1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Menggadai Cinta … Bisa?

spanduk.jpg

Mpok luwak ada bercerita soal yang tiba-tiba baik hati, dan saya melihat spanduk direntang di depan kantor pegadaian. “Emas & BPKB: Sebagai Faktor Produksi. Optimalkan Emas & BPKB Anda menjadi Modal Kerja dari Pegadaian”, begitu ujarnya. Tak usahlah saya berkomentar soal isi pesan spanduk itu.

Saya hanya ingin bercerita sedikit masalah bincang-bincang gadai yang terjadi pagi ini. Kabarnya aset bergerak bisa digadaikan dan ini yang membuat institusi pegadaian berbeda dengan institusi keuangan lain yang biasa menerima aset tetap sebagai jaminan. Selain itu, dalam gadai menggadai, barang agunan langsung dikuasai oleh institusi pegadaian. Gadai emas, ya emasnya diserahkan. Hanya belakangan, gadai kendaraan bermotor tidak menyerahkan fisik kendaraannya secara langsung tapi cukup BPKB-nya saja. Mungkin pegadaian kesulitan menyediakan lahan penyimpanan barang agunan.

Saya ingat masa-masa kuliah dulu, seorang kawan selalu menggadaikan sepeda motornya setiap kali akan pulang kampung di kala liburan semester. Selidik punya selidik, ini bukan masalah uang, ini masalah keamanan barang. Dia berkata, lebih ayem meninggalkan motornya di pegadaian daripada meninggalkannya di tempat pemondokan.

Lantas ini nulis begini maunya apa? Apa saya berniat menggadaikan istri saya? Walaupun istri saya itu rajin klayaban, tapi dia bukan aset bergerak, sehingga tidak layak gadai. Dia itu aset tetap, tidak tergantikan, bersama sampe akhir getoooo ….

Lantas, kalau istri saya itu aset tetap, saya aset apa? Ho ho ho, saya bukan aset apa-apa, saat ini saya itu liability, tak layak gadai juga. Apa ada institusi pegadaian mau terima beban? Sebagai liability saya harus segera dibuat menjadi faktor produksi, agar aset tetap bisa terus di-maintain dengan baik dan benar.

Lantas, lirik lagu dan tulisan di pantat truk “kugadaikan cintaku” itu bagaimana urusannya? Terserah sampeyan, mau melihat cinta sampeyan kepada seseorang itu sebagai aset bergerak atau aset tetap ….. ah mungkin juga cinta sampeyan itu liability.

14 orang ikut ndobos

1

24 August 2007 12:56:17

nana

nanti sore saya pergi untuk seeing possibilities for a merger, tepatnya memastikan lialibility saya merupakan faktor produksi yang baik hihihi

2

24 August 2007 13:01:39

tito

menggadaikan istri boleh titip ktp, surat nikah atau akte kelahiran saja, di sini lahannya sudah habis

3

24 August 2007 14:00:58

chiq

#mas tito
kujamin, calon istrimu bakalan mikir lagi kalo mau jadi istrimu,Mas

;))

4

24 August 2007 14:33:47

arya

gadein perempuan bikin repot Pegadaiannya kali Pakde?

5

24 August 2007 15:05:33

bangsari

yang repot kalo istri digadaikan bukan pegadaiannya, tapi petugasnya. cewek itu kalo lagi dapet kan cerewetnya bukan main. bikin sakit kepala. hahaha

6

24 August 2007 23:45:43

ayahshiva

kalo cinta 24 karat berapa tuh nilainya kalo digaidain

7

25 August 2007 18:46:29

bibi SP

kalau mas mbilung yg di gadai, kantor pegadaian rugi lha wong karung bergigi

8

26 August 2007 11:02:45

puput

*mringis

9

26 August 2007 16:41:43

M Fahmi Aulia

cinta digadaikan karena untuk hidup butuh makan..makan butuh duit, tapi duit ga punya.
harta yg ada cuma cinta, jadilah cinta yg digadaikan..
:-“

10

27 August 2007 05:36:38

de

kami menyebut barang yg digadaikan dengan istilah ‘disekolahkan’ hahahaha. jadi inget jaman sekolah biyen.

11

27 August 2007 08:13:47

d'Tiz

ya seperti motor itu tadi, digadaikan untuk keamanan.. Kalau Mas Mbilung lagi pergi tugas, si Mbak itu mendingan dititipin di pegadaian, biar lebih aman. enak to.. dapet uang saku, istri ada yang njagain…

12

28 August 2007 15:25:49

mpok luwak

oalah.. pantes.. ada yg refer dari sini :P
mending mana, menggadaikan cinta atau mencintai pegadaian? :D

13

30 August 2007 15:44:36

trie

cinta maning..cinta maning…. :(

14

02 September 2007 17:29:01

Parmin

Yang jelas istri Kang Ijo bukan Aset Rahmat Purnama….
Hehehe

Ikutan Ndobos

|