50 Tahun
Pada tanggal 4 Oktober 50 tahun yang lalu, begitu tanggal resminya, roket R-7 Semmyorka milik Uni Soviet mengangkasa dari sebuah tempat di Kazakhstan yang nantinya dikenal sebagai Baikonur Cosmodrome. Roket yang meluncur pada jam 01:28:34, 5 Oktober 1957 waktu setempat tersebut membawa muatan berbentuk bola “berkumis” empat seberat 80-an kilogram, yang diberi nama Sputnik 1. Itulah satelit buatan manusia pertama yang mengorbit bumi.
Sputnik 1 bukan merupakan benda buatan manusia pertama yang meluncur ke ruang angkasa. Benda pertama itu adalah Roket V2 yang diluncurkan pada tahun 1944 di Jerman. Tetapi keberhasilan Sputnik 1 mengorbit bumi menjadi pembuka sebuah era baru dalam sejarah manusia. Era penjelajahan ruang angkasa.
Sebulan kemudian Uni Soviet kembali meluncurkan roketnya, kali ini giliran Sputnik 2 yang lebih besar dari kakaknya. Sputnik 2 membawa muatan mahluk hidup pertama yang berangkat ke ruang angkasa. Laika begitu nama anjing itu. Sayangnya Laika tidak kembali ke bumi dalam keadaan hidup.
Manusia sendiri baru meluncur ke ruang angkasa pada tanggal 12 April 1961. Adalah Yuri Gagarin dari Uni Soviet yang tercatat sebagai manusia pertama di ruang angkasa. Soviet belum selesai, Valentina Tereshkova, bekas buruh pabrik tekstil, menjadi perempuan pertama di ruang angkasa. Amerika yang keteteran di awal akhirnya bisa membalas dengan mendaratkan Neil Armstrong dan Edwin Aldrin di bulan pada tanggal 20 Juli 1969.
Bagaimana dengan Asia? Orang Asia pertama (di luar Russia) yang berangkat ke ruang angkasa adalah Phạm Tuân dari Vietnam yang berangkat pada tanggal 23 Juli 1980 dengan Soyus 37. Selanjutnya diikuti oleh Mongolia, India, Saudi Arabia, Syria, Afghanistan, Jepang, Kazakhstan, Israel, China dan Iran. Tanggal 10 Oktober nanti Malaysia akan bergabung dengan deretan negara-negara itu.
Indonesia bagaimana? Ibu Pratiwi Sudarmono tercatat sebagai payload specialist pada misi STS-6-H di pesawat ulang-alik Columbia yang pada waktu itu rencananya akan diberangkatkan pada tanggal 24 Juni 1986. Sebelum itu terlaksana, pesawat ulang-alik Challenger meledak berkeping-keping di udara pada tanggal 28 Januari 1986. Misi STS-61-H tidak pernah mengangkasa.
Perjalanan ke ruang angkasa sudah sejak lama menjadi mimpi manusia. Pengarang besar Perancis, Jules Verne, pada tahun 1865 menerbitkan kisah De la Terre à la Lune (Dari Bumi ke Bulan), sebuah fantasi yang akhirnya menjadi kenyataan. Pembual akbar yang hidup pada akhir abad ke 18, Baron Münchhausen membual tentang perjalanan dirinya ke bulan sembari bercerita tentang mahluk penghuni bulan, adat istiadatnya, makanannya dan senjatanya. Bualan tersebut akhirya dibukukan pada tahun 1895 dengan judul Petualangan Baron Münchhausen.
Selama manusia masih bisa bermimpi, petualangan di angkasa luar masih akan terus berlanjut. Seperti kata-kata pembuka serial Star Trek dan Star Trek : The Next Generation …. Space the final frontier.
Gambar diambil dari sini.
8 orang ikut ndobos
04 October 2007 14:24:05
gita
coba beneran bulan bisa dijadiin alternatif tempat tinggal
04 October 2007 14:28:46
sandal
moga-moga ketemu bangsa Klingon, trus dibawa turun ke bumi. Biar tu makhluk bisa jadi admin di web http://kli.org
04 October 2007 19:39:23
yati
siapa berikutnya dan kapan? saya mo nitip….
04 October 2007 23:54:10
arya
bahkan google doodle di WPnya google pun memperingati penerbangan sputnik
05 October 2007 08:09:17
bangsari
oh, jadi itu sebabnya sampeyan seneng ngamatin burung? supaya tahu caranya terbang dan suatu saat bisa ke bulan? hehehe
05 October 2007 10:29:09
iway
si slamet bukannya pernah menemani mereka semua pakdhe?
05 October 2007 18:12:19
ayahshiva
waktu kecil pernah bercita-cita pengen jadi astronot, tapi nyatanya cuma jadi bapak rumah tangga doang
07 October 2007 21:29:10
sawung
keinginan menjelajah manusia tiada habisnya.
dari novelnya julius verna kayaknya into the deep sea yang belum kesampaian. Nama kapalnya seh udah dikutip USS Nautilus