghapus tulisan.

Saya masih ingat ketika masih menuntut ilmu di sekolah dasar dan menengah betapa pentingnya barang satu ini. Jika stip akhirnya tidak dapat ditemukan disaat mendesak dan teman sebangku pelitnya setengah mati untuk meminjamkan penghapusnya, maka karet gelang bisa digunakan sebagai pengganti. Tidak lupa untuk melumurinya dengan ludah terlebih dahulu.

Lantas stip di ujung pensil itu mulai jarang dijumpai, yang muncul kemudian adalah penghapus yang berdiri sendiri. Biasanya berbentuk kotak dengan harum yang khas. Selain sebagai alat penghapus tulisan, penghapus berdiri sendiri begini juga berguna sebagai alat alih pengetahuan, tepatnya sebagai alat penyimpan “referensi”, atau untuk berklirim pesan antar teman pada saat ulangan. Mungkin, inilah untuk pertama kalinya saya mengenal teknologi mikro.

Pada saat saya beralih dari pensil ke ballpoint, penghapus tinta ballpoint adalah andalan saya untuk menghapus kesalahan menulis. Lebih kasar teksturnya dibandingkan dengan penghapus pensil dan semangat saya yang menggebu untuk menghapus sering malah membolongi kertas. Fungsi lainnya sebagai alat komunikasi masih tetap terjaga.

Kemudian muncul cairan “penghapus”, yang lantas dikenal dengan nama Tipp-Ex, yang sebetulnya adalah nama dagang dari cairan “penghapus”. Tidak ada yang dihilangkan sebetulnya, kesalahan hanya ditutupi saja dengan cairan itu. Sama halnya dengan penghapus, Tipp-Ex juga difungsikan sebagai alat komunikasi.

Cairan “penghapus” masih sering saya lihat sebagai bagian dari alat tulis kantor (ini alat tulis untuk menghilangkan tulisan). Penghapus pensil juga masih ada dengan bentuk yang lebih beragam, tidak hanya kotak, dan aroma yang beraneka pula. Kadang, ada kerinduan untuk memakainya. Sekarang saya lebih sering memakai tombol delete.

Join the Conversation

19 Comments

  1. si “mas”, hampir tiap hari kehilangan stipnya di sekolah, stip saya di kantor juga sering jalan-2 ke meja-2 tetangga yang akhirnya kadang raib juga… 🙁

  2. kok masa-masa yg diceritakan di sini pernah sya alami semua ya?

    😕

    selain stip dari karet gelang, benda lain yg berguna adalah sego-upo sebagai pengganti lem.. 😀

    psstt..

    *ngelempar tip-ex*

  3. selain setip, tipex ada juga ko penutup tulisan macam labeling… aku lupa sebutannya..

    dulu aku selalu milih setip bergambar kepiting dalam huruf C. 🙂

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *