1. Skip to navigation
  2. Skip to content
  3. Skip to sidebar

Aksi

Blog action day tahun ini bertema lingkungan hidup. Para blogger di seluruh dunia yang berpartisipasi hari ini menulis sesuatu yang bertemakan lingkungan. Perkara lingkungan memang sudah banyak ditulis, mulai dari digundulinya hutan, dikeringkannya rawa, dikotorinya udara dan air. Banyak tulisan begitu yang bikin saya miris bacanya. Lha kok sudah babak belur begini dunia ini, apa ya masih ada harapan?

Tadi malam saya melihat ada kunang-kunang di depan rumah orang tua saya di Bandung. Sudah lama saya tidak melihat binatang ini di kota besar macam Bandung. Ada kunang-kunang berarti masih ada air bersih di sekitar rumah. Ini pertanda bagus. Pertanda kalau harapan masih ada.

Sekarang waktunya berbuat sesuatu, saya ini sudah terlalu lama nyangkem yang hebat-hebat, tapi ya itu, ngomong doang. Ada banyak sampah sisa acara lebaran kemarin yang harus dibuang dengan benar dan ada lampu yang harus dimatikan. Aksi begini, mestinya ya saban hari.

10 orang ikut ndobos

1

15 October 2007 09:25:10

nana

betul! mulai dari hal-hal yang BISA kita lakukan :)

2

15 October 2007 11:17:19

rd Limosin

blog action day!!!

3

15 October 2007 12:53:47

Anang

setubuh!

4

15 October 2007 18:49:58

timpakul

met berAKSI deh.. :-)

5

15 October 2007 20:26:58

yoki

let’s go for it!

6

15 October 2007 21:06:34

mariskova

Saya mulai dari ngomporin orang-orang untuk membawa pulang sampahnya masing-masing….

7

16 October 2007 06:27:18

ayahshiva

mulai dari yang kecil, mulai dari diri kita sendiri, mulai dari sekarang.
ayo kita mulai menyelamat kan duniaa

8

16 October 2007 22:57:46

mr.keke

asik asik… keren… ndoboss… brandingnya asik bgt…;)

9

20 October 2007 21:07:05

maruria

Ayo kita beraksi pakdhe….!!! BLOG ACTION DAY. Keren ya kedengerannya. Haiyah…

10

26 October 2007 15:52:22

nadi

Waaah, soal sampah dapur, itu sudah saya lakukan sejak 1,5 tahun terakhir mas. Saya bikin sendiri komposternya (dua buah), saya tanam di sisa lahan depan rumah, dan isi tiap hari dengan sampah dapur (sampah basah/organik). Setelah 4-5 bulan bisa dipanen komposnya.

Awalnya memang berat membiasakan diri untuk memilah dan memilih sampah. Minggu-minggu pertama sempat bersitegang dengan istri. Tapi, syukurlah, kini bojo saya sudah mau, sadar, dan biasa buang sampah dapur ke komposter. Hasilnya, rumah saya tak bau sampah lagi (kecuali kalo komposternya dibuka).
Sampah plastik, kertas, dll (anorganik) saya kumpulin, dan saya kasih (belum dijual) ke pemulung yang lewat.

Sejumlah tetangga sempat tertarik dengan komposter saya ini. Tapi mereka, sepertinya malas untuk telaten memilah sampah dapurnya. Ya itulah susahnya. Mulai dari sendiri saja males, apalagi nyuruh orang lain?

Untunglah saya ingat petuah AA Gym yang 3M itu. Mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil, mulai dari sekarang! Saya yakin, masih ada harapan untuk memperbaiki lingkungan kita.

Salam kenal,

Ikutan Ndobos

|