Mainan

Semua produk mainan buatan China yang masuk ke Amerika Serikat harus diperiksa setelah Mattel sebuah perusahaan mainan di Amerika Serikat menemukan mainan yang dibuat sebuah perusahaan subkontraktor Mattel di China (Hong Li Da) memakai cat yang mengandung timah hitam. Maka perusahaan tersebut langsung menarik lebih dari 18 juta mainan yang dijualnya di seluruh dunia. Begitu berita yang dilansir di situs BBC News.

Soal mainan begini saya kok lantas ingat mainan jaman kecil dulu yang sebagian besar dari hasil membuat sendiri. Ada mobil-mobilan dari jeruk bali, kitiran dari bambu dan buah karet (saya menyebutnya buah para), tulup dari bambu atau layangan. Pada tingkat bahaya yang lebih tinggi ada ketapel, meriam karbit, dan “mercon banting” isi ulang dari jari-jari atau pentil ban sepeda yang diisi bubuk korek api. Jika uang mencukupi mobil kotak sabun bisa dibuat dan lantas digelindingkan di turunan terjal. Jika uang tidak tersedia tetapi masih ingin ngebut, bisa digunakan pelepah pinang. Toh hasilnya ya sama saja, babak belur kalau terguling dan lantas pringisan jika lukanya ditetesi Iodium. Tidak ada Iodium? ya diolesi ludah sendiri saja.

Lantas ada juga mainan layangan buatan sendiri, lengkap dengan benang gelasannya. Perkara membuat benang gelasan ini yang “berbahaya” pada akhirnya. Bukan karena jari-jari tangan yang luka tergores benang gelasan, tetapi pada pembuatannya. Panci yang digunakan untuk memasak lem kak (lem kayu)yang lantas dicampur tumbukan kaca itu, sebetulnya ya panci buat masak sayur. Sakitnya tangan tergores tidak ada apa-apanya dibanding dengan akibat amarah Ibu.

Bermain sepak bola tidak punya bolanya, itu masalah sepele, toh ada kertas koran yang bisa dibuntal lantas dibungkus plastik dan diikat tali. Jika dirasa kurang berat, bisa disipi batu. Bola sekadarnya yang lantas bisa disepak-sepak sama riangnya. Untuk batas gawang, cukup pakai tumpukan baju atau sandal. Jika penjaga gawang sudah meloncat setinggi mungkin dan bola masih terlalu tinggi untuk dijangkau, dianggap bola itu melayang di atas mistar imajiner …. tidak gol. Pulang ke rumah dengan kaki terpincang-pincang, tidak bakal mengundang rasa iba, paling banter ya hanya ditanya “kenapa? habis main bola ya?”

Kadang sering timbul keinginan untuk mengenalkan anak-anak saya dengan mainan bapaknya jaman dahulu itu. Sejauh ini, tingkat keberhasilannya rendah sekali. Mungkin mereka merasa tidak aman bermain dengan mainan jaman dahulu.

Join the Conversation

17 Comments

  1. bikin benang gelasan sendiri…? seru Pakdhe, numbuk pacahan kacanya trus benang direbus, dan diberi telur (dulu nyuri punya Ibu) biar tambah sip katanya. belum lagi mengeringkan benangnya dgn melilitkan diantara pepohonan, seru…..

    benar Pakdhe, pengin ngajarin permainan jadul ke anak tapi anakku cewek je….sementara dulu mboke suka permainan cowok.

  2. cilaka betul anak sekarang ya? semua mainan dan hiburannya sudah dibuatkan pabrik, ndak ada proses kreatif yang dipelajari. padahal gizi yang berlebih harusnya mendapatkan penyaluran energi yang sesuai. syndrom orang tua ya?

  3. paling seneng dulu main tembak-tembakan pakai bambu yang ditusuk dengan bilah bambu menggunakan peluru kertas yang direndam lebih dulu.

    agar peperangan lebih “mematikan”, maka air yang digunakan untuk merendam kertas ditambahkan cabai sebanyak-banyaknya ha.ha.ha.

  4. Saya dulu main masak-masakan. Pake panci beneran, api beneran, sayur (hasil nyolong dari kulkas) benera, hanya kompornya aja yang hasil desain rame-rame.
    Lha, kok, ya gak bisa masak juga gedenya….

  5. pernah mainan engklek, gobak sodor (go back to the door), bentengan, pokok e seru ru sampek uber2 an gak mbalik2.
    jebule mangan neng omah ….

  6. lho aku baru tau, kalo gobak sodor itu dari singkatan go back to the door… suwun nggih denmas adipati kademangan atas pencerahannya…
    *lho iki komen kog malah gara2 komen orang*

  7. ga ada iodium pake tentir donk, tinggal ngembat kebon sebelah, risiko terbesar saya main long bumbung adalah alis ilang sebelah n rambut kriting heheheheh

  8. wah sebenernya aku cuma mau tanya ada yang tau website yang lagi nulis tentang mainan “suara belalang” ngak. aku ngambil tugas itu. trims bfor

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *