Bikin Bayi Berhadiah
Gubernur Propinsi Russia Tengah menghimbau para pasangan di propinsi itu untuk tidak bekerja pada hari Rabu 12 September kemarin. Ndak usah masuk kerja, bikin anak saja, kira-kira begitu himbauan sang Gubernur. Bagi yang berhasil, dan 9 bulan kemudian pada tanggal 12 Juni 2008 melahirkan anak, dapat hadiah televisi atau lemari es. Pemberian hadiah itu juga berlaku bagi perempuan tidak bersuami walaupun hadiah besarnya hanya diperuntukan bagi pasangan suami istri. Bayi laki-laki atau perempuan, sama saja. Tanggal 12 Juni adalah hari nasional Russia.
Tahun ini, ada 78 bayi yang lahir pada tanggal 12 Juni di rumah sakit utama di Ulyanovsk (Ibukota Propinsi Russia Tengah). Ini dianggap sebagai keberhasilan besar, karena pada tahun 2006 hanya 26 bayi yang lahir pada hari itu. Dokter kepala rumah sakit bergirang hati karena program bikin anak berhadiah berhasil …”The scheme is working. People want prizes.” begitu katanya.
Apa perkara hingga ada acara bikin anak berhadiah begini? Jumlah penduduk Russia saat ini terus menurun. Seperti halnya dengan beberapa negara bekas pecahan Uni Soviet seperti Ukraina dan Belarus, penurunan jumlah penduduk Russia termasuk yang tertinggi di dunia. Jika pada sensus tahun 2002 penduduknya sekitar 145 juta jiwa, diperkirakan pada tahun 2006 lalu angka tersebut turun menjadi 142 juta jiwa. Sebagai negara dengan luas daratan terbesar di dunia, berkurangnya jumlah penduduk adalah perkara serius. Kepadatan penduduk Russia sekarang sekitar 8,3 jiwa per km2, bandingkan dengan Indonesia, 134 jiwa per km2.
Acara bikin bayi berhadiah masih dibarengi dengan insentif finansial. Sejak Januari 2007, pemerintah Russia menaikan uang bantuan bulanan untuk anak sebesar 100% dan memberikan uang kontan 250 ribu Rouble (sekitar Rp. 93 juta) untuk kelahiran anak ke dua. Bukan hanya ada di Russia, negara tetangga Singapura juga menawarkan insentif finansial untuk anak pertama hingga ke empat.
Agak berbeda sedikit adalah Jepang, yang dihantam dua masalah demografi sekaligus. Jepang saat ini mengalami apa yang disebut sebagai populasi yang menua. Saat ini lebih dari 19% penduduk Jepang berusia lebih dari 65 tahun. Para lanjut usia ini berhak menerima santunan dari negara. Terus bertambahnya para lanjut usia membuat pengeluaran negara untuk santunan juga terus meningkat.
Pada sisi lain Jepang diperkirakan akan mengalami penurunan jumlah penduduk dari 127 juta saat ini menjadi sekitar 100 juta di tahun 2050 karena rendahnya angka kelahiran. Di Jepang ada keengganan untuk mempunyai anak, biaya hidup yang tinggi adalah salah satu penyebabnya. Maka pemberian insentif finansial bagi pasangan yang memiliki anak konon sedang ditimbang-timbang.
Sampai saat ini baru Russia Tengah saja yang mengeluarkan himbauan untuk tidak bekerja tetapi “bekerja”. Mungkin di masa depan, tanggal 12 September di Russia akan ditetapkan sebagai “Hari Bantingan Nasional”, dan lantas saya membayangkan akan banyak spanduk bertuliskan “Bikin anak berhadiah lemari es langsung tanpa diundi.”
23 orang ikut ndobos
13 September 2007 10:24:33
kw
wah asyik amat. anaknya dipelihara oleh negara?
13 September 2007 12:08:30
kw
aku tak ketemu dengan ndorokakung. tidak tahu kalau dia ke sana juga.
13 September 2007 12:31:34
annots
wah ini sih kebalikan sama indonesia, indonesia anak sekolah aja dah pinter bikin anak *naudzubillah*
13 September 2007 14:17:34
bangsari
daripada susah susah, mbok minta aja ke pemerintah indonesia. mau minta berapa orang, ambil saja sendiri. wong disini rakyat yang banyak juga bikin pening negara je…
sampeyan mau? hehehe
13 September 2007 15:00:13
tito
lah bikin anak kok ogah ? di sini bikin anak malah coba-coba
13 September 2007 18:17:06
arya
hahahaha…
saya mau tuh ke sana.
eh rusia itu dingin ndak to Pakde?
kalo dingin, harusnya tanpa disuruh udah pada rajin mbikin ya Pakde?
13 September 2007 20:47:24
Hedi
Saya ga peduli hadiahnya, tapi saya mau jadi pejantan di Rusia Tengah itu
13 September 2007 20:47:42
mariskova
Waktu di Honjo, saya ditawari Sensei saya untuk hamil dan melahirkan di Jepang. Everything will be taken care of, katanya. Apa gak malah ngeri saya ngedenger itu? Ntar bayi-nya diambil negara dia dan dikasih nama Naruto…
13 September 2007 23:50:01
M Fahmi Aulia
program yg hampir sama pernah dilakukan pemerintah Singapura. saya ndak tau sukses atau tidak…
14 September 2007 08:43:26
de
hadiahe kok gak nyambung
mestinya bikin anak berhadiah celana g-string sak kontener. 
14 September 2007 14:42:33
yati
terima anak impor ga ya?
14 September 2007 23:22:51
-tikabanget-
wewww…
endonesaaa??
kok ndak ada yaaa…
15 September 2007 11:39:04
mbahatemo
pakdhe, apa jadinya ya kalo itu terjadi di indonesia?
15 September 2007 11:47:43
venus
hari bantingan nasional….wedyaaaannnn :p
15 September 2007 13:05:59
mata
sampeyan ndak ikutan dhe ? mumpung ada hadiahnya kan ?
16 September 2007 04:17:13
Adi
Kalo yang kayak ginian aku sih pasti mau, meskipun gak dibayar….Xixixixi
16 September 2007 08:45:13
mbakDos
mungkin orang2 rusia itu harus belajar dari orang indonesia. gak usah ditawarin hadiah aja sudah ‘menghadiahi’ diri sendiri kok
17 September 2007 13:42:59
ayahshiva
walah aneh aneh aja neeh negara, disini lagi pusing gimana caranya nekan pertambahan penduduk eh di sana malah di kasih hadiah kalo punya anak.
18 September 2007 03:14:07
a0z0ra
Gimana kalo Indonesia & China export penduduk saja ke sono hehehe.. tapi jangan TKI ya.. kasihan
18 September 2007 07:21:35
may
segitunya mereka ndak mau punya nak ya?
19 September 2007 14:03:06
romi
super ndobos pak
keep posting !
http://www.lintasberita.com/Aneh/Pasangan_Russia_bikin_anak_dapat_hadiah/
waduh sampe masuk lintasberita selamat
22 September 2007 10:38:04
maruria
Muantap bener program negaranya yak..???!!
Apa sengaja bikin kader kader komunis???
07 October 2007 13:18:35
bob
lho kirain sedunia? hehe…
yah, kebutuhannya emang kayak gitu..
trik yang dipakai juga berbeda…
(ga kuat denger kata2 dokter2 girang…wkwkkw)