Hujan

Sudah cukup lama (menurut ukuran saya) tidak ada posting baru di blog ini. Pada suatu ketika dahulu ndoro juragan pernah berkata, yang namanya current issue itu ya bisa apa saja, dari mulai saya disambar pit pancal sampai saya dibetot jadi saksi pernikahan maya di dunia maya. Semua bisa ditulis, perkara apakah itu layak tulis (dan layak baca) itu soal selera.

Sebegitu sibuknyakah saya? Ah ya tidak juga, kalaupun hendak dikatakan sibuk paling ya hanya sibuk nyampah di Jaiku, itu saja. Lantas kembali ke current issue, apa yang lagi memenuhi kepala saya. Hujan …..

Hujan itu berkah atau musibah? Aha, tentu saja bisa kedua-duanya.

Hujan itu berkah bagi para petani yang sawahnya mengering. Hujan berubah jadi musibah bila membuat banjir yang menenggelamkan apa saja.

Hujan rintik-rintik, kata orang, itu romantis. Hujan lebat bikin hati miris. Hujan yang berlama-lama, kata orang Jawa, adalah criwikan sing dadi grojogan Ò€” sesuatu yang awalnya kecil berubah menjadi air bah. Pendeknya, ia ibarat dua sisi mata uang.

Sampean tentu juga kesan tersendiri dengan hujan, kan? Seperti Dewi, misalnya, yang mengaku suka mencumbui hujan. Halah. Hujan kok dicumbu? Cumbu dapur atau cumbu rujak? πŸ˜€

Tapi beberapa orang akan bilang hujan itu sesuatu yang menjengkelkan bin menyebalkan.

Apa sebabnya?

Begini ceritanya. Ketika kemarin sore hujan mengguyur Jakarta dengan deras, ada yang mengirimkan SMS ke saya. Isinya sebuah keluh kesah.

Ò€œSudah pakai putih, eh di jalan hujan. Naik motor, ban bocor kena paku. Padahal sebentar lagi sampai di tujuan. Lapar pula, nggak sempat sarapan.Ò€

Terus terang saya ngakak begitu membaca SMS itu. Tapi, supaya terlihat ikut bersimpati [hihihi Ò€¦ maaf ya] saya pun membalas SMS dengan nada penuh keprihatinan. Dalam hati, saya terbayang betul betapa kesalnya kawan itu.

Lah wong sudah macak, dandan, necis dengan busana putih, eh hujan jatuh. Kotor dong. Apalagi ban sepeda motornya pakai acara bocor. Terpaksa ikut mendorong sampai tukang tambal ban. Ditambah perut keroncongan pula. Wis jan, itu namanya sial pol.

Apa sampeyan juga pernah beroleh kesialan bertubi-tubi seperti itu? Yang semuanya sepertinya pas gitu loh. Pas mau kondangan, mobil mogok. Pas mau pulang, bos memanggil dan meminta sampean kerja lembur. Pas lapar, nasi sudah habis. Pas mau ngeblog, listrik mati. Pas baca posting ini, tiba-tiba internetnya disco. Haiyah.

Join the Conversation

32 Comments

  1. aha…ada nama saya disini!!
    saya memang suka mencumbu ujan, pakdhe.. bisa bayangin khan gimana seksinya ngecumbu ujan? heuheuheu..

    btw, saya musti siap2 traffic meningkat nih.. hihihi

  2. kalo hujan ya jadi jarang denger seribu intan bernyanyi …
    loh apa itu seribu intan ?
    kok sekarang sir jarang posting seribu intan, sampe lupa aku nomer berapa sekarang ….

  3. saya suka sekali hujan, apalagi senin pagi. kalau bisa jam 11 saja berhentinya.

    kesialan bertubi-tubi… belum pernah. atau aku saja yang tak sensitip? πŸ™‚

  4. lho kan…ini bukti bahwa sampeyan juga blogger penuh waktu kan, sampek mikirin ga updet πŸ˜›

    Saya seneng hujan, orang kaya dan miskin sama2 kebagian (kalo banjir) πŸ˜€

  5. “Pas baca posting ini, tiba-tiba internetnya disco. Haiyah.”
    sfeedy dudud pa’de…ni saia lage bukak multifle tab, baru blog ini yang kebukak dan bisa kirim komeng (semoga…)
    OOT = cuma mo lafor kalo saia disuru nulis anakndobos, dan…afakah hubungan antara anakndobos dan hujan? *ditendang gara-gara ga fenting*

  6. Hutan deras ditambah hujan dibabat habis….jadilah banjir, dan banjir itu selalu mangincar sampai di pintu peraduan bagi siapa saja yang dikehendakinya.
    So, warga Jkt waspadalah……waspadalah!!!!

  7. ahhh..!! gitu rupanya eksperimen pakdhe pakdhe dudulz ini..!!
    *nyadar*

    tapi pakdhe, jawaban sayah tetep sama.
    cuma ada dua alasan kopas tanpa link.
    kalo yang iniiii.. *ngakak* menurut sayah emang pakdhe sengaja ndak mau tau kaerna dah dapet ijin yang empunya posting…

    *siyal, dikerjain..*

  8. saya suka hujan..entah kenapa dengan segala sumpah serapah pada hujan, tetapi daya kreasi saya selalu meluap luap mencium bau basahnya hujan, daya khayal yang melankolis jika mendengar deras air di genting.
    cuma hujan air mata saya nggak suka…

  9. @Pakde Mbilung :Salah satu gunanya Do’a keluar rumah yah utk menghindari hal yg dialami oleh rekan diatas.

    @tikabangetΓ’β€žΒ’ : salah satu cerita saya, banimal, yudhi (dll pengganggu tidurnya ibu kost mas ipul kala itu) adalah membahas => ex.boss’e Banimal di malang nikah by webcam dgn tunangannya di malaysia (skr dah punya anak 1 loh).

    .::he509xΓ’β€žΒ’::.

  10. saya pernaaah!!!! pas sekolah dulu, kalo ujan, sekolahnya selalu kebanjiran. jadinya kita ndak jadi sekolah *hore* hehehehe… maap, dulu itu saya males banget sekolah. cuman duduk, belajar biar dapet nilai doank… nggak seru!

  11. Saya selalu suka hujan, terutama hujan “salju”. Hujan yang turunnya pelan, rintiknya lembut bahkan saking lembutnya kau tak kan bisa melihatnya, hanya dapat merasakannya membelai wajah dan tubuhmu dengan basahnya.

Leave a comment

Leave a Reply to Luthfi Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *