1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Menggantung Barang

Terjebak di tengah kemacetan lalu-lintas bisa bikin jengkel. Walau begitu, toh sebetulnya sering ada pemandangan di sekitar yang bisa menghibur. Entah itu tulisan di pantat truk, iklan di pinggir jalan, tingkah polah orang berkendaraan, atau belajar kita-kiat mengamankan barang berharga dari jarahan maling.

Begitulah, di tengah-tengah situasi pamer paha (padat merayap patah harapan) begitu, ada kiat baru mengamankan barang yang saya pelajari. Gantungkan barang berharga anda di udara dengan menggunakan crane. Tidak hanya mesin las yang digantung tinggi di udara begitu. Saya juga melihat ada tabung-tabung gas yang dikerek tinggi.

Mesin las memang relatif gampang didorong dan lantas diangkut. Sebagai negara yang tengah giat membangun, permintaan akan mesin las tentunya tinggi dengan harga yang manis juga. Perkara menjual barang tanpa buku petunjuk dan kartu garansi, itu ndak penting. Sering saya mendapatkan pertanyaan yang bisa dengan mudah dijawab “sudah baca manual penggunaan alat?”

Perkara garansi lain lagi kisahnya. Barang rusak, masih bergaransi, toh tidak dengan mudah (dan murah) untuk mendapatkan gantinya. Kadang ongkos untuk mendapatkan garansi berselisih sedikit dengan harga barang yang masih baru. Apalagi jika dihitung ongkos “cape hati”.

Pada masanya saya masih sering hidup di hutan dulu, ada petuah agar menggantungkan bahan makanan, jangan digeletakkan di lantai hutan. Perbekalan makanan aman dari serbuan tikus hutan. Tikus pintar akan menggigiti tali penggantung, dan makanan yang terjatuh menjadi ajang pesta pora penghuni hutan. Rugi dua kali, tali putus, makanan hilang. Toh walau begitu, saya tetap saja menuruti petuah tersebut.

Lantas? bagaimana dengan mesin las atau tabung gas yang digantung? Maling pintar akan menggigiti atau menggergaji kawat baja penggantung barang? Ah ya tidak …. turunkan saja dahulu barang-barang itu atau bawa kabur saja crane-nya sekalian.

13 orang ikut ndobos

1

10 September 2007 11:14:52

annots

Apa foto ini juga didapatkan waktu dalam situasi “pamer paha” juga?

2

10 September 2007 14:52:51

ayahshiva

wah kalo putus talinya gimana tuh

3

10 September 2007 16:44:03

bangsari

pamer paha = padat merayap patah harapan.

lha, kalo kondisi tol gerak ditempat singkatannya apa pakde? hahahaha

4

10 September 2007 17:02:05

yati

sebelum malingnya ngambil barang, udah ketimpa duluan…bonyok deh… :( aduh, sadis

5

10 September 2007 18:46:23

funkshit

asik tuh buat bunuh diri

6

10 September 2007 22:49:59

Hedi

gantungan model gitu udah lumrah di tiap lahan konstruksi, ga tau sapa dulu yang mulai :D

7

11 September 2007 02:36:34

fitri mohan

itu namanya maling yang niat :D sampe sak-crane2nya dibawa sekalian.

8

11 September 2007 06:01:38

de

aku pernah kena macet posisi mobil pas di tengah rel kereta api… gemeteeerrrr

9

11 September 2007 07:59:55

iway

merk-nya crane “pakubumi” ya? wah buatan indon tuh :D

10

11 September 2007 15:52:34

may

lah kalau emang niat maling nekat bener tuh :)

11

11 September 2007 19:50:11

Paman Tyo

Yang mau dan bisa ngambil dengan cepat tuh Superman dan Gatotkaca. Percayalah.

12

11 September 2007 20:49:45

mariskova

Aaaahhh…… dari jendela bus ngarah ke Parung (atau Salabenda?) bisa keliatan itu! xD

13

12 September 2007 00:22:55

YudhaWorld

Wakaka kok semapt – sempatnya liat sob…

Ikutan Ndobos

|