1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Becak, Becak, Jalan Hati-Hati

Saya mau tamasya, berkeliling-keliling kota
hendak melihat-lihat, keramaian yang ada,
saya panggilkan becak, kereta tak berkuda
becak, becak, coba bawa saya


Ruang gerak becak sudah amat sangat sempit di ibu kota republik ini. Bukan berarti becak lantas punah, karena masih ada becak yang beroperasi di beberapa tempat di Jakarta. Dahulu pada masa operasi pembersihan becak gencar dilakukan, banyak becak lantas jadi penghuni dasar laut di Teluk Jakarta untuk dijadikan media tempat tumbuh terumbu karang.

Becak yang masih bertahan di Jakarta saat ini jumlahnya tampak juga makin sedikit. Entah karena kaderisasi pengayuh becak tidak berjalan atau karena alasan sempitnya lahan operasi. Lantas, ada pula pengayuh becak yang memutuskan untuk menjual saja becaknya. Hasil penjualannya untuk apa? Mau-maunya yang jual sajalah.

Saya juga tidak tahu berapa sebetulnya harga pasaran becak sekarang di Jakarta. Tetapi, akhir pekan kemarin saya ada melihat sebuah becak yang hendak dijual dengan harga 3 juta Rupiah. Itupun masih diiming-imingi hadiah. “Dijual Becak Rp 3 jt Bunus jaket HONDA” begitu tulisan yang ditempelkan di becak yang ditawarkan. Sebuah jaket hijau hitam bertuliskan Nastro Azzurro, nama merk bir pilsner Italia, yang dahulu menjadi sponsor tim balap motor Honda yang ditunggangi Valentino Rossi. Apa hubungan becak dengan jaket Honda, bir dan Rossi? Tidak perlu ada, kecuali mengayuh becak di malam hari memang sepantasnya pakai jaket.

Becak boleh saja tergusur dari ibu kota, tetapi di banyak tempat, becak masih merupakan sarana transportasi yang penting. Para pengayuh becak juga ada yang lantas merasa perlu untuk memiliki organisasi. Paguyuban becak paling tidak ada di beberapa kota seperti di Yogjakarta, Solo dan Surabaya. Bahkan, tahun 2006 yang lalu, pengayuh becak dari Yogjakarta yang tergabung dalam Paguyuban Becak Novotel Yogjakarta berangkat ke Kanada untuk mengikuti program pertukaran budaya yang diselenggarakan oleh Canadian Croosroad selama 14 minggu.

Untungnya saya ndak bawa uang pada saat melihat becak yang dijual tersebut. Lho, siapa tahu saya bisa jadi ketua Paguyuban Becak Kempol Bugar.

Saya duduk sendiri, sambil mengangkat kaki
melihat dengan aksi, ke kanan dan ke kiri
lihat becakku lari, bagai tak kan berhenti
becak, becak, jalan hati-hati

Lirik lagu Hai Becak, Oleh Ibu Soed.

21 orang ikut ndobos

1

27 August 2007 23:51:09

ayahshiva

kalo di palembang masih aja ada becak yang melintasi jalan protokol utama, gak tahu tuh, apa supir becak nya gak tahu peraturan, ato memang gak mau tahu

2

28 August 2007 00:05:05

arya

sebenernya, naik becak itu bisa dianggap kejam sama abangnya gak sih?

3

28 August 2007 07:11:34

tito

kalau rick saw itu nasibnya gimana ya, sir?

4

28 August 2007 08:32:37

annots

Hubungan becak sama bonus jaket, mungkin saja kecepatan becak ini hampir sama bahkan bisa lebih cepat dibanding tim Honda. Becak kan rodanya tiga, satu lebih banyak daripada roda milik sepeda motor Rossi.

5

28 August 2007 08:46:38

iway

dah lama ga naik becak, kasian ama tukangnya secara badan saya semakin berisi saja :D

6

28 August 2007 09:14:55

kw

jaranggggggggg naik becak. mending jalan kaki :)

7

28 August 2007 10:00:14

pitik

lagu itu ringtone hapeku lho…

8

28 August 2007 13:25:32

venus

di cileungsi masih banyak, mungkin karena demand-nya juga masih tinggi. halah, demand ki artine opo to, mas? hueheeee

9

28 August 2007 14:06:16

yati

coba beli becak, bawa ke balikpapan….bisa mati ngos2an ngayuhnya :))

10

29 August 2007 13:11:27

may

tapi ada kenikmatan tersendiri lho naik becak itu. seger, banyak anginnya…..

11

29 August 2007 14:18:19

lantip

woo.. situ kudunya beli itu becak. dan berlakukan gaya basiyo kalo ketemu pelanggan. hihihihi

12

29 August 2007 16:59:12

guntur

sir, seharusnya ongkos becak itu lebih murah karena tukangnya ikut naik.

13

30 August 2007 14:05:42

kenny

becak disini kebanyakan buat turis, klo liat kasihan jg soalnya tk.becak’e dah tuwir2 yg naek bule2

14

30 August 2007 16:22:31

trie

calon penumpang (cp) : “cak, ke pasar ya, berapa ?”
tukang becak (tb) : “lemarebu” *logat meduroan*
cp : “ah… mahal banget, pasar depan sana itu, kan kelihatan”
tb : “mbulan juga kelihatan… apa sampeyan mau mbecak sampe sana ??”

btw, becak di sini udah gak dikayuh lagi sir, tapi dipasangin sepedamotor yg dipreteli setangnya…mananya jadi becakmotor :)

15

30 August 2007 16:24:41
16

30 August 2007 16:26:53

Vina Revi

loh, link-ku kok nggak muncul di comment di atas, ya? huhuhu …
hmm, tar! tar! ini dicoba sekali lagi, ya.

jadi, tukang becak langgananku itu namanya pak Hadi, oom Mbilung!

17

30 August 2007 16:27:41

Vina Revi

pfiiiuh, akhirnya muncul juga link ke pak Hadi-nya!

*edan, kali ini aku bener-bener ndobos*

18

30 August 2007 18:30:49

u-knee

di rumahku di bekasi masih ada becak..lumayan buat angkutan dari depan gang sampai depan rumah..
mending becak daripada ojek..karena mengurangi polusi..tapi katanya ini angkutan yang tidak manusiawi ya?
blogwalking here..

19

11 September 2007 15:43:25

mpok luwak

tadi malam, sekitar pukul 19.15, saya dikagetkan dengan sesosok becak yg dengan PD-nya melintas di jl. gatot subroto jakarta. saya kira itu siluman rumpon..

20

04 March 2008 01:04:13

Kindi Yaskha Ali

“jan, angle’r tenan numpak becak.” Ning kadang mesakne tukang becak-e.ngangeni pokok-e. iki ora ndobos.Sejarah becak ki sopo sing nemokake yo? sedulur ono sing ngerti ra!

21

04 November 2011 15:18:03

MENDHOS

WOW…NUMPAK BECAK KI ASIK TUENANNN.PO MENEH BECAK NOVOTEL..TOP MARKOTOP

Ikutan Ndobos

|