1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Gegar dan Gagap

Buat sampeyan yang rajin bepergian dengan pesawat terbang, seberapa sering sampeyan pernah membaca kartu petunjuk keselamatan yang (biasanya) terdapat pada kantung kursi. Seberapa sering pula sampeyan memperhatikan petunjuk cara menggunakan alat-alat keselamatan dan cara-cara menyelamatkan diri dalam keadaan darurat yang diperagakan oleh awak kabin, atau ditampilklan pada layar monitor di dalam kabin pesawat.

Para awak kabin selalu mengingatkan hal ini, serta ada peraturan keselamatan udara yang mengharuskan perusahaan penerbangan menunjukan semua itu. Perkara suara pengingat itu tidak dapat dipahami karena buruknya cara penyampaian (pengucapan) awak kabin, buruknya sistem audio dalam kabin pesawat atau gabungan dari keduanya, itu masalah lain.

Sembari meperhatikan cara-cara penyelamatan diri yang dipergakan oleh mbak-mbak manis dan mas-mas yang juga manis dengan luwesnya, menarik juga memperhatikan tingkah penumpang lain di sekeliling. Ada yang baca koran, majalah, melihat-lihat ke luar jendela, masih sibuk dengan barang tentengannya yang tak bisa di simpan di rak penyimpanan, dan yang nakal sambil sembunyi-sembunyi masih mengirim sms. Mungkin mengirim pesan untuk bertanya “ini cara merebahkan kursi bagaimana ya?”

Jika misalnya kabin penumpang dianggap sebagai ruang kelas sekolah, dan lantas ada ujian mendadak yang menanyakan ada berapa pintu darurat di pesawat tersebut, akan sangat menarik untuk dilihat hasilnya. Jika lantas perusahaan penerbangan menolak mengangkut penumpang yang memberikan jawaban yang salah – dan uang tidak kembali – , menarik untuk mendengar apa kata khalayak. Tapi itu cuma umpama.

Pernah suatu kali saya mendengar Pak Kapten Pilot, dengan nada tinggi tetapi sopan, mengumumkan bahwa ada penumpang yang mengaktifkan telepon genggamnya pada saat pesawat “touch down”, baru saja mendarat, ngerem juga belum.

Kita sering senang dengan teknologi baru, menggunakannya dengan bersemangat, membuat hidup lebih mudah, begitu katanya. Tetapi kita kelihatannya ya sering lupa juga bahwa ada konsekuensi tanggung jawab yang harus diemban dalam penggunaannya. Jika saya tersangkut dalam perkara ini, saya lantas berkilah bahwa saya gegar dan gagap teknologi.

12 orang ikut ndobos

1

07 September 2007 13:41:36

adipati kademangan

Meski sepele
tapi lek kejadian mendadak yo pikiran iso blank ….

Pertamax tah iki ?

2

07 September 2007 15:16:57

bangsari

wakakakak. jadi sampeyan yang ngidupin hapenya to pakde?

3

07 September 2007 15:38:32

iway

hehehe, saya lagi ngenyot-ngenyot permen waktu ada peragaan itu pakdhe, jadi ndak begitu merhatiin

4

07 September 2007 16:09:22

mbahatemo

nek ujiane ndak lulus, boleh her to?

5

07 September 2007 18:29:12

Hedi

Saya pernah naik garuda, pesawat landing belum jangkep…ada penumpang berdiri mau ambil tas, eh pramugarinya bentak-bentak hehehe…ndeso tenan wong iku

6

08 September 2007 07:26:20

venus

lain kali, tunggu pesawatnya ngerem dulu. sms saya kan bisa kapan aja to masss…ra sah kesusu :p

7

08 September 2007 09:21:53

deep

wakakaka..k… saya gak bisa bayangin. belum pernah naek pesawat soalnya

8

08 September 2007 11:00:55

yoki

hihi..jadi inget.. dalam satu penerbangan, baru beberapa menit take off…ada bunyi dering handphone di tempat penyimpanang barang…bukan sekali saja…setiap 1 menit!!…kontan semua orang langsung mencari sumber suara..termasuk saya juga sambil ngedumel!. tapi tidak ada yang berani berdiri karena lampu seat belt masih menyala…..setelah pesawat stabil dengan sigap para pramugari menyisir asal suara tersebut…sambil menurunkan dan mematikan asal dering tersebut “Who’s bag is this?” …pas di lihat!!…Oalahhh mak ituh punya saya!!..dan memang ada hp didalamnya…dengan menahan malu dan meminta maaf akhirnya saya mematikannya….untungnya itu bukan dering karena ada yang telp..wong itu hp gak ada simcard nya kok!!…ternyata saya lupa mematikan alarm terprogram….:P

9

08 September 2007 14:35:03

yati

ouh…jadi mbales sms itu…di pesawat toh?

10

09 September 2007 00:38:38

sari

sejak byk pesawat jatuh, aku sll nyempetin baca kertas petunjuk itu, sambil niteni dimana pintu darurat terdekat

11

11 September 2007 14:43:19

roelus

tiap kali baca petunjuk keselamatan di pesawat, saya selalu penasaran, emang betul seh kalo di bawah setiap seat ada life jacket, tapi apa memang benar kalo pesawat jatuh di air bakal mengapung seperti ditunjukkan pada ilustrasi yang ada? Bukannya pesawat amphibi aja yg bisa ngapung? terus kalo pesawat nyemplung dan tenggelam, gimana caranya keluar kabin sambil make lifejacket? untuk pertanyaan itu bukan salah satu soal ujian buat penumpang, hiks…

12

15 June 2008 12:01:19

oscar

saya waktu naik pesawat cap singo bilang sam mbak pramugarinya supaya gambar dikartu petunjuk keselamatan diganti. untuk yg mendarat darurat kan harus membungkuk, mana bisa wong jarak kursinya mepet dengkul aja mentok. jadi saya sarankan gambar diganti dengan peluk penumpang disebelah anda pada saat pendaratan darurat. mbak pramugarinya senyum2 kecut

Ikutan Ndobos

|