1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Ka Mate

Sejak tanggal 7 September yang lalu hingga nanti tanggal 20 Oktober saya akan dimanjakan oleh tontonan sekali dalam 4 tahun. Piala Dunia Rugby. Saya memang menyukai Rugby, bahkan dahulu pernah secara nekat menekuni oleh raga ini. Lha bagaimana ndak nekat, wong pada masa itu badan saya hanya sebesar lidi dan saya bisa bersembunyi di balik gagang sapu. Sebagai pemain dengan badan paling kecil tetapi bisa berlari sangat cepat (termasuk lari dari kenyataan), saya dipasang sebagai left wing.

Seperti penggemar olah raga lainnya, saya juga memiliki tim pujaan, dan bagi saya itu adalah tim nasional rugby Selandia Baru (All Blacks). Cepat, ndak kebanyakan cengkunek, ofensif dan tarian adalah ciri yang saya kagumi. Tarian? Sebelum pertandingan di mulai All Blacks selalu menari Haka, tarian tradisional Maori. Sampeyan bisa membayangkan itu orang-orang sebesar gardu hansip menari dengan gagah dan garang, walaupun Haka yang ditarikan oleh All Blacks bukanlah tarian untuk ngajak kelai.

Walaupun begitu, All Blacks bukanlah satu-satunya tim rugby yang jogetan sebelum pertandingan dimulai. Tim rugby Tonga juga menari dengan tarian Sipi Tau, tim rugby Samoa dengan Siva Tau dan Fiji dengan Cibi yang kesemuanya itu adalah tarian perang. Maka suasana stadion akan bergemuruh luar biasa jika All Black yang sedang ber-Haka bertemu dengan Tonga, Samoa atau Fiji yang juga menari.

Bagi All Blacks, Haka adalah ritual awal pertandingan yang tidak bisa ditawar. Haka sebagai budaya tua Maori tidak punah, bahkan makin populer. Apakah Traktat Waitangi yang ditandatangani oleh para pemimpin Maori dengan pihak Kerajaan Britania Raya bulan Februari 1840 lalu merupakan instrumen utama terpeliharanya budaya Maori? Tidak seperti Australia, yang budaya penduduk aslinya sempat tergusur dahsyat, kebudayaan Maori relatif terjaga.

Perkara menari sebelum bertanding, pada masa yang sudah lama lewat pasukan sepak bola Indonesia yang baru pulang berlatih dari Brazil pergi bertandang ke Arab Saudi untuk menjajal tim nasional setempat. Pasukan sepak bola Indonesia lantas menari samba (mungkin tari serimpi terlalu rumit) sebelum digebuk 6-0 pada pertandingan itu. Mungkin karena hal ini pula pasukan sepak bola Indonesia ndak pernah terlihat menari-nari lagi.

Untuk mengundang pelancong dari manca negara, olah raga dapat digunakan untuk mempromosikan budaya negara asal. Hanya saja tim olah raga yang berpromosi tentu yang memiliki kualitas bagus, bukan yang sudah terkaing-kaing di babak kualifikasi misalnya. Maka jika All Blacks lantas menari untuk mengangkat semangat dan membuat gentar lawan dan pada saat yang bersamaan kebudayaan di Selandia Baru terangkat, maka itu adalah siasat bagus.

Sering saya ya ikut bergumam pada saat menyaksikan All Blacks melakukan haka … Ka mate! ka mate! ka ora! ka ora!

Gambar diambil dari sini dan sini.

17 orang ikut ndobos

1

24 September 2007 18:19:31

yati

saya membayangkan pilm india kalo pedekate pake nari2 dulu…xixixi…

ooooo jadi dirimu ngibing kemaren itu karena sedang pedekate?

2

24 September 2007 21:39:00

Hedi

Sindiran buat sepakbola Indonesia pernah diucapkan orang Thailand. Katanya orang kita ga bisa main bola, tapi main rugby.
Btw, saya ngebayangin sampeyan main full body contact kayak gitu… :D

keponthal-ponthal sam. pesan baju seragam ukuran m, jadi kayak pake rok mini  :D

3

25 September 2007 00:55:54

venus

huahahaha…serius pernah main rugby? gak keinjek-injek? wekekeke…

ps: tag-nya, bos! :D

tag? moh!

4

25 September 2007 07:35:23

iway

heran ya orang bule itu, seharian di lapangan bola tetep aja putih-putih, lha saya baru setengah jam aja dah keling ling :D

5

25 September 2007 11:11:26

kenny

walah, sir ikutan rugby gak remuk ditabrak’i?

6

25 September 2007 11:14:55

abang dinda

kaya liat tari saman, dalam elevasi lebih tinggi dan velocity yang lebih rendah :D

7

25 September 2007 14:16:25

qq

Wih rugby dan haka? Jadi kepengen nonton tim all black … hehehhee, karena terus terang yang bagian ini lebih menarik bagiku ketimbang mengikuti permainannya … ngeri euy.

8

25 September 2007 15:40:06

Pipit

All Blacks adalah tim favorit saya! Seperti yang paman bilang, mereka itu tidak hanya bagus dalam segi taktik, tapi juga disiplin dan kemampuan perorangan. Kalau sudah lihat All Blacks mulai menyerang, seperti melihat ombak yang melaju, wong barisan pemain yang hampir lurus dengan ritme yang serasi dan operan bola yang hampir selalu tepat sasaran. Cantik! Ditambah dengan berbagai trik tipuan seperti operan belakang punggung seperti waktu tanding sama Scotland kemarin.

*Lagi nungguin game antara All Blacks sama Australia atau Perancis…pasti seru
Untuk Haka, tarian perang tersebut kalau tidak salah bukan hanya untuk “menantang” lawan tapi juga sebagai bentuk penghormatan bagi sang lawan tersebut.

wahaaaa … di itu pertandingan scotland kasian sekali, all blacks 40 – scotland 0 sahaja. sampe sekarang belum ada yang bisa nembus angka 100 kecuali All Blacks, nonton kan waktu portugal dicabik-cabik?  :D

9

25 September 2007 19:26:35

dendi

ngomong-ngomong haka, jadi inget film whale rider… heuhehe gak nyambung.
Saya gak suka rugby, soalnya gak mudeng

10

26 September 2007 08:52:30

may

rugby ya? aneh.. ndak mudeng saya…

11

26 September 2007 12:33:23

april

dhe, ada pemain perancis (kl ga salah seragam biru2) badannya bongsor bgt…gondrong rewo2, ga iso bayangno kl sampeyan diinjek2 mlenyet

sopo? sebastien chabal – the caveman? number 8 -nya prancis? sangar yo pril, koyo werkudoro.

12

26 September 2007 14:13:53

trie

*Cepat, ndak kebanyakan cengkunek,….*
Sir.. cengkunek itu apa toh ? bhs mana ya? aku kog ndak mudeng.
Lho..werkudoro main rugby tah ?. Wah..klo gitu aku musti nonton tuh…

13

26 September 2007 21:17:23

tito

itu anak anda yang sulung bisa menyalurkan ambisi bapaknya, postur badannya sudah mendukung

14

27 September 2007 09:01:29

merahitam

Kok aku malah ngebayangin jaman dulu waktu sering ngetawain anggota menwa yang lagi nari di kampus ya?

15

27 September 2007 13:13:32

balibul

wah jadi inget film ” alive ”

yang team rugby pesawtnya jatuh di pegunungan salju

16

28 September 2007 20:30:35

maruria

Dulu sebesar lidi toh badannya pakdhe ini? Lha ko sekarang……..Hehehehehehe…bcanda pakdhe…*nyengir*
Kalo Endonesah punya tim rugby, kira2 tarian perang macam apa yang akan dilakonkan yah????

17

04 October 2007 23:40:46

siw

hihihi…
koyone sampeyan menikmati banget yo Dhe?

Ikutan Ndobos

|