Expatriate
“Wehehe sampeyan jadi ekspat enak betul, gajinya mesti gede ya dan fasilitasnya whuih whuih”. Begitu omongan yang sering saya dengar. Ekspat yang dimaksud adalah expatriate, orang yang tinggal di suatu negara yang bukan negaranya secara sementara atau tetap. Beda dengan imigran yang lantas meninggalkan kewarganegaraannya dan menggantinya dengan kewarganegaraan baru tempatnya tinggal, ekspat tidaklah demikian. Di Indoneia ada banyak ekspat yang menikah dengan orang Indonesia, tetapi biasanya mereka tidak mengganti kewarganegaraannya.
Kembali ke soal gaji besar (dibandingkan dengan pekerja lokal) dan fasilitas whuih whuih, di Indonesia yang tampak adalah demikian. Walaupun hal tersebut tidak selalu benar. Seorang kawan yang berstatus ekspat toh ada yang digaji sama dengan pegawai Indonesia dan saya yakin dia bukan satu-satunya ekspat yang begitu. Hanya saja umumnya memang ekspat menerima lebih dibandingkan dengan pegawai Indonesia pada tingkat yang sama.
Perkara ini, pada saat masih mburuh di kantor lama, pernah saya tanyakan pada atasan saya yang ekspat itu pada saat ngobrol-ngobrol santai. Kantor saya pada saat itu lumayan banyak ekspatnya dan mereka mengakui mendapat bayaran lebih tinggi dibandingkan pegawai Indonesia. Atasan saya yang ekspat itu ada menjawab begini: “ya betul, karena mereka bekerja jauh dari negaranya, dari lingkungannya, dsb dsb, dan untuk itu mereka diberi kompensasi” begitu katanya, saya mengangguk tidak membantah.
Kemudian kisah berlanjut dengan saya menjadi ekspat … lha nggaya kan. Saya harus bekerja di luar negara saya. Lantas gaji dan fasilitas bagaimana? Di ruang kerja saya ada selembar kertas bertuliskan “an expat with local salary”. Gaji saya sama saja dengan pegawai lokal walaupun lebih besar dibandingkan dengan kawan-kawan saya di Indonesia. Fasilitas bagaimana? wihihihihi ….
Anak saya yang kecil ada bertanya pada saat itu, “Bapak jadi ekspat ya sekarang”. Anak saya yang besar lantas menjawab, “Adeeeek, yang namanya ekspat itu gajinya gede, rumahnya besar bukan di rumah susun, ada kolam renangnya, mobilnya bagus, anaknya maen di mal. Jadi Bapak itu bukan ekspat, tapi TKI”.
Emang TKI bukan ekspat ya?
Gambar diambil dari sini.
15 orang ikut ndobos
04 October 2007 18:53:48
adipati kademangan
yah begitulah negaramu ini sir
kemaruk sama gule ….. asal rambut pirang, hidung mancung, sudah dianggep expat.
padahal untuk urusan skill sih sama saja kok
yo wes lah sak karep wes
04 October 2007 19:21:22
yati
mas adri emang pinter….iya, dek, bapak itu TKI, karena bapak bukan bule…xixixi…
05 October 2007 07:40:58
bangsari
hahahaha. di endut emang top! wekekekek. bener bener lucu…
05 October 2007 08:06:05
de
tapi rambute kok koyo bule ya ;))
05 October 2007 08:25:05
iway
hati-hati lho pakdhe, nanti disiksa ndoro-nya
05 October 2007 08:46:38
djoko
Tapi TKI yg jadi PRT disana memang lebih tinggi kayaknya Pak De, di sini kan paling cuman 600 rb klo diluar bisa 3 jt kan … lumayan bat kawin lagi
05 October 2007 08:46:49
balibul
wah expat yo, lucu loh mereka itu
mosok jek ngelindur wes iso mlaku
mosok iseh ngantuk iso nge-blog
mbok melek sik yo … tangi terus raup
*trace ip sik sir*
05 October 2007 09:44:01
gita
tp yg pasti pakdhe bukan tki buangan kan sprti yg kita obrolin kmrin itu???
05 October 2007 10:31:47
april
cat rambut pirang dhe….trs ke penang, bikin paspor sono, balik ke indo….expat deh :d (ini kata tmn2 ktr)
05 October 2007 11:40:43
qq
TKI vs Expat, sama-sama ke luar negeri, tapi nasib berbeda.
Wah, andai Indonesia adalah dunia … dan tiap propinsi berubah menjadi negara, brarti Qq bisa diitung sebagai expat dunk…hehehehe, tanpa perlu ngecat rambut dan mutihin kulit dulu hahahaha
05 October 2007 11:43:25
unai
TKI yang bayare akeh lan fasilitas whus whus kan sir
05 October 2007 12:07:36
mariskova
Masih bagus bukan dipanggil TKW….
05 October 2007 13:38:56
funkshit
tinggal cat rambut deh klo gitu
06 October 2007 00:13:07
bibi SP
hahaha… adri emang jujur. tapi pas di cengkareng gak masuk terminal 3 kan? tki palsu….
08 October 2007 16:16:31
roelus
Mas Adri… Bapak itu bukan sekedar TKI lho… tapi dia itu pahlawan devisa… wakwakwak… Gak ketarik ikut migrant care kang?